Dengarkan Artikel
Puisi – puisi ANIES SEPTIVIRAWAN
Tentang Aku dan Engkau
Pada Minggu pagi
wajahmu yang semerbak melati
tak mau berhenti
singggah selalu di hati
engkau seperti udara
tiap detik keluar dan masuk
memompa jantung
meskipun samar, bayang
engkau adalah yang harus berlangsung
engkau adalah semesta kecilku yang
selalu kucinta, kujaga hingga
aku bersamamu terlempar dari
skenario mimpi
situbondo, peb, 25
Bening Bola Mata Itu (I)
(terima kasihku kepada NH)
Bening bola mata itu
Adalah deretan huruf berkilau
Memancar di pelupuk mata
Juga di hatiku yang renta
Bening bola mata itu
Adalah cahaya bintang – bintang
Penunjuk arah satu kebaikan
Kiriman pesan dari dewa – dewi
Bening bola mata itu
Adalah percikan api
Di rimbun belantara
Membakar sunyiku
Aku tak pernah mati
Medio Maret, 2025
KEPADA SEMESTA
Karenamu, aku ada
Karenamu, aku punya cinta
Karenamu, aku bertakhta di atas mihrab sepi
Karenamu, aku menerima restu
: sajadah panjang
13.51 WIB, oct 24
(II)
Aku tak bisa berpaling
Dari pancar kemilau bening
Bola mata itu
Tlah mengajari aku
Mengeja huruf – huruf luka
📚 Artikel Terkait
Bening bola mata itu
Memerangkapku dalam
Ruang tapa semesta hati
Situbondo, 17 Maret 2025
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





