POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Aceh Barat Daya

Puisi- Puisi Tasya Febrianda

Redaksi by Redaksi
Februari 14, 2025
in Aceh Barat Daya, Puisi Remaja, Sastra
0
Puisi- Puisi Tasya Febrianda - 1000335525 | Aceh Barat Daya | Potret Online

Bulan Yang Bersinar


Oleh Tasya Febrianda

Bulan yang bersinar
Menyinari malam yang gelap
Dimana yang lain terlelap
Dalam bayangan mimpinya

Puisi- Puisi Tasya Febrianda - 00A609ED 5785 4044 8D6A 6656DFAED04E | Aceh Barat Daya | Potret Online
Baca Juga
Bedah buku
Satupena Aceh Bedah Buku “Kulukis Namamu di Awan”
17 Jun 2022

Sesosok yang tidur lalu terbangun
Tidur kembali,dan bangun kembali
Terkadang tidurnya terlelap
Terkadang juga tidurnya terusik

Hari yang dijalaninya cukup indah
Dia yang memancarkan senyum dibibirnya
Seolah hal yang baru telah berlalu
Mungkin, berlalunya hanya sejenak

Puisi- Puisi Tasya Febrianda - IMG 20250212 WA0001 | Aceh Barat Daya | Potret Online
Baca Juga
Aceh
Harapan Rakyat Jelata untuk Gubernur Baru Aceh
12 Feb 2025

Dia yang selalu dibanggakan
Terkadang juga direndahkan
Dia yang selalu disemangatkan
Terkadang juga dipatahkan

Ya,dia cukup hebat melupakannya
Dimana di pagi hari dilupakan
Tetapi pada malam hari diingatnya
Dia cukup hebat, bukan?

Baca Juga
Cerpen
Perkasa
19 Sep 2017

Malaikat tak Bersayapku
Oleh Tasya Febrianda

Ibuku seorang wanita hebat
Melawan semua rasa yang penat
Ibuku sosok yang penyemangat
Memberiku senyuman yang hangat

Terkadang tutur katanya lembut
Terkadang juga tutur katanya kasar
Tetapi dia juga sangat cerewet
Tapi aku yakin itu terbaik untukku

Ibuku memang bukan seorang dokter
Tapi sakit mana yang tidak disembuhnya
Ibuku juga bukan seorang chef
Tapi masakan mana yang lezat dari masakannya

Terkadang aku di dibanggakan
Terkadang juga aku diremehkan
Tetapi aku juga dimengerti
Tapi tak sepenuhnya dimengerti

Aku sangat menyayangi ibuku
Aku juga sangat mencintainya
Melebihi cintaku pada diriku
Dia adalah malaikat tak bersayapku
 

Pahlawanku
Oleh : Tasya Febrianda

Dia lelaki yang tak kenal panas
Adakalanya dia lelah akan semua
Tetapi dia tidak pernah menyerah
Itu semua dia lakukan untukku

Dia terus mencari dan mencari
Ada sewaktu dia pergi
Namun dia kembali lagi
Begitulah terus dan seterusnya

Terkadang tutur katanya lembut
Terkadang juga tutur katanya keras
Dia tidak pernah memaksa kehendakku
Dia juga tidak pernah memaksa apa yang diinginkannya

Dia adalah pahlawanku
Bukan pahlawan kesiangan
Bukan juga pahlawan yang didongeng
Dia pahlawan tetapi bukan pahlawan ugal-ugalan

 
Bangkit Kembali
Oleh : Tasya Febrianda

Seorang yang menjadi penyemangat
Yang menjadi contoh bagi adik adiknya
Yang harus kuat walau tak sepenuhnya

Dia sosok yang menjadi penyemangatku
Dimana yang lain ngeremehin ku
Dia sosok yang mampu membangkitkanku
Disaat semua orang menjatuhkanku

Dia sangat hebat menasehatiku
Namun tidak dengan dirinya
Dia juga hebat menyemangatiku
Namun tidak bagi dirinya

Dia berkata kepadaku
Bahwa aku pasti bisa
Dia juga berkata kepadaku
Tunjukkan apa yang kamu bisa

Dia kenal dengan lelah
Tetapi dia tak pernah menyesal
Dia juga kenal dengan kegagalan
Tetapi dia bangkit dari kegagalan

*Penulis adalah peserta kelas menulis Sigupai Mambaco yang sekolah di MTsN 1 Aceh Barat Daya

Tags: #Puisi
Next Post
Puisi- Puisi Tasya Febrianda - e76c585c b71b 4151 b1cc 946d87a33a66 1 | Aceh Barat Daya | Potret Online

Kontribusi Ulama Aceh dalam Menghidupkan Budaya Menulis Era 1600-1700 M.

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah