• Latest
Merajut Toleransi di Tengah Keberagaman - b8432622 6150 4289 9418 3765073c9fe6 scaled | Aksi Sosial | Potret Online

Merajut Toleransi di Tengah Keberagaman

Maret 16, 2025
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Merajut Toleransi di Tengah Keberagaman - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Aksi Sosial | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Merajut Toleransi di Tengah Keberagaman - b8432622 6150 4289 9418 3765073c9fe6 scaled | Aksi Sosial | Potret Online

Merajut Toleransi di Tengah Keberagaman

Redaksi by Redaksi
Maret 16, 2025
in Aksi Sosial, Baca Puisi, Berbagi, Diafragma
Reading Time: 8 mins read
0
595
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

GKJW Madiun, GUSDURian, dan Kelompok Lintas Iman Gelar Buka Puasa Bersama

Dalam semangat mempererat persaudaraan dan merawat keberagaman, Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Madiun bersama GUSDURian Madiun serta kelompok lintas iman menggelar acara Bagi Takjil dan Buka Bersama pada Sabtu (15/3). Kegiatan yang berlangsung di Basement GKJW Jemaat Madiun, Jl. Panglima Sudirman No. 13, Kota Madiun, ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dari beragam latar belakang agama dan organisasi.

Hadir dalam acara ini Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), BEM STAINU Madiun, IPNU-IPPNU, Jaringan Kebudayaan Madiun, serta masyarakat umum lainnya. Sejumlah tokoh masyarakat turut serta dalam kegiatan ini, di antaranya Pendeta Brahm Kharismatius, Yakobus Wasit, Fileski Walidha Tanjung, Titus Tri Wibowo, Agnes Adhani, Dian Widiyawati, Nugroho Budi Wibowo, dan Ulil Absor.

Acara ini bertujuan memupuk solidaritas dan kebersamaan antar umat beragama. Haris Saputra, Koordinator GUSDURian Madiun, menegaskan bahwa kegiatan ini rutin digelar setiap tahun di bulan Ramadan.

“Acara ini rutin diadakan setiap tahun. Harapannya, semoga semangat kebersamaan ini menular ke berbagai elemen masyarakat lainnya,” ujar Haris.

Meskipun hujan sempat mengguyur Kota Madiun, semangat para peserta tidak surut. Mereka tetap bersemangat membagikan ratusan paket takjil kepada para pengguna jalan di depan GKJW Madiun.

Pendeta GKJW Madiun, Brahm Kharismatius, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti bahwa kerukunan antar umat beragama bisa terus terjaga.

“Kami ingin menunjukkan bahwa di Madiun ini, kita hidup rukun dan damai. Harapannya, kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas,” ungkapnya.

Selain pembagian takjil dan buka puasa bersama, acara ini juga diisi dengan Sarasehan Kebangsaan, doa lintas iman, serta pembacaan puisi menjelang berbuka.

Sastrawan Fileski Walidha Tanjung membuka sarasehan dengan pembacaan puisi bertema toleransi dan harmoni dalam keberagaman, yang dikolaborasikan dengan gerak tari oleh Nugroho Budi Wibowo. Puisi karya Fileski yang lainnya juga dibacakan oleh Dian Widiyawati dan Viktoria Oso.

Suasana semakin hangat ketika peserta meneriakkan yel-yel persatuan:

“Ubur-ubur ikan lele — NKRI harga mati, lee!”

Gelak tawa dan sorak sorai memenuhi ruangan, menciptakan momen kebersamaan yang penuh keakraban.

Koordinator GUSDURian Madiun, Haris Saputra, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi simbol komitmen untuk membangun hubungan lintas agama yang lebih inklusif.

“Kita harus berani keluar dari zona nyaman dalam melihat hubungan antarumat beragama. Semoga ini menjadi pemicu semangat toleransi yang lebih luas di masa mendatang,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pesan dari Gus Dur, bahwa umat Muslim tidak hanya meminta dihormati saat berpuasa, tetapi juga harus menghormati mereka yang tidak berpuasa. 

“Acara ini adalah refleksi nyata bahwa keberagaman adalah anugerah. Melalui seni, kita bisa menyampaikan pesan toleransi dengan cara yang lebih mendalam dan menyentuh hati. Semoga kebersamaan ini menjadi inspirasi bagi banyak orang.” Ujar Fileski. 

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat solidaritas di tengah keberagaman. Kita membutuhkan lebih banyak ruang dialog dan kebersamaan seperti ini agar persatuan di masyarakat semakin kokoh.” Ujar Titus Tri Wibowo. 

Dengan adanya acara ini, GKJW Madiun dan seluruh elemen yang terlibat berharap semangat kebersamaan terus tumbuh dan menjadi penguat toleransi di Kota Madiun.

“Semoga ini bukan sekadar acara tahunan, tapi menjadi gerakan yang menginspirasi banyak orang untuk terus menjaga harmoni dan persaudaraan lintas iman,” tutup Pendeta Brahm Kharismatius.

