POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Derita Ribuan Buruh Sritex dan Yamaha

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
February 28, 2025
Derita Ribuan Buruh Sritex dan Yamaha
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Langit Sukoharjo mendung. Angin berbisik pilu. Di balik tembok pabrik Sritex, ribuan buruh berdiri bagai patung. Mata mereka kosong. Hati mereka hancur. 6.660 jiwa. 6.660 mimpi. 6.660 harapan yang tiba-tiba direnggut oleh putusan pailit. Pailit. Satu kata yang mengubah hidup mereka menjadi abu.

Prabowo pernah berjanji. Janji penyelamatan. Tapi di mana janji itu kini? Sirna. Hilang ditelan waktu. Buruh-buruh ini hanya bisa menatap masa depan yang suram. Puasa menjelang. Lebaran mendekat. Tapi di mana uang untuk beli beras? Di mana uang untuk baju baru anak-anak? Di mana uang untuk sesuap nasi?

Surat PHK. Kertas itu kini menjadi saksi bisu penderitaan mereka. Tangan-tangan kasar yang dulu memintal benang, kini gemetar mengisi formulir. Formulir yang seolah berkata, “Kalian tak dibutuhkan lagi.” Jaminan Hari Tua (JHT)? Itu harapan terakhir. Tapi berapa lama lagi harus menunggu? Sementara perut lapar tak bisa ditunda.

Gaji? Ah, gaji. Februari lalu telat delapan hari. Delapan hari yang terasa seperti delapan tahun. Cicilan menumpuk. Utang menggunung. Anak-anak menangis minta makan. Istri mengeluh tak punya uang. Lelaki-lelaki ini hanya bisa menunduk. Malu. Marah. Tapi tak bisa berbuat apa-apa.

Di Bekasi dan Pulo Gadung, nasib serupa menimpa buruh PT. Yamaha Musik Indonesia. 1.100 jiwa. 1.100 cerita. Pabrik akan ditutup. Produksi pindah ke China. Ke Jepang. Lalu mereka? Di mana tempat mereka? Di mana masa depan mereka?

“Kami hanya angka,” bisik seorang buruh. Suaranya parau. Matanya basah. “Kami hanya mesin yang bisa diganti kapan saja.”

📚 Artikel Terkait

Pembunuhan Demokrasi yang Sedang Bertumbuh dan Berkembang di Indonesia

Ramadhan Traditions: The Malaysian Way of Welcoming the Holy Month

Prabowo Tetap Bersikukuh Tak Mau Status Bencana Nasional

HABIBIE, TEKNOLOGI DAN CINTA SEJATI, Kenangan Yang Tak Terlupa

Mereka bukan mesin. Mereka manusia. Mereka ayah. Ibu. Anak. Mereka punya mimpi. Punya keluarga. Punya hidup yang harus dijalani. Tapi dunia ini kejam. Kapitalisme tak punya hati. Uang lebih berharga dari air mata.

Di sudut pabrik, seorang buruh tua duduk termangu. Rambutnya sudah memutih. Tangannya penuh kapalan. “Umurku tak muda lagi,” gumamnya. “Siapa yang mau terima aku kerja?” Suaranya pecah. Air matanya jatuh.

Mereka bukan sekadar angka. Mereka adalah cerita. Cerita tentang perjuangan. Tentang ketabahan. Tentang air mata yang tak pernah terdengar.

Langit masih mendung. Angin masih berbisik pilu. Di balik tembok pabrik, tangis mereka bergema. Tapi siapa yang mendengar? Siapa yang peduli?

Derita buruh Sritex dan Yamaha adalah derita kita semua. Di bumi perjuangan ini, air mata mereka adalah cermin kegagalan kita. Kegagalan untuk melindungi. Kegagalan untuk peduli. Mereka menangis. Tapi dunia tetap diam.

Hal paling menyedihkan lagi. Di tengah gelombang PHK massal itu, korupsi merajalela. Kerugian negara di tambang timah 300 triliun. Pertamina 193,7 triliun. Kasus gula impor 579,15 miliar. Para koruptornya mulai ditangkapi Kejagung. Rakyat menderita. Para pejabatnya foya-foya dengan uang haram. Wajar apabila tagar #KaburAjaDulu menjadi trending.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Pria Yang Merindukan Prostatnya

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00