• Latest
Titik Bermula Daripada Zab Bransah

Titik Bermula Daripada Zab Bransah

July 10, 2023

Tadarus – Surah Yunus Ayat 57

March 13, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

March 13, 2026
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

March 13, 2026
Pelukan Bangga Seorang Ibu

Pelukan Bangga Seorang Ibu

March 13, 2026

Apa Kata Dunia?

March 13, 2026
Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

March 13, 2026

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

March 13, 2026
Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

March 13, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Titik Bermula Daripada Zab Bransah

Oleh Rosli K .Matari Malaysia

Redaksi by Redaksi
July 10, 2023
in Jalan-jalan
0
Titik Bermula Daripada Zab Bransah
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

 

Saya mulai mengenal dan akrab dengan Zab Bransah, bermula sekitar sebelum penghujung tahun 2022.

Baca Juga

Di Jalan Pulang

October 15, 2025
Sarjana Dalam Gendongan

Sabang: Daerah Wisata, Jalur Free Port dan Harapan Baru

August 21, 2025

HABA Si PATok

May 13, 2025

Pada awalnya, Presiden persatuan Pemuisi Nasional Malaysia, YBhg. Dato’ Dr. Radzuan Ibrahim (terkenal dengan nama pena Wanrazuhar dalam puisi di Malaysia) memasukkan saya untuk ikut serta dalam grup whatsApp persatuan ini. Pemuisi Nasional ini mempunyai grup whatsApp yang besar, dengan lebih 200 individu, justeru sejumlah ramai penyair dan pelbagai tokoh terkenal di Malaysia menyertainya. Penaung kepada Pemuisi Nasional ini tokoh korporat terkemuka, YABhg. Tan Sri Dato’ Seri Dr. Ahmad Kama Piah Che Othman, yang juga adalah penyair veteran, prolifik berkarya puisi.

Grup whatsApp ini rupa-rupanya diikut serta oleh beberapa penyair terkenal dari Indonesia juga. Antara mereka ialah Zab Bransah (Aceh), Mustiar Ar (Aceh), dan Isbedy Stiawan (sekadar menyebutkan beberapa nama).

Sekali, dalam whatsApp ini, saya terbaca sebuah puisi oleh Zab Bransah. Tentang secangkir kopi. Saya tidak ingat lagi akan judulnya itu. Sebahagian ungkapan beliau dalam puisi, memikat hati saya. Larik itu ialah: “Secangkir kopi habis tak habis”. Wah – begitu getusan hati saya, justeru terpikat.

Tidak itu sahaja. Malah, terdorong hati saya untuk ikut mencipta sebuah puisi, bersempena ungkapan indah dan menarik itu. Tentu sahaja, saya harus mendedikasikan puisi saya, sempena ini, untuk Zab Bransah. Maka saya ciptakan sebagai apresiasi saya:

2/. zab

SELAMAT MALAM SECANGKIR KOPI,
HABIS TAK HABIS

– buat Zab Bransah, kota Langsa

Kurenung malam lewat
bagai kopi pekat.

Detik embun, rintik sepi
lambatkah dinihari?

Balam-balam, terbayang
sayup ruyup usiaku
luyup memanjang.

Sebagai hujung ranting,
sehelai daun kelabu
digeser angin, olang-aling.

Kukenang, segala terpendam
dalam diri
luluh-lantak, rawan tangis.

Kurendam
sebagai luka, abadi bagai puisi
tak bernoktah hujung baris.

Selamat malam,
secangkir kopi
habis tak habis.

Aku sedar
hidup ini, sedih atau indah
bersekali sepahit, semanis kopi.

Kutunggu fajar,
esok cerah
aku harus hidup lagi.

– Rosli K. Matari
14.7.22

3/. zab

Saya pos masukkan ke dalam whatsApp Pemuisi Nasional. Pantas pula mendapat respons terima kasih daripada Zab Bransah. Saya tahu, gembira benar beliau, bukan kepalang. Sahabat akrab saya, Usman Gumanti Ibrahim, di Kuala Lumpur, antara yang ikut menyusul respons. Namun, catatan beliau: Beruntung Sdr Zab Bransah mendapat sebuah puisi dedikasi daripada Rosli K. Matari. Saya yang puluh-puluhan tahun bersama Rosli, belum pernah mendapat puisi dedikasi daripada beliau.

Saya gelak. Sebenar, puluhan tahun lalu, saya pernah mendraf sebuah puisi untuk Usman. Sempena daripada satu larik ungkapan Borges. Namun, saya simpan sahaja, tidak mengirim kepada media. Oleh itu, dedikasi itu tidak pernah diketahui atau dibaca oleh Usman. Jika nanti dapat diketemu dari celah simpanan, insya-Allah, saya unjukkan kepada Sdr. Usman. Mudah-mudahan, masih ada tersimpan. Amin.

Zab Bransah pula, kemudian cepat mengirimkan satu pesanan whatsApp lagi. Pohon izin untuk beliau kirimkan puisi dedikasi itu kepada potretonline.com di Aceh. Sebenar, saya berasa sedih. Saya berhasrat ingin menyimpan sebagai karya belum pernah tersiar, kegunaan bagi mana-mana kumpulan puisi saya akan datang.

Namun, atas permintaan ikhlas Zab Bransah, justeru besar hatinya demikian, tidak mungkin saya tolakkan. Tiada tergamak untuk tidak saya izinkan. Persahabatan adalah lebih berharga, besar makna. Maka, saya izinkan.

Cepat sahaja potretonline.com menyiarkan. Gembira pula rasa hati saya.

Semenjak itulah, saya akrab dengan Zab Bransah. Sampai kadang-kadang kami bergelak jenaka melalui whatsApp. Dan akhirnya, saya tahu, Zab Bransah rupa-rupa antara penyair kontemporari Aceh yang prolifik dan penting.

Tidak itu sahaja, rahmat Allah SWT, saya sudah mulai akrab juga dengan Mustiar Ar, Tabrani Yunis, dan Hamdani Mulya. Semua ini baris terkemuka penyair mutakhir penting Aceh. Semua ini titik bermula daripada Zab Bransah.

—————-
Penyair Rosli K. Matari (Malaysia) adalah penerima gelar Sasterawan Negeri Kelantan pada tahun 2020, di negeri kelahirannya, dan penerima South East Asia (S.E.A.) Write Award 2021 yang dikurnia oleh Kerajaan Thailand.

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 150x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 134x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 106x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 90x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 89x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Islam

Tadarus – Surah Yunus Ayat 57

March 13, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029
#Doa di Bulan Ramadan

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

March 13, 2026
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
#Ijazah

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

March 13, 2026
Pelukan Bangga Seorang Ibu
Esai

Pelukan Bangga Seorang Ibu

March 13, 2026
Next Post
Gelisah Di Hamparan Sawah

Gelisah Di Hamparan Sawah

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com