Melalui kegiatan ini, Madiun kembali menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang bisa menyatukan. Semangat persaudaraan dan kebersamaan akan terus berkobar, menebarkan cahaya toleransi bagi negeri. 

Berikut beberapa puisi karya Fileski yang dibacakan di acara ini: 

Sajadah dan Salib 

Langit biru tanpa sekat-sekat  

sajadah terhampar luas

dan salib menjulang tinggi ke atas 

di antara cakrawala doa-doa 

Angin bertanya: “Kemana arah doamu itu mengudara?”  

Baca Juga

Merajut Toleransi di Tengah Keberagaman - 0de6a75d 407f 445b a4c7 06dc3a7dae47 | Aksi Sosial | Potret Online

Halimah Munawir Gugat Diam atas Bencana Aceh di TIM

Desember 27, 2025
Merajut Toleransi di Tengah Keberagaman - 54b155ce 31cf 4790 9de3 79acfbcb922d | Aksi Sosial | Potret Online

AKSI! Pemuda Bergerak, Pelestarian Lingkungan

November 29, 2025
Merajut Toleransi di Tengah Keberagaman - ff7fe644 af5c 4c2f 9258 5d890736dd2d | Aksi Sosial | Potret Online

Puisi yang Menyentuh dan Lukisan yang Berbicara di Pundensari

September 10, 2025

Ia mengantarkan kepasrahan menuju kedamaian 

Ia menyampaikan keikhlasan menuju 

yang tanpa pilih kasih.  

Jangan kau titipkan dingin pada angin,  

sebab ia tak pernah kenal rumah, 

ia hanya kenal perjalanan.  

Seperti diriku dan dirimu

dua hati dengan kitab yang berbeda,  

tapi doa kita 

sama-sama menanam keteduhan. 

Jika engkau adalah matahari,  

jangan biarkan pepohonan meranggas 

Jika engkau adalah gunung

maka jadilah bayang-bayang.  

Karena tanpa bayang-bayang,  

matahari hanya kesepian di puncak

kesombongan.

2025 

Jendela dan Hujan 

Hujan mengetuk jendelaku,  

mengirim irama yang sama di hatimu.  

Apakah hujan bertanya sebelum ia turun:

“Hai yang di bawahku, apa agamamu?”

kurasa hujan tak akan bertanya

seperti itu

Toleransi adalah tetes-tetes hujan,  

ia datang dari langit yang sama,  

membasahi bumi tanpa pilih nama

Sekalipun matahari

tak akan bisa menghadang derasnya

yang berjatuhan di taman-tamanmu.  

Sebab tanpa tamanmu

lebah pun enggan bercumbu 

dan bunga-bungaku

 juga akan layu.  

2025

Lilin di Rumah Besar (dibacakan Viktoria Oso) 

Rumah besar ini,  

dibangun dengan pilar-pilar

Satu lilin tak akan cukup memberikan terangnya

sekalipun engkau lilin yang sangat besar

tak akan mampu menyingkap

lorong-lorong gelap rumah ini.

Engkau datang membawa cahaya

meski dengan warna yang berbeda

Aku pun berpijar,

bukan berarti cahayaku lebih terang

dari cahayamu  

Jadi biarkan jendela rumah ini terbuka, 

biarkan sinar purnama itu masuk kedalamnya

seperti toleransi yang menyala-nyala

di dada kita.  

Kita adalah lilin-lilin kecil yang menyala

dan perlahan meleleh seperti waktu

pada ujungnya, apa yang tersisa selain gelap dan kesendirian?

Bukankah seribu lilin kecil yang berpijar,

yang tersebar, yang menjalar

lebih baik daripada satu lilin yang besar

yang menyala sendirian.

Sebab kebersamaan dalam pijar adalah rahmat

yang menjadikan rumah kita terasa hangat.

2025 

Nafas yang Sama (dibacakan Dian Widiyawati) 

Di pasar kecil di sudut kota,  

aku mendengar azan dan lonceng gereja bersahut-sahutan

dari keduanya kudengar nafas 

yang tak mengenal keangkuhan

yang tak mengenal kesombongan 

Jangan kau tanyakan apa yang dihirup

oleh mayoritas

atau seberapa banyak udara yang

menjadi hak para minoritas

sebab tak ada yang bisa menggenggam udara, apalagi memilikinya

Bukankah nafas adalah pemberian-Nya

bernafas adalah 

bermakna menghirup dan melepas

kita hidup untuk

belajar menerima dan melepas

tak mungkin kita bisa menghirup

 tanpa melepas.

ADVERTISEMENT

Jika ada yang lupa cara bernafas

sesungguhnya ia telah mati

meski detak detiknya masih berlari.

2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 342x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 312x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare238Tweet149
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Next Post

Moral yang Ikut Terguling

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com