POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Ketika Dunia Berlutut dan Hollywood Dibuang ke Tong Sampah

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
April 10, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Di suatu pagi yang tenang, matahari terbit seperti biasa di atas Gedung Putih. Tapi, di dalamnya, badai ekonomi sedang bergemuruh. Donald J. Trump, Presiden, miliarder, juru selamat dunia versi dirinya sendiri, telah menembakkan ancaman dagang ke 60 negara sekaligus. Itu setara jumlah negara peserta Miss Universe. Hanya saja alih-alih perebutan mahkota, mereka berebut tidak dikenai tarif impor 2000%.

Apa yang terjadi setelah itu? Telepon berdering. Satu. Dua. Tiga. Lima puluh. Negara-negara itu menelepon, katanya. Bukan sekadar menelepon, tapi mengemis, menangis, tersedu, seperti peserta audisi American Idol yang salah nada tapi tetap berharap dikasih golden ticket.

“Kalian tahu, karena saya katakan, negara-negara ini menelepon kami, mencium pantat saya. Mereka sangat ingin membuat kesepakatan. Tolong..tolong Pak, buatlah kesepakatan. Aku akan melakukan apa saja. Aku lakukan apa pun, Pak” kata Trump saya kutip dari Kompastv.

Kita tidak tahu pasti apakah ini benar atau hanya bagian dari alam semesta alternatif Trump. Tapi yang jelas, Vietnam langsung ngacir ke meja perundingan, membuka bajunya (dalam makna diplomatik), dan berkata, “Saya nol-kan tarif impor barang AS. Asal tolong… tolong… 46 persen tarif Anda kurangi ya, Pak.” Begitu tulusnya, nyaris seperti pengakuan cinta di drama Korea.

Meksiko, tak mau kalah, langsung mengambil sikap “kooperatif tingkat dewa”. Barang kali mereka masih trauma dibentak suruh bangun tembok beberapa tahun lalu, jadi sekarang pilih damai, asal jangan disuruh ngaduk semen lagi.

Namun, di ufuk Timur jauh, sebuah kekuatan kuno bangkit. Tiongkok. China. Negeri Panda. Negeri yang bisa membuat sendok dari nasi. China tidak menangis. China tidak menelepon.
China tidak mencium pantat siapa pun. Yang dilakukan China adalah satu hal yang mengguncang fondasi dunia hiburan, akan melarang film-film Amerika. Film-film Amerika dilarang, dibanned, dideporte. Sudah diputuskan dengan palu kemahakuasaan partai komunis.

📚 Artikel Terkait

Semangat Islam Abdullah bin Umar

Sebuah Puisi Esai tentang Bencana Sumatra dan Luka Ekologis(12)

JINGGA ADA UNTUK SENJA

Maraknya Pelecehan Seksual Terhadap Anak

Karena buat China, kalau kamu kena tarif 104% mulai 9 April 2025, naik dari sebelumnya yang “cuma” 34%, maka jawaban yang paling logis adalah: “Kami tidak akan menonton Avengers 12: Endgame Reboot. Tidak lagi.”

Hollywood langsung panik. Studio besar berkeringat. Sutradara menjerit. Aktor-aktor terkenal meringkuk di pojokan rumah, memeluk Oscar mereka sambil berkata, “Katakan ini hanya mimpi buruk…”

Tahun 2024 saja, film-film Hollywood menghasilkan 585 juta dolar AS di China, itu sekitar Rp 9,9 triliun atau setara seratus miliar bungkus mi instan rasa rendang. Sekarang? Hancur. Lenyap. Ditiup angin komunisme. China bilang, “Tolong ya, kami sekarang cukup dengan film kami sendiri. Kungfu Panda, tapi versi realistik dan bisa bela diri beneran.”

Seolah belum cukup, China menyiram bensin ke api. Mereka umumkan tarif baru sebesar 84% atas seluruh barang impor dari Amerika. Tarif ini akan mulai berlaku tepat pukul 12.01 waktu Beijing, 10 April. Detiknya pun dihitung. Ini bukan ekonomi, ini perang kosmik lintas dimensi.

Belum selesai. China tambahkan 12 perusahaan Amerika ke daftar kontrol ekspor. Mereka juga menambahkan 6 perusahaan Amerika ke dalam daftar entitas tidak dapat diandalkan. Apa artinya? Artinya perusahaan-perusahaan itu akan diperlakukan seperti mantan yang pernah selingkuh, tidak akan dipercaya lagi sampai dunia kiamat dan reinkarnasi 3 kali.

Beberapa dari perusahaan ini bergerak di bidang AI. Ya, Artificial Intelligence. Mesin cerdas. Robot masa depan. Sekarang mereka dianggap musuh negara. Siap-siap saja nanti AI bikin puisi tentang patah hati karena diputusin China.

Di dalam negeri Amerika sendiri, rakyatnya terus turun ke jalan memprotes kebijakan presidennya sendiri. Bahkan, gerakan untuk memakzulkan sudah dimulai dengan nama 50501 dan Hands Off. Gerakan ini semakin meluas. Namun, Trump masih tenang. Ia masih sibuk menyisir rambut jagungnya.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Meneguk Sejuk Sensasi Danau Laut Tawar Takengon Sambil Lebaran

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00