Dengarkan Artikel
Oleh : Zahir Mahzar
تَنَزَّلُ الْمَلٰٓئِكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَابِاِذْنِ رَبِّهِمْ ۚ مِّنْ كُلِّ اَمْرٍسَلٰمٌ ۛ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
(Pada malam itu) turun para malaikat & ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur (suatu urusan). Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar. (QS.97:1-5)
Di antara banyak teori sains yang cukup meyakinkan untuk memahami mekanisme takdir di antara mungkin tak ada yang sebaik fisika kuantum, fisika komputasi, teori string1 dan teori relativitas untuk membawa manusia ke realitas yang sangat aneh. Jelas sekali bahwa teori- teori tersebut didasarkan pada penelitian & data-data terbaik yang teramati di alam semesta untuk mencari beberapa konstanta alam. Semua itu menyiratkan bahwa manusia bukan hanya tinggal dalam tatanan kosmik yang meluas tanpa batas di antara jagad paralel,akan tetapi ada alam semesta yang lain di dalam struktur alam semesta yang lebih besar. Katakanlah itu sebagai multiverse. Demikian hierarki hingga menjadi struktur jagad yang paling besar bernama arsyil adhim (omniverse yang agung) sebagai rekursi dari realitas dunia yang semakin asing dan berlipat ganda.
Di dalam sistem dunia yang berlipat-lipat itu, terdapat salinan hampir tak terhingga yang tak dapat dibedakan dari diri sendiri,lalu yang manakah dirimu yang sebenarnya untuk menjalani setiap takdir yang mungkin berubah saat Laylatul Qadr ?. Meskipun itu mungkin pertanyaan yang lebih filosofis, ternyata fisika menemukan cara untuk menghitung seberapa banyak salinan itu kehidupan bisa terbentuk dan yang memungkinkan pengulangan duplikasi seperti itu adalah waktu.
Dari perspektif minimalis, realitas dapat didefinisikan sebagai susunan partikel dalam suatu sistem, karena setiap makhluk hidup memiliki ciri-ciri yang mendefinisikan identitas mereka yang dihasilkan dari susunan partikel tertentu dalam jasad fisiknya. Mungkin ada sesuatu yang kurang dimengerti tentang pembaharuan takdir pada jiwa-jiwa yang berbeda di dalam diri manusia yang pernah, sedang dan akan hidup di muka bumi.
Pandangan banyak ilmuwan hingga saat ini mengenai hal- hal yang dianggap ghaib seperti jiwa dan interaksinya ternyata dapat diukur dan diamati meski terdapat batasan kuantitas materi dan energi yang dapat ditampung di dalam batas wilayah ruang berdiameter δ ≈ 85¹⁵ cm ≈ 92,3 milyar tahun cahaya sebagaimana yang diisyaratkan pada surat Ghafir (40) ayat ke-15….
📚 Artikel Terkait
رَفِيْعُ الدَّرَجٰتِ ذُو الْعَرْشِ ۚ
Yang Maha Tinggi derajat-Nya yang memiliki Arsy…(QS.40:15)
Ayat tersebut menunjukkan sudut lingkaran penuh dimana hisabul jumal kata رَفِيْعُ adalah 200 + 80 + 10 + 70 = 360 diikuti kata الدَّرَجٰتِ yang berarti derajat sehingga 360°. Kata Arsy mengacu pada kata Inggris “arc” (is a part of the circumference of a circle) menjadi indikasi bahwa arsy itu merupakan suatu bentuk kurvatur, yang diisyaratkan nomor surat 40 sebagai derajat perbandingan antara radius alam semesta (ct) dengan radius elektron (r) dan antara gaya listrik elektron dengan gravitasi kuantum proton – elektron.
ct/r ≈ e²/4πε₀GMm ≈ 10⁴⁰
Sedangkan hisabul jumal عرش adalah 70 + 200 + 300 = 570 sebagai penyebut 360 diikuti faktor ayat 15 menunjukkan jarak tahun cahaya x = 15(³⁶⁰/₅₇₀)10¹⁵ = 9,473684.10¹⁵ m = 1 tahun cahaya dan total ayat pada surat tersebut ada 85 yang diikuti faktor eksponen ayat ke-15 menunjukkan diameter alam semesta δ = 85¹⁵ ≈ 8,735422.10²⁸ cm ≈ 92.333.482.445 tahun cahaya,pada perhitungan kosmologi modern mendapati….
