POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home #Pendidikan

Setuju, Anak yang Suka Membuat Stres Orang Tua Dibarakmiliterkan

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Mei 7, 2025
in #Pendidikan, Jawa Barat, Pendidikan karakter
0
Setuju, Anak yang Suka Membuat Stres Orang Tua Dibarakmiliterkan - 1000563291_11zon 1 | #Pendidikan | Potret Online

Oleh Rosadi Jamani

Makin ke sini, saya sering dinilai mulai tak netral. Untuk soal ini, saya memang tak netral, memilih setuju anak-anak yang suka membuat stres orang tuanya, dibarakmiliterkan. Yang tak setuju, ada baiknya tak membaca narasi ini, tapi tetap ngopi.

Ketika anak-anak bangsa mulai lebih pandai bacok ketimbang baca buku, dan lebih mahir memaki ketimbang mengaji, datanglah Dedi Mulyadi. Di tengah kegalauan para orang tua yang sudah kehabisan ancaman dari “Nanti Mama panggil polisi!” sampai “Kamu tidur di luar rumah ya!”, Gubernur Jawa Barat itu muncul dengan solusi yang sungguh mahaagung, barak militer.

Baca Juga
  • Setuju, Anak yang Suka Membuat Stres Orang Tua Dibarakmiliterkan - 2025 08 22 08 33 13 | #Pendidikan | Potret Online
    #Pendidikan
    Saat Pendidikan Hanya Jadi Program Pendukung
    22 Agu 2025
  • Setuju, Anak yang Suka Membuat Stres Orang Tua Dibarakmiliterkan - 2f059f74 8732 41b7 98be e3b565ee5f3a | #Pendidikan | Potret Online
    #Pendidikan
    Kisah Nurwani: Usia Bukan Penghalang untuk Belajar
    09 Feb 2026

Iya, barak, bukan b*rak ya. Tempat di mana keringat bukan pilihan, melainkan kewajiban. Tempat di mana fajar menyingsing diiringi suara peluit, bukan notifikasi TikTok. Tempat di mana anak-anak nakal akan disulap menjadi manusia-manusia super disiplin hanya dalam 14 hari. Hogwarts pun kalah pesonanya.

Sudah bukan rencana, ini realita. Jawa Barat telah menggembleng 210 anak bermasalah di Dodik Bela Negara, Cikole, Lembang. Di Bandung ada 30 anak, di Purwakarta 39. Targetnya? 900 anak. Sembilan ratus makhluk remaja yang sebelumnya ahli dalam ilmu tawuran dan geng motor kini dipoles jadi pahlawan kesiangan lewat pendidikan karakter bernuansa loreng. Anggaran? Cuma Rp6 miliar, atau setara dengan dua biji motor gede hasil sitaan razia.

Baca Juga
  • Setuju, Anak yang Suka Membuat Stres Orang Tua Dibarakmiliterkan - 2f489b73 3301 4b89 a760 cd3eed1e218c | #Pendidikan | Potret Online
    #Pendidikan
    Membangun Sistem Digital Mengatasi Keprihatinan Putus Sekolah di SMA Negeri 1 Matangkuli, Aceh Utara
    12 Okt 2025
  • Setuju, Anak yang Suka Membuat Stres Orang Tua Dibarakmiliterkan - 2025 07 10 18 59 03 | #Pendidikan | Potret Online
    Artikel
    Gelar Meninggi, Moral Menyusut: Apa kabar Pendidikan Kita?8
    10 Jul 2025

Ini bukan sekolah biasa. Tak ada ruang kelas, hanya lapangan tanah, tiang bendera, dan pelatih yang suaranya bisa membelah dimensi. Materinya? Bela negara, wawasan kebangsaan, disiplin tingkat dewa, dan tetap, kurikulum formal. Karena walau anaknya dulunya nongkrong sambil ngisep vape di WC sekolah, tetap harus bisa ngerjain soal PPKn.

Program ini sukarela, tentu saja. Maksudnya, kalau orang tua sudah lelah berdoa, menangis, dan menyewa konselor, tinggal serahkan anak ke barak. Tak perlu khawatir, anak akan kembali pulang… lebih kuat, lebih tegar, dan mungkin sedikit trauma mendengar kata “senam pagi”.

Baca Juga
  • ad86b955-a8e6-412e-b371-a15c846736db
    Artikel
    Sedih Sekali, Ibu Guru Diacungi Jari Tengah oleh Siswanya Sendiri
    19 Apr 2026
  • Setuju, Anak yang Suka Membuat Stres Orang Tua Dibarakmiliterkan - 2025 05 08 18 49 21 | #Pendidikan | Potret Online
    #Era AI
    Menghukum atau Mendidik? Menimbang Ulang Relevansi Hukuman Menulis Ratusan Kali di Era AI
    21 Mei 2025

Tapi seperti kisah heroik lainnya, selalu ada musuh bebuyutan. Kali ini bukan monster, tapi Komnas HAM dan KPAI. Mereka datang membawa kitab hak asasi dan prinsip-prinsip pendidikan yang “lebih humanis”. Komnas HAM bilang pelibatan TNI itu bukan kewenangan mereka. Ketua Komnas HAM, Atnike Nova Sigiro, menyarankan fokus ke edukasi karier. KPAI? Mereka khawatir soal dampak psikologis. Ya ampun, memangnya yang anak-anak ini butuh pelukan, bukan push-up?

Namun Dedi Mulyadi tak gentar. Ia balas dengan coolness luar biasa, menyebut kritik itu wajar. Bahkan dengan elegan, ia mengundang Komnas HAM dan KPAI untuk datang ke barak, agar tahu bagaimana rasanya disentuh keajaiban disiplin di pagi buta, ditemani nasi bungkus dan air mineral hangat.

Apakah ini solusi paling ideal? Siapa peduli. Yang penting anak-anak yang sebelumnya bikin resah sekarang bisa lari 10 putaran tanpa pingsan. Kalau dulu demo sambil lempar batu, kini mereka bisa demo sambil nyanyi mars TNI. Siapa tahu, ke depan kita punya generasi baru, bukan cuma cerdas dan santun, tapi juga bisa merayap di bawah kawat berduri.

Jika anak ente mulai menunjukkan tanda-tanda kenakalan remaja, jangan buru-buru ke psikolog. Daftarkan saja ke program ini. Gratis trauma, bonus baret.

Karena di Jawa Barat, masa depan anak-anak tak lagi dibentuk di ruang kelas, tapi di medan tempur moral yang bernama barak.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Previous Post

Ketika Tulisan Viral Tak Berarti Isi Dompet Ikut Tebal

Next Post

Manna Haikal

Next Post
Setuju, Anak yang Suka Membuat Stres Orang Tua Dibarakmiliterkan - 2025 05 07 08 56 12 | #Pendidikan | Potret Online

Manna Haikal

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah