• Latest
Derita Ribuan Buruh Sritex dan Yamaha - 984678ad cd1d 4f90 8d3a ad54f0ac749e | #Nasib Buruh | Potret Online

Derita Ribuan Buruh Sritex dan Yamaha

Februari 28, 2025
93f22f86-ef8e-40bd-be7a-654413740c48

Pasar, Telur, dan Sebuah Catatan Kebudayaan dari Pundensari

April 20, 2026
7bf2ddcd-f2b6-4ca2-97c0-0cc808683181

Sigupai Mambaco Gelar “Mahota Buku” April di Abdya, Diskusikan Peran Perempuan hingga Kritik Sosial

April 20, 2026
Derita Ribuan Buruh Sritex dan Yamaha - IMG_9514 | #Nasib Buruh | Potret Online

Aceh Tak Butuh Senjata untuk Merdeka

April 20, 2026
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Derita Ribuan Buruh Sritex dan Yamaha

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Februari 28, 2025
in #Nasib Buruh, Bingkai Utama, Buruh, Essay
Reading Time: 2 mins read
0
Derita Ribuan Buruh Sritex dan Yamaha - 984678ad cd1d 4f90 8d3a ad54f0ac749e | #Nasib Buruh | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Rosadi Jamani

Langit Sukoharjo mendung. Angin berbisik pilu. Di balik tembok pabrik Sritex, ribuan buruh berdiri bagai patung. Mata mereka kosong. Hati mereka hancur. 6.660 jiwa. 6.660 mimpi. 6.660 harapan yang tiba-tiba direnggut oleh putusan pailit. Pailit. Satu kata yang mengubah hidup mereka menjadi abu.

Prabowo pernah berjanji. Janji penyelamatan. Tapi di mana janji itu kini? Sirna. Hilang ditelan waktu. Buruh-buruh ini hanya bisa menatap masa depan yang suram. Puasa menjelang. Lebaran mendekat. Tapi di mana uang untuk beli beras? Di mana uang untuk baju baru anak-anak? Di mana uang untuk sesuap nasi?

Surat PHK. Kertas itu kini menjadi saksi bisu penderitaan mereka. Tangan-tangan kasar yang dulu memintal benang, kini gemetar mengisi formulir. Formulir yang seolah berkata, “Kalian tak dibutuhkan lagi.” Jaminan Hari Tua (JHT)? Itu harapan terakhir. Tapi berapa lama lagi harus menunggu? Sementara perut lapar tak bisa ditunda.

Gaji? Ah, gaji. Februari lalu telat delapan hari. Delapan hari yang terasa seperti delapan tahun. Cicilan menumpuk. Utang menggunung. Anak-anak menangis minta makan. Istri mengeluh tak punya uang. Lelaki-lelaki ini hanya bisa menunduk. Malu. Marah. Tapi tak bisa berbuat apa-apa.

Di Bekasi dan Pulo Gadung, nasib serupa menimpa buruh PT. Yamaha Musik Indonesia. 1.100 jiwa. 1.100 cerita. Pabrik akan ditutup. Produksi pindah ke China. Ke Jepang. Lalu mereka? Di mana tempat mereka? Di mana masa depan mereka?

“Kami hanya angka,” bisik seorang buruh. Suaranya parau. Matanya basah. “Kami hanya mesin yang bisa diganti kapan saja.”

Mereka bukan mesin. Mereka manusia. Mereka ayah. Ibu. Anak. Mereka punya mimpi. Punya keluarga. Punya hidup yang harus dijalani. Tapi dunia ini kejam. Kapitalisme tak punya hati. Uang lebih berharga dari air mata.

Di sudut pabrik, seorang buruh tua duduk termangu. Rambutnya sudah memutih. Tangannya penuh kapalan. “Umurku tak muda lagi,” gumamnya. “Siapa yang mau terima aku kerja?” Suaranya pecah. Air matanya jatuh.

Mereka bukan sekadar angka. Mereka adalah cerita. Cerita tentang perjuangan. Tentang ketabahan. Tentang air mata yang tak pernah terdengar.

Langit masih mendung. Angin masih berbisik pilu. Di balik tembok pabrik, tangis mereka bergema. Tapi siapa yang mendengar? Siapa yang peduli?

Derita buruh Sritex dan Yamaha adalah derita kita semua. Di bumi perjuangan ini, air mata mereka adalah cermin kegagalan kita. Kegagalan untuk melindungi. Kegagalan untuk peduli. Mereka menangis. Tapi dunia tetap diam.

Hal paling menyedihkan lagi. Di tengah gelombang PHK massal itu, korupsi merajalela. Kerugian negara di tambang timah 300 triliun. Pertamina 193,7 triliun. Kasus gula impor 579,15 miliar. Para koruptornya mulai ditangkapi Kejagung. Rakyat menderita. Para pejabatnya foya-foya dengan uang haram. Wajar apabila tagar #KaburAjaDulu menjadi trending.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Share234SendTweet146Share
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Next Post
Derita Ribuan Buruh Sritex dan Yamaha - IMG 20250228 WA0005 | #Nasib Buruh | Potret Online

Pria Yang Merindukan Prostatnya

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com