POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Teknologi dan Kebebasan itu

RedaksiOleh Redaksi
October 28, 2016
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Nina Rahayu Nadea
Berdomisili di Bandung
Tak dipungkiri keberadaan tekhnologi yang semakin canggih memudahkan kita mendapatkan informasi terkini. Up to date. Dengan gampangnya membaca, melihat dan menonton apapun yang ada dalam media tersebut. HP yang canggih, i-pad, tablet yang dengan bebas dibawa anak untuk kemajuan dan supaya tidak ketinggalan jaman. Mereka menjadikan benda tersebut layaknya sahabat, yang selalu dibawa ke mana pun. Tak mau sedetik pun ketinggalan Di tempat tidur, di ruang makan, saat menonton televisi, benda ini selalu ada di sisinya.
Mereka lupa bahwa di sekeliling mereka ada mahluk sosial yang sama membutuhkan. Tapi apa benar begitu? Sementara lingkungan yang lain pun sama. Sama sibuknya menikmati gadget, menikmati tehknologi tanpa pernah memikirkan kembali sosialisasi di sekitarnya.
Pun di lingkungan sekolah. Kehadiran gadget dan sejenisnya telah membuat khawatir para guru. Seringkali mereka menelan ludah dan merasakan was-was berlebih dengan prilaku anak-anak yang cenderung ‘kurang tatakrama, kurang disiplin’. Kendati larangan membawa HP dan sejenisnya jelas tertera di tata tetib. Tapi tetap saja kecolongan. Betapa tidak keberadaan tekhnologi ini telah membuat anak-anak bersifat individualisme terfokus untuk gadget dan tak mau menerima saran dari orang lain. 
Kekhawatiraan Orang tua
Keadaan sekitar dan situasi yang memang membuat ragu orang tua untuk melepas anak begitu saja. Orang tua khawatir tentang keadaan anak ketika berada di luaran. Perlu adanya alat komunikasi, perlu sarana yang dapat memudahkan mereka memantau anak-anak. Sehingga pada akhirnya memutuskan untuk memberikan HP.
Situasi yang kemudian menyebabkan anak asik dengan komunikasinya, tanpa pernah sungkan atau tanpa pernah takut untuk bepergian karena dapat berkomunikasi dengan HP tersebut.
Tapi banyak diantara anak yang ingin memiliki alat komunikasi hanya untuk bergaya-gaya, tidak mau disebut anak kampungan karena tidak mengenal tekhnologi. Coba tengok saja anak- anak sekarang. Kebanyakan mereka akan berontak dan menolak ketika orang tua memberikan HP yang biasa saja, dengan fasilitas SMS dan telepon. Untuk mencari informasi, supaya tidak ketinggalan jaman, itulah rengekan pada orang tua agar dibelikan barang yang lebih canggih. 
Ada banyak pemikiran yang menyebabkan orang tua pada akhirnya mengabulkan keinginan anak. Takut anaknya minder, tidak punya teman, berlaku nekad itu beberapa alasan sehingga tanpa berfikir dua kali mereka mengabulkan keinginan anaknya tersebut.
Alasan lain dari orang tua adalah karena anaknya takut main di luar rumah, takut terbawa arus jika keinginanya ditolak. Tapi apa kenyataannya? Banyak anak yang kemudian semakin asik sendiri dengan HP. Banyak anak yang kemudian tergerus dan semakin tertarik untuk melihat gambar-gambar unik di dalamnya.
Gambar unik? Nah ini yang biasanya awal dari keinginan para remaja melakukan sesuatu. Melihat gambar unik biasa itu tidak masalah tapi ketika anak dituntut untuk melihat gambar yang bukan waktunya. Gambar pornografi itulah yang biasanya membuat anak ketagihan dan kemudian kembali melihat foto-foto tersebut. 
Kekebasan yang diberikan orang tua, dimanfaatkan anak untuk melihat hal-hal yang sebenarnya tidak patut. Secara, banyak anak di usia seperti itu yang mempuyai perasaan yang tinggi, ingin melihat dan melihat lebih jauh. Dan mirisnya lagi banyak anak yang kemudian melakukannya. Astagfirullah. 
Tak heran jika kemudian anak semakin berani menonton, melakukan berduaan dengan pasangannya. Yang lebih mengkhawatirkan adalah banyak mereka yang melakukannya di tempat warnet, di tempat terbuka yang seharusnya dijadikan untuk umum malah dijadikan tempat untuk berpacaran.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah ketika anak SMP yang secara terbuka, secara terang-terangan menggandeng atau mencium pasangannya di depan umum. Apakah ini bukan suatu pertanda merosotnya nilai-nilai akhlak? Mereka sudah tidak lagi memandang siapa yang di sekelilingnya. Rasa malu sudah luntur. Ini terbalik, malah orang yang melihat mereka malu, sementara yang melakukannya hanyalah cuek bebek dengan sekelilingnya. Asik dengan dunianya, asik dengan yang dilakukannya. Pengaruh tekhnologi memang luar biasa.
Yang harus dilakukan orang tua?
Pengawasan. Sedari awal orang tua seharusnya mempertimbangkan masak-masak ketika memfasilitasi anak dengan HP yang canggih. Biarlah sebagai orang tua dikatakan kolot, dikatakan tidak mengikuti trend, tidak mengikuti jaman, jika pada akhirnya anak yang menjadi korban.
Berilah anak dengan fasilitas HP, biasa saja. tanpa ada fasilitas lain yang kemudian menggiring mereka melakukan hal-hal negatif. Apalagi ketika anak belum cukup umur. Karena secara pada kenyatannya, kini banyak sekali disaksikan anak TK, anak SD. Mereka terbiasa membawa tablet, memakai blackberry dan lainnya. Apa itu tidak berpengaruh terhadap kestabilan emosinya? Psikologisnya terganggu? Ketika tiba-tiba saja melihat foto atau apalah yang belum pantas untuk dilihatnya.
Berikan anak, barang yang sesuai kebutuhannya umurnya. Ketika anak dianggap sudah stabil, sudah pandai memilih mana yang baik dan mana yang benar. Sudah pandai untuk menolak sebuah ajakan yang pada nantinya akan menggiring mereka pada hal yang negatif.
Sebagai orang tua, selalu terbuka pada anak. Ajaklah mereka selalu untuk berkomunikasi dan berkomunikasi. Jauhkanlah gadget, HP atau semacamnya, ketika berkumpul bersama. Luangkan waktu untuk selalu bercengkrama dengan mereka. Tidak asik bukan, ketika acara bersama, bertatap muka, tetapi kenyataannya malah mereka asik dengan gadget masing-masing. Asik dengan teman mayanya masing-masing. Maksimalkanlah semua pertemuan yang dimiliki dengan leluasa. Pastikan anak-anak begitu membutuhkan orang tua. Berbicara dan bercengkrama itu indah, apalagi ketika anak-anak didera masalah. Siapa lagi yang akan membantu melapangkan hatinya, kalau bukan kita sebagai orang tua. Jangan sampai anak terbuka pada yang lain. Sementara pada orang tua begitu tertutup. Jadilah orang tua sebagai teman curhatnya. Orang tua adalah teman dan sahabat untuk mereka.***

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 138x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Wirausaha, Peluang Emas Para Mahasiswa Era Digital

Tangan-Tangan Gelap dan Keserakahan yang Menjamur: Korupsi

Puisi- Puisi Tasya Febrianda

Plusnya Kuambil, Minusnya Kubuang

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Filosofi Kapak dan Guru Berkualitas

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00