• Latest
Memaknai Kemerdekaan Bangsa Indonesia Yang Berdaulat dan Mandiri Secara Ekonomi - 6a4b4bc9 56c2 4beb 9e49 ea80a5747575 | Dinas Koperasi | Potret Online

Memaknai Kemerdekaan Bangsa Indonesia Yang Berdaulat dan Mandiri Secara Ekonomi

April 14, 2025
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Memaknai Kemerdekaan Bangsa Indonesia Yang Berdaulat dan Mandiri Secara Ekonomi - 1001348646_11zon | Dinas Koperasi | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Memaknai Kemerdekaan Bangsa Indonesia Yang Berdaulat dan Mandiri Secara Ekonomi - 1001353319_11zon | Dinas Koperasi | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Memaknai Kemerdekaan Bangsa Indonesia Yang Berdaulat dan Mandiri Secara Ekonomi - 1001361361_11zon | Dinas Koperasi | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Selasa, April 21, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Memaknai Kemerdekaan Bangsa Indonesia Yang Berdaulat dan Mandiri Secara Ekonomi

Jacob Ereste by Jacob Ereste
April 14, 2025
in Dinas Koperasi, Koperasi
Reading Time: 3 mins read
0
Memaknai Kemerdekaan Bangsa Indonesia Yang Berdaulat dan Mandiri Secara Ekonomi - 6a4b4bc9 56c2 4beb 9e49 ea80a5747575 | Dinas Koperasi | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Jacob Ereste

Meski harus bersabar, 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih baru akan dilaunching pada 12 Juli 2025. Sehingga untuk menyerap tenaga kerja pengangguran dan yang ter-PHK (Terputus Hubungan Kerjanya) akibat ekonomi nasional serta dampak dari perang tarif yang dipicu oleh keputusan Donald Trump diperkirakan akan mulai membaik pada September 2025.

Baca Juga
  • Kopdes Merah Putih Perusak Kemandirian Bangsa
  • Minimarket Koperasi Desa, Bukan Minimarket Biasa

Setidaknya, satu juta tenaga kerja akan terserap dalam Koperasi Desa Merah Putih yang akan berdampak positif terhadap ekonomi rakyat di pedesaan dalam jumlah yang lebih banyak menjadi bagian dari penggerak ekonomi di desa. Sementara Presiden Prabowo Subianto memperkirakan Koperasi Desa Merah Putih mampu menyediakan 1,6 juta lapangan kerja. Namun dari program hilirisasi di bidang perkebunan, kelautan dan perikanan Prabowo Subianto optimis mampu menciptakan 8 juta lapangan kerja.

Kendati tekad dan kemampuan Kementerian Sosial untuk mengatasi 3,17 penduduk miskin yang ekstrem sekarang baru akan teratasi pada tahun 2026, seperti diungkap Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono kepada media. Koperasi Unit Desa (KUD) yang bermula dari koperasi untuk petani tahun 1963 hingga berkembang menjadi Badan Usaha Unit Desa (BUUD) hingga tahun 1979 berdirinya Induk KUD yang mengkoordinasi KUD di seluruh Indonesia, hingga kini masih ada 32 ribu koperasi yang ada di desa.

Baca Juga
  • Koperasi Sebagai Pilihan Badan Hukum Usaha Tambang
  • Koperasi Desa Mengulang Kebijakan Kolonial dan Pepesan Kosong

Sedangkan 52 ribu desa yang belum memiliki koperasi, sehingga semua kekosongan 52 ribu desa itu yang akan dibangun sepenuhnya oleh Koperasi Desa Merah Putih sambil memadukan dengan Koperasi Unit Desa yang sudah ada dengan sistem penataan serta pengelolaan yang digabungkan dengan Koperasi Desa Merah Putih yang akan segera dioperasionalkan.

Sistem pengelolaan Koperasi Unit Desa yang hendak digabung dengan Koperasi Desa Merah Putih, tentu saja sifatnya akan lebih ringan, karena tinggal penyesuaian saja dalam mekanisme tata kelola serta pengawasannya agar semakin berkembang dan bisa memberi lebih banyak manfaat bagi rakyat pedesaan.

Baca Juga
  • Efisiensi Fiskal Koperasi Desa dan Makan Bergizi Gratis
  • TAHUN 2023 : PUNCAK KEMATIAN KOPERASI INDONESIA?

Liputan perluasannya pun meliputi koperasi produsen, koperasi jasa dan koperasi konsumen hingga koperasi simpan pinjam untuk dapat menggerakkan ekonomi rakyat di pedesaan. Yang pasti, fungsi dan peran Koperasi Desa Merah Putih harus mampu menyediakan bahan kebutuhan dan keperluan petani, nelayan, usaha industri rumah tangga, segenap kebutuhan sehari penduduk desa.

Mulai dari bahan serta peralatan yang diperlukan — seperti bibit tanaman, benih ikan, hingga peralatan petani dan nelayan serta usaha industri rumah tangga yang diperlukan sehingga dapat memperlancar usaha dan kerja produktif dengan biaya yang ringan, seperti memberi kredit yang terjangkau, namun tetap berkualitas untuk kemudian mengupayakan dapat menampung dan menyalurkan semua hasil usaha dibayar secara tunai atau sistem titipan untuk dipasarkan atau didistribusikan.

Sebab, hanya dengan cara inilah upaya untuk memutus rantai rente, tengkulak atau pengijon yang selama ini menimbulkan masalah bagi rakyat kecil yang tidak berdaya karena didera kemiskinan.

Oleh karena itu sistem pengawasan yang melekat dan ketat patut dilakukan melalui sistem rolling agar tidak memberi celah dan peluang untuk melakukan persekongkolan jahat mulai dari pengurus koperasi hingga seluruh anggota harus ikut aktif mengawasi secara bersama-sama, sehingga gerakan ekonomi Pancasila yang dicita-citakan dari proklamasi bangsa dan negara Indonesia seperti yang termaktub dalam UUD 1945 dapat terwujud. Tidak hanya termangu takjub di depan pintu gerbang kemerdekaan semata.

Agaknya, begitulah harapan besar bangsa dan negara Indonesia memaknai kemerdekaan yang berdaulat serta mandiri secara ekonomi, untuk mengatasi masalah kemiskinan agar dapat mencerdaskan kehidupan bangsa yang lebih beradab.

Banten, 13 April 2025

Share234SendTweet146Share
Jacob Ereste

Jacob Ereste

Next Post

Literasi Tak Lagi Membosankan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com