• Latest

Bernafas Dalam Lumpur

Januari 26, 2017
Bernafas Dalam Lumpur - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Salam Redaksi | Potret Online

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Bernafas Dalam Lumpur - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Salam Redaksi | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Bernafas Dalam Lumpur

Tabrani Yunis by Tabrani Yunis
Januari 26, 2017
in Salam Redaksi
Reading Time: 3 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
 
Salam Redaksi POTRET 80

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini semakin pesat dan mendorong semakin cepatnya perubahan dalam berbagai sector kehidupan. Perubahan dalam berbagai hal semakin tak terbendung dan tak dapat dihindari. Banyak produk teknologi informasi dan komunikasi yang dulu canggih dan terkesan mewah, kini tinggal kenangan. Satu contoh saja adalah pesawat telpon yang dahulu hanya menjadi milik orang-orang (kalangan) tertentu, kini sudah tidak dipakai lagi. Penggantinya lebih canggih, yakni berbagai macam jenis telepon selualar yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, asal ada layanan internet. Semua informasi ada di tangan, semua ruang bisa dijangkau dalam waktu yang sangat cepat. Ruang semakin sempit dalam genggaman globalisasi.

Karena, dengan satu klick, semua informasi ada di genggaman kita. Tak dapat dipungkiri bahwa penyampaian dan penyebaran informasi bisa berjalan dalam hitungan detik dengan cara yang paling mudah dan semakin murah. Orang-orang mengatakan, ini zaman digital.

Baca Juga

Selangkah Perjalanan POTRET

Desember 12, 2021

Benar kan? Dulu, orang-orang yang mencari sebuah berita tentang sebuah peristiwa yang terjadi di belahan bumi atau dunia sana, harus menunggu waktu satu hari untuk mendapatkan beritanya. Mengapa demikian? Ya, karena harus menunggu berita surat kabar harian. Sehingga, peristiwa yang terjadi hari ini, baru bisa dibaca keesokan harinya. Pembaca pasti ingat tentang bencana gempa bumi yang melanda Pidie jaya, Aceh. Berita tersebar begitu cepat. Inilah bukti kecepatan berita itu, bisa langsung dibaca dengan tersedianya jaringan internet. Tidak harus menunggu terbitnya koran besok atau koran sore. Apalagi menunggu berita dari majalah mingguan, maupun bulanan. Pasti bukan zamannya lagi.

Nah, sejalan dengan cepat dan kencangnya perubahan tersebut, di sector media cetak, banyaknya media yang dahulu menjadi andalan kini, mulai ditinggalkan, walau tidak seluruhnya hilang dengan tiba-tiba. Namun membaca gelagat yang ada saat ini, banyak fakta yang membuktikan bahwa banyak media cetak, baik surat kabar, bulletin, maupun majalah yang selama ini menjadi pilihan untuk dibaca atau diakses, kini satu per satu, media tersebut tumbang, gulung tikar atau mati. Tidak percaya? Silakan diidentifikasi media yang ada di sekitar kita.

Bagi kami, tidak perlu jauh-jauh menengadah ke atas, atau melihat ke bawah, di antara sekian banyak media yang sulit untuk bangkit dan berkembang, majalah POTRET adalah salah satu contoh yang mengalami kesulitan itu. Keberadaan majalah POTRET bagai kerakap tumbuh di batu. Ya, hidup enggan bahkan susah, namun tak mau mati. Nasibnya juga bagikan bernafas di dalam lumpur. Ya, sangat sulit. Kesulitan itu sebenarnya bersumber pada kemampuan finansial, berupa biaya yang harus dikeluarkan setiap kali terbit. Kekuatan finansial sebuah media, bersumber dari dukungan iklan. Iklan menjadi nafas bagi sebuah media untuk terbit, sementara hasil penjualan adalah pendukung kedua, karena pada tataran penjualan, sangat ditentukan oleh seberapa besar jumlah pembeli dan pelanggan sebuah media. Majalah POTRET, sejak awal, miskin iklan, miskin dukungan, baik perusahaan maupun pemerintah daerah. Namun, alhamdulilah bisa bertahan hingga 14 tahun, hingga kini. Kekuatan yang ada hanyalah sebuah idelisme dan komitmen untuk tetap terbit, walau terbirit-birit. Sebagai contoh, edisi 80 ini yang seharusnya terbit beberapa bulan lalu, namun karena terkendala dana, tidak ada iklan atau pariwara seperti yang dipasang oleh pemerintah local di media tertentu, team POTRET harus berusaha dan berdoa untuk mendapatkan dukungan dana, paling tidak sebagai biaya cetak saja.

Lalu, mengapa tetap terbit? Jawabnya sederhana. Impian untuk membangun budaya literasi, sebegaimana pada awal penerbitan ini, masih belum selesai. Upaya membangun budaya