• Latest
Puisi- Puisi Tasya Febrianda - 1000335525 | Aceh Barat Daya | Potret Online

Puisi- Puisi Tasya Febrianda

Februari 14, 2025
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Puisi- Puisi Tasya Febrianda

Redaksi by Redaksi
Februari 14, 2025
in Aceh Barat Daya, Puisi Remaja, Sastra
Reading Time: 3 mins read
0
Puisi- Puisi Tasya Febrianda - 1000335525 | Aceh Barat Daya | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Bulan Yang Bersinar


Oleh Tasya Febrianda

Bulan yang bersinar
Menyinari malam yang gelap
Dimana yang lain terlelap
Dalam bayangan mimpinya

Sesosok yang tidur lalu terbangun
Tidur kembali,dan bangun kembali
Terkadang tidurnya terlelap
Terkadang juga tidurnya terusik

Hari yang dijalaninya cukup indah
Dia yang memancarkan senyum dibibirnya
Seolah hal yang baru telah berlalu
Mungkin, berlalunya hanya sejenak

Dia yang selalu dibanggakan
Terkadang juga direndahkan
Dia yang selalu disemangatkan
Terkadang juga dipatahkan

Ya,dia cukup hebat melupakannya
Dimana di pagi hari dilupakan
Tetapi pada malam hari diingatnya
Dia cukup hebat, bukan?

Malaikat tak Bersayapku
Oleh Tasya Febrianda

Ibuku seorang wanita hebat
Melawan semua rasa yang penat
Ibuku sosok yang penyemangat
Memberiku senyuman yang hangat

Terkadang tutur katanya lembut
Terkadang juga tutur katanya kasar
Tetapi dia juga sangat cerewet
Tapi aku yakin itu terbaik untukku

Ibuku memang bukan seorang dokter
Tapi sakit mana yang tidak disembuhnya
Ibuku juga bukan seorang chef
Tapi masakan mana yang lezat dari masakannya

Terkadang aku di dibanggakan
Terkadang juga aku diremehkan
Tetapi aku juga dimengerti
Tapi tak sepenuhnya dimengerti

Aku sangat menyayangi ibuku
Aku juga sangat mencintainya
Melebihi cintaku pada diriku
Dia adalah malaikat tak bersayapku
 

Pahlawanku
Oleh : Tasya Febrianda

Dia lelaki yang tak kenal panas
Adakalanya dia lelah akan semua
Tetapi dia tidak pernah menyerah
Itu semua dia lakukan untukku

Dia terus mencari dan mencari
Ada sewaktu dia pergi
Namun dia kembali lagi
Begitulah terus dan seterusnya

Terkadang tutur katanya lembut
Terkadang juga tutur katanya keras
Dia tidak pernah memaksa kehendakku
Dia juga tidak pernah memaksa apa yang diinginkannya

Dia adalah pahlawanku
Bukan pahlawan kesiangan
Bukan juga pahlawan yang didongeng
Dia pahlawan tetapi bukan pahlawan ugal-ugalan

 
Bangkit Kembali
Oleh : Tasya Febrianda

Seorang yang menjadi penyemangat
Yang menjadi contoh bagi adik adiknya
Yang harus kuat walau tak sepenuhnya

Dia sosok yang menjadi penyemangatku
Dimana yang lain ngeremehin ku
Dia sosok yang mampu membangkitkanku
Disaat semua orang menjatuhkanku

Dia sangat hebat menasehatiku
Namun tidak dengan dirinya
Dia juga hebat menyemangatiku
Namun tidak bagi dirinya

Dia berkata kepadaku
Bahwa aku pasti bisa
Dia juga berkata kepadaku
Tunjukkan apa yang kamu bisa

Dia kenal dengan lelah
Tetapi dia tak pernah menyesal
Dia juga kenal dengan kegagalan
Tetapi dia bangkit dari kegagalan

*Penulis adalah peserta kelas menulis Sigupai Mambaco yang sekolah di MTsN 1 Aceh Barat Daya

Tags: #Puisi
Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Puisi- Puisi Tasya Febrianda - e76c585c b71b 4151 b1cc 946d87a33a66 1 | Aceh Barat Daya | Potret Online

Kontribusi Ulama Aceh dalam Menghidupkan Budaya Menulis Era 1600-1700 M.

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com