POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Aceh Barat Daya

Puisi- Puisi Tasya Febrianda

Redaksi by Redaksi
Februari 14, 2025
in Aceh Barat Daya, Puisi Remaja, Sastra
0
Puisi- Puisi Tasya Febrianda - 1000335525 | Aceh Barat Daya | Potret Online

Bulan Yang Bersinar


Oleh Tasya Febrianda

Bulan yang bersinar
Menyinari malam yang gelap
Dimana yang lain terlelap
Dalam bayangan mimpinya

Baca Juga
  • Puisi- Puisi Tasya Febrianda - 24C8C115 B780 4738 A80D 96CDDA595009 | Aceh Barat Daya | Potret Online
    Aceh
    Ayah Kapan Kembali
    26 Des 2022
  • Puisi- Puisi Tasya Febrianda - 7F330BF9 3E06 4639 8378 D72F1949C72B scaled | Aceh Barat Daya | Potret Online
    POTRET Budaya
    Bunda Siapa Meminta – Minta?
    28 Jan 2023

Sesosok yang tidur lalu terbangun
Tidur kembali,dan bangun kembali
Terkadang tidurnya terlelap
Terkadang juga tidurnya terusik

Hari yang dijalaninya cukup indah
Dia yang memancarkan senyum dibibirnya
Seolah hal yang baru telah berlalu
Mungkin, berlalunya hanya sejenak

Baca Juga
  • Puisi- Puisi Tasya Febrianda - 8e8d190d 6c18 4b38 bb29 bc8d7e0a3c96 | Aceh Barat Daya | Potret Online
    Padang Panjang
    Akhir Desember, Buku “Puisi Cinta untuk Palestina” Diluncurkan di Pendopo Wali Kota Padang Panjang.
    06 Des 2023
  • 02
    Fiksi
    KEPADA PARA PEREMPUAN, IBU KAMI
    22 Des 2021

Dia yang selalu dibanggakan
Terkadang juga direndahkan
Dia yang selalu disemangatkan
Terkadang juga dipatahkan

Ya,dia cukup hebat melupakannya
Dimana di pagi hari dilupakan
Tetapi pada malam hari diingatnya
Dia cukup hebat, bukan?

Baca Juga
  • Puisi- Puisi Tasya Febrianda - IMG_8932 | Aceh Barat Daya | Potret Online
    POTRET Budaya
    INTROSPEKSI DIRI
    12 Apr 2024
  • 02
    POTRET Budaya
    Untaian Puisi Zab Bransah
    11 Mar 2024

Malaikat tak Bersayapku
Oleh Tasya Febrianda

Ibuku seorang wanita hebat
Melawan semua rasa yang penat
Ibuku sosok yang penyemangat
Memberiku senyuman yang hangat

Terkadang tutur katanya lembut
Terkadang juga tutur katanya kasar
Tetapi dia juga sangat cerewet
Tapi aku yakin itu terbaik untukku

Ibuku memang bukan seorang dokter
Tapi sakit mana yang tidak disembuhnya
Ibuku juga bukan seorang chef
Tapi masakan mana yang lezat dari masakannya

Terkadang aku di dibanggakan
Terkadang juga aku diremehkan
Tetapi aku juga dimengerti
Tapi tak sepenuhnya dimengerti

Aku sangat menyayangi ibuku
Aku juga sangat mencintainya
Melebihi cintaku pada diriku
Dia adalah malaikat tak bersayapku
 

Pahlawanku
Oleh : Tasya Febrianda

Dia lelaki yang tak kenal panas
Adakalanya dia lelah akan semua
Tetapi dia tidak pernah menyerah
Itu semua dia lakukan untukku

Dia terus mencari dan mencari
Ada sewaktu dia pergi
Namun dia kembali lagi
Begitulah terus dan seterusnya

Terkadang tutur katanya lembut
Terkadang juga tutur katanya keras
Dia tidak pernah memaksa kehendakku
Dia juga tidak pernah memaksa apa yang diinginkannya

Dia adalah pahlawanku
Bukan pahlawan kesiangan
Bukan juga pahlawan yang didongeng
Dia pahlawan tetapi bukan pahlawan ugal-ugalan

 
Bangkit Kembali
Oleh : Tasya Febrianda

Seorang yang menjadi penyemangat
Yang menjadi contoh bagi adik adiknya
Yang harus kuat walau tak sepenuhnya

Dia sosok yang menjadi penyemangatku
Dimana yang lain ngeremehin ku
Dia sosok yang mampu membangkitkanku
Disaat semua orang menjatuhkanku

Dia sangat hebat menasehatiku
Namun tidak dengan dirinya
Dia juga hebat menyemangatiku
Namun tidak bagi dirinya

Dia berkata kepadaku
Bahwa aku pasti bisa
Dia juga berkata kepadaku
Tunjukkan apa yang kamu bisa

Dia kenal dengan lelah
Tetapi dia tak pernah menyesal
Dia juga kenal dengan kegagalan
Tetapi dia bangkit dari kegagalan

*Penulis adalah peserta kelas menulis Sigupai Mambaco yang sekolah di MTsN 1 Aceh Barat Daya

Tags: #Puisi
Previous Post

Tidak Ada yang Abadi, Semuanya Berubah:Cerita Masa Kecil

Next Post

Kontribusi Ulama Aceh dalam Menghidupkan Budaya Menulis Era 1600-1700 M.

Next Post
Puisi- Puisi Tasya Febrianda - e76c585c b71b 4151 b1cc 946d87a33a66 1 | Aceh Barat Daya | Potret Online

Kontribusi Ulama Aceh dalam Menghidupkan Budaya Menulis Era 1600-1700 M.

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah