• Latest
Setuju, Anak yang Suka Membuat Stres Orang Tua Dibarakmiliterkan - 1000563291_11zon 1 | #Pendidikan | Potret Online

Setuju, Anak yang Suka Membuat Stres Orang Tua Dibarakmiliterkan

Mei 7, 2025
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Setuju, Anak yang Suka Membuat Stres Orang Tua Dibarakmiliterkan

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Mei 7, 2025
in #Pendidikan, Jawa Barat, Pendidikan karakter
Reading Time: 3 mins read
0
Setuju, Anak yang Suka Membuat Stres Orang Tua Dibarakmiliterkan - 1000563291_11zon 1 | #Pendidikan | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Rosadi Jamani

Makin ke sini, saya sering dinilai mulai tak netral. Untuk soal ini, saya memang tak netral, memilih setuju anak-anak yang suka membuat stres orang tuanya, dibarakmiliterkan. Yang tak setuju, ada baiknya tak membaca narasi ini, tapi tetap ngopi.

Ketika anak-anak bangsa mulai lebih pandai bacok ketimbang baca buku, dan lebih mahir memaki ketimbang mengaji, datanglah Dedi Mulyadi. Di tengah kegalauan para orang tua yang sudah kehabisan ancaman dari “Nanti Mama panggil polisi!” sampai “Kamu tidur di luar rumah ya!”, Gubernur Jawa Barat itu muncul dengan solusi yang sungguh mahaagung, barak militer.

Iya, barak, bukan b*rak ya. Tempat di mana keringat bukan pilihan, melainkan kewajiban. Tempat di mana fajar menyingsing diiringi suara peluit, bukan notifikasi TikTok. Tempat di mana anak-anak nakal akan disulap menjadi manusia-manusia super disiplin hanya dalam 14 hari. Hogwarts pun kalah pesonanya.

Sudah bukan rencana, ini realita. Jawa Barat telah menggembleng 210 anak bermasalah di Dodik Bela Negara, Cikole, Lembang. Di Bandung ada 30 anak, di Purwakarta 39. Targetnya? 900 anak. Sembilan ratus makhluk remaja yang sebelumnya ahli dalam ilmu tawuran dan geng motor kini dipoles jadi pahlawan kesiangan lewat pendidikan karakter bernuansa loreng. Anggaran? Cuma Rp6 miliar, atau setara dengan dua biji motor gede hasil sitaan razia.

Ini bukan sekolah biasa. Tak ada ruang kelas, hanya lapangan tanah, tiang bendera, dan pelatih yang suaranya bisa membelah dimensi. Materinya? Bela negara, wawasan kebangsaan, disiplin tingkat dewa, dan tetap, kurikulum formal. Karena walau anaknya dulunya nongkrong sambil ngisep vape di WC sekolah, tetap harus bisa ngerjain soal PPKn.

Program ini sukarela, tentu saja. Maksudnya, kalau orang tua sudah lelah berdoa, menangis, dan menyewa konselor, tinggal serahkan anak ke barak. Tak perlu khawatir, anak akan kembali pulang… lebih kuat, lebih tegar, dan mungkin sedikit trauma mendengar kata “senam pagi”.

Tapi seperti kisah heroik lainnya, selalu ada musuh bebuyutan. Kali ini bukan monster, tapi Komnas HAM dan KPAI. Mereka datang membawa kitab hak asasi dan prinsip-prinsip pendidikan yang “lebih humanis”. Komnas HAM bilang pelibatan TNI itu bukan kewenangan mereka. Ketua Komnas HAM, Atnike Nova Sigiro, menyarankan fokus ke edukasi karier. KPAI? Mereka khawatir soal dampak psikologis. Ya ampun, memangnya yang anak-anak ini butuh pelukan, bukan push-up?

Namun Dedi Mulyadi tak gentar. Ia balas dengan coolness luar biasa, menyebut kritik itu wajar. Bahkan dengan elegan, ia mengundang Komnas HAM dan KPAI untuk datang ke barak, agar tahu bagaimana rasanya disentuh keajaiban disiplin di pagi buta, ditemani nasi bungkus dan air mineral hangat.

Apakah ini solusi paling ideal? Siapa peduli. Yang penting anak-anak yang sebelumnya bikin resah sekarang bisa lari 10 putaran tanpa pingsan. Kalau dulu demo sambil lempar batu, kini mereka bisa demo sambil nyanyi mars TNI. Siapa tahu, ke depan kita punya generasi baru, bukan cuma cerdas dan santun, tapi juga bisa merayap di bawah kawat berduri.

Jika anak ente mulai menunjukkan tanda-tanda kenakalan remaja, jangan buru-buru ke psikolog. Daftarkan saja ke program ini. Gratis trauma, bonus baret.

Karena di Jawa Barat, masa depan anak-anak tak lagi dibentuk di ruang kelas, tapi di medan tempur moral yang bernama barak.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Share234SendTweet146Share
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Next Post
Setuju, Anak yang Suka Membuat Stres Orang Tua Dibarakmiliterkan - 2025 05 07 08 56 12 | #Pendidikan | Potret Online

Manna Haikal

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com