• Latest
Puisi – Puisi Muslimin Lamongan - 4f627a03 a45d 4a59 ba06 6f915580a763 | Jalan-jalan | Potret Online

Puisi – Puisi Muslimin Lamongan

April 1, 2025
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Puisi – Puisi Muslimin Lamongan - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Jalan-jalan | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Puisi – Puisi Muslimin Lamongan - 4f627a03 a45d 4a59 ba06 6f915580a763 | Jalan-jalan | Potret Online

Puisi – Puisi Muslimin Lamongan

Redaksi by Redaksi
April 1, 2025
in Jalan-jalan
Reading Time: 11 mins read
0
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

.

[24/1 17.15] lmus8972:

KUPU-KUPU

derap waktumu habis hanya mengejar kupu-kupu

mari menanami taman bunga-bunga merekah

biar deras hujan membasah matamu

mengembung bening hening rinduku

padamu kupu-kupu datang merubung 

senja ini tawamu mendengung gurindam salam

menapis semua gumam sendu

lihatlah kupu-kupu penakluk dendam

memeram ulatnya meredam makar

hingga berbenah menghias pesona tanpa gahar

warna-warni cantik menebar jemput hati lebam

berganti senyum tawa menyunting harapan

bahwa hidup itu indah tegar menawan

Lamongan, 24 Januari 2025

[26/1 19.47] lmus8972:

TERBUANG

bahkan rintik gerimis pun aku berteduh di rindang ceri

tak sanggup menadah deras hujan,

apalagi menggenggam kecamuk badai 

takaran kita berbeda, aku salut kagum padamu, sayang

terabas hujan menggantang awan

terik mentari menggelar senyuman

penjinak siang penggawang malam

menyusut air mata diserahkan ke rembulan

penelantar ditinggalkan tanpa pesan dan kasih sayang

anak-anak yang beku di bawah jembatan dan emperan

dilempar ke jurang nista dianggap kutukan

matamu elang menyergap suram zaman

dihempas gelombang takdir tak bertuan

di lampu merah biaran mengiba pura-pura

di trotoar membata hati para pejalan

hanya Tuhan yang peduli

hanya Tuhan membersamai sejati

Lamongan, 26 Januari 2025

[26/1 21.40] lmus8972:

JIKA SUDAH MASANYA

jika sudah masanya, hujan turun tanpa dipaksa

jika sudah masanya, deras rinai bergantian menyuburkan

jika sudah masanya, tetumbuhan meranum hijau bersuntingan

jika sudah masanya, doa-doa jadi kasunyatan

mengalir bening tirta telaga

kembang padma bermekaran 

mengaca diri pagi  membinar wajah keriangan

ternyata kepedihan bisa jadi tuntunan kehidupan

ternyata tangisan bisa jadi tumpuan kelaraan

dan kita bertahap tapi pasti

melewati tikungan menurun mendaki

curam jurang menghela kendali

licin jalan meredam ambisi ilusi

jika sudah masanya, segalanya indah bisa terjadi

Lamongan, 27 Januari 2025

[26/1 23.31] lmus8972:

ADVERTISEMENT

DULU DAN KINI

dulu,

hari-hari kenangan mengupas bawang merah

terasa pedih di mata semerbak harum gorengan

nasi jagung hangat pagi menjelang

ikan pindang lombok tomat osengan

berangkat ke sawah mengayun langkah pematang

mengharap panen harga tak dipermainkan

kini,

sawahku tak ada dangau sekarang

bercengkerama burung manyar bersahutan

sekendi air ubi rebusan hilang ditelan zaman

aku tergesa kuli bangunan di kota

sawahku sekadar hiburan penat badan

hijaunya tak lagi meminat angan kedamaian

perumahan mengapling menyesak harapan

ganti rugi hilang melayang sebulan

mobil motor gawai biaya menjulang

generasi jadi pegawai suap mencekik gajian

buruh pabrik menjanjikan ketenangan dalam kelelahan

sawahku mungkin hilang pondasi apartemen ditancapkan

Lamongan, 28 Januari 2025

[27/1 20.26] lmus8972:

SECANGKIR KOPI 2

secangkir kopi tak sempat menyampaikan rindu hati jiwanya

pada gerimis dan angin tenggara senja ini

hingga dingin melucuti hangat kepulnya

tak mengapa karena cinta bukan kedua bola matanya

tak menyesal karena hakikinya tak ada perpisahan

jarak dan waktu semakin mengerat penjalinan

gamang mengambang membulat lingkaran rumpunan

marga berhimpun meruntuhkan persengketaan

secangkir kopi adalah bahasa keakraban 

tak ada kasta meski harga berbeda, ia tetap hitam

meluruh racun-racun strata pengaburan

penikmatnya tersenyum tanda akrab kemanusiaan 

saling berbagi silam harapan ke depan

saling menertawai mengharu bijak dalam canda

tak mengadili saling wawas diri

Lamongan, 28 Januari 2025

[28/1 17.19] lmus8972:

KOSONG SAHARA

hidup menelantar diri tak bertuan, kosong sahara

berteriak kehausan menuding sangka keliaran

membiarkan hujan tak bertanam walau sebatang angan

melara diri hingga renta pembiaran

remuk redam seluruh tubuh pesakitan

begitulah, jika puja dipersonakan gayuhan

tepuk tangan penyaksi melambung layang

layang-layang putus tersangkut duri dadap

atau robek rebutan bocah menertawakan

kakinya hampir lumpuh matanya makin sayu

ingin sekali berhuma di tengah hutan

mencumbui bening air mengalir

mengirama kicau burung bersahutan

meresapi hijau tetumbuhan bugar

maka dia menulis rencana lakuan,

namun sekadar sketsa buram hitam,

entah

Lamongan, 29 Januari 2025

[28/1 19.29] lmus8972:

SERIBU CEMARA DI JALAN VETERAN, 1985-1988

kamu tulis surat cinta harum bersampul ungu

kubaca berulang antara yakin dan mimpi

tapi aku tak berani membalas, sepedaku mini lawas

uang sakuku ngepas hanya beli teh hangat

dan goreng pisang sebiji setiap hari

kadang beli majalah tempo bekas, jadi makan angin lepas

kubaca tempo berlagak intelek berkelas

jurusan sosial berangan politikus atau analis ekonomi mikro

berharap teman sering traktir tanpa sindir

suatu hari sepatuku bolong dikerat tikus

tubuhku kecil suka basket tak bisa voli

temanku pegang bola, aku hanya berlari

tanpa kendali, sepatuku

kutambal kertas karbon hitam menutup

beruntung guru olahragaku sangat peduli

memberi sepatu, beliau sekarang di surgaNya

kulacaki seribu cemara di jalan veteran

kini hilang berganti riuh kuliner variasi

seribu cemara itu pucukku mimpi 

bila hati galau lupa uang saku tertinggal di laci

mendongak ke atas, lancip cemara menembus

langit khayali, bahwa kala itu tiba

segala riang pasti terjadi

Lamongan, 28 Januari 2025

[29/1 03.58] lmus8972:

GONG XI FA CAI

rimbun bambu, panda, pendekar rajawali, Gus Dur,

merasuki hangat kopiku pagi ini

bakpao hangat manis senyum menghias hari-hari

usai subuh berbaju koko udara membugari

perjalanan mencari kitab suci akan kutempuh laju

Baca Juga

Puisi – Puisi Muslimin Lamongan - ee438e74 f736 4756 8ffe 13d438513ec5 | Jalan-jalan | Potret Online

Di Jalan Pulang

Oktober 15, 2025
Puisi – Puisi Muslimin Lamongan - IMG_2154 1 scaled | Jalan-jalan | Potret Online

Sabang: Daerah Wisata, Jalur Free Port dan Harapan Baru

Agustus 21, 2025

HABA Si PATok

Mei 13, 2025

walau terjal mendaki menapak falsafi

menembus tembok sekat manusiawi

silang budaya meredam dendam saling peduli

hidup tak sekadar memburu angpao ragawi

jurus dewa mabuk meretas angkara duniawi

bershaolin menempa diri melantang matahari

memurnamai rembulan merengkuh mimpi

mobilitas lesat mendamai tradisi

berziarah moyang sebab silam adalah luhur

menata harkat keluarga merestui

selamat tahun baru, saudaraku

meniti hari bertabur doa-doa suci 

kreasi tanpa henti beradab dimensi

Lamongan, 29 Januari 2025

[29/1 18.28] lmus8972:

MERINAI HUJAN SENJA

merinai hujan senja jingga, alir merendah mencari muara

membiru bening pendar mentari megah semesta ini

samudera hati memilah bijaksana

begitulah hendaknya, setiap prahara dihadapi legawa

bukan jumawa merasa diri busung segalanya

yakinlah bakal petaka tangga menimpa

bukankah air pelarut doa-doa mustajabah

bukankah air memantas diri sesuai wadahnya

tak pernah paksa menyesaki interaksia

air hanya butuh tepat kelola

jangan susut memaksa bandang akhirnya

merinai hujan kanakmu telanjang dada

bergelut hitam lumpur canda tawa

begitulah harusnya, menempa setiap selisih

melapang terima solusi dengan gembira

maghrib tiba, Tuhan teduhnya

Lamongan, 30 Januari 2025

[30/1 10.12] lmus8972:

HUJAN ALGORITMA

hujan pagi ini algoritma

rangkai madah anggrek bulan

kusunting dirimu janji suci

cincin melingkar bulat tekadan

sadari samudera bukan permainan

bahteraku kayu namun kukuh

navigasi terarah dermaga harapan

geometri kasihmu simetris

kadang aljabar minusku mengacak buritan

namun garis lurusmu sudut beraturan

membangun prisma keutuhan

rumus sederhana: berbagi mengganda keberkahan

ekuilibrium bukan angka-angka penambahan

dalam pengurangan tersembunyi hikmah

selalu ada himpunan ganjil kegundahan

kita perhitungan, Tuhan menggenapkan

takdirNya tak terhingga keapikan

Lamongan, 30 Januari 2025

Penulis Puisi, Muslimin Lamongan, adalah guru bahasa Indonesia di SMP Islam Tikung dan SMP tashwirul Afkar Sarirejo Lamongan Jatim

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 342x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 312x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tags: #Puisi
SummarizeShare236Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Puisi – Puisi Muslimin Lamongan - 90f15ae7 cea7 4641 98f8 5aeeacaee651 | Jalan-jalan | Potret Online
Puisi

‎Kulihat Indonesia di Balik Jendela Sekolah

September 28, 2025
Puisi – Puisi Muslimin Lamongan - 2025 06 22 08 42 36 | Jalan-jalan | Potret Online
# Tadarus Puisi

Jejak Luka di Jalan Binatang

September 8, 2025
Puisi – Puisi Muslimin Lamongan - 65604360 4af4 4bb4 b47d d956cfa23727 1 | Jalan-jalan | Potret Online
# Bedah Puisi

Merangkai Kata, Menghidupkan Rasa: Cipta Puisi & Wawasan Kebangsaan Republik Rakyat Literasi RRL Kreatif Menggetarkan Hati & Jiwa

Agustus 29, 2025
Puisi – Puisi Muslimin Lamongan - IMG 20250730 WA0000 | Jalan-jalan | Potret Online
Puisi

Buktinya Adalah Sepiku

Juli 30, 2025
Next Post
Puisi – Puisi Muslimin Lamongan - cc8c6539 f5a9 4429 aff4 4eede4ff287d | Jalan-jalan | Potret Online

Menyinggahi  Kaki Gunung Raung di Kabupaten Banyuwangi di Hari Nan Fitri

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com