δ = 2cηR̶
= 2cR̶ ₀∫ᵗ {- kα² + ⅓Λα⁴ + ⅓α⁴(ρ₂ - ρ₁)}ˉ⁰·⁵ dα
≈ 92,628 milyar tahun cahaya
Alam semesta mengembang dengan kecepatan klasik rata-rata ±3,17825c sehingga jika perhitungan di atas ditarik mundur saat ayat tersebut diwahyukan ±1.404 tahun yang lalu, maka sangat relevan dengan hasil perhitungan kosmologi modern, laju ekspansi alam semesta kian melambat berbanding lurus terhadap waktu sehingga pada saatnya nanti akan lajunya akan benar-benar nol sehingga terjadi keruntuhan besar kemudian mengerut yang menyebebkan aliran entropi terbalik diikuti dengan aliran waktu yang juga seperti itu sehingga dengan demikian di tapal batas alam semesta sana, aliran waktu sudah terbalik dan dinding waktu itulah yang menjadi sekat antara alam semesta kita dengan alam semesta yang lain. Luas itu menyangkut tentang massa m ≈ (¼H₀)²Gˉ¹δ³ ~10⁵³ kg dengan jumlah kemungkinan aturan permutasi yang mengejutkan bagi setiap partikel tersebut adalah 10¹⁰ˆ²² meskipun jumlahnya besar hampir tidak terhingga,namun itulah kunci untuk memahami percabangan realitas.
Jika semua karakteristik yang membuat seseorang dari tekstur rambut, bintik-bintik kulit, lambaian gerakan, mimik wajah saat emosi dapat diatur oleh susunan dan interaksi partikel,maka seseorang dapat direplikasi tanpa henti selama partikel-partikelnya diatur dengan cara yang persis sama. Jumlah partikel yang terbatas di alam semesta yang tidak terbatas memberi tahu kita bahwa konfigurasi partikel ini harus dan akan berulang tanpa akhir menciptakan semua peristiwa yang mungkin, dimana dalam setiap alam semesta muncul kesadaran luar biasa bahwa setiap orang dalam jumlah tak terhingga terletak di suatu tempat di luar cakrawala kosmik kita. Akan tetapi seberapa dekat duplikasi kita di jagad parallel secara klasik ?. Menurut perhitungan Andrè Linde pada sebuah jurnal yang terbit 2 April 2010)
S ~ H̃ˉ³e³ᴺ∭ᴴ к²dк log(δ̃̃ɑкˉ¹)
↓
∴ ɳ ≡ eˢ
≈ exp(Ce³ᴺ)
≈ eᵉˆ¹⁸⁰
≈ 10¹⁰ˆ⁷⁰ buah gelembung alam semesta
Ini taksiran jumlah alam semesta dalam satu multiverse, sedangkan multiverse bagian dari megaverse dengan hierarki seperti ini : universe ➟ multiverse ➟ megaverse ➟ metaverse ➟ xenoverse ➟ hyperverse ➟ omniverse (العرش العظيم). Ini merupakan bentuk indeterminisme yang pertama kali disorot para pakar filsafat kuantum sebagai kesulitan filosofis interpretatif realisme tentang penggunaan teori relativitas umum untuk mendeskripsikan dunia dalam kerangka takdir. Fisika kuantum menunjukkan bahwa realisme tentang manifold massa sebagai bagian dari entitas alam semesta sangat mengikat eksistensi manusia pada indeterminisme, sehingga menimbulkan kesan adanya kehendak bebas namun kebebasannya itu tetap di batasi oleh kondisi tertentu dan eksistensi kehendak bebas lainnya….to be continued []
- Teori string adalah sebuah teori fisika yang mencoba menjelaskan sifat dasar dari alam semesta. Teori ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1960-an dan sejak itu terus berkembang.
↩︎
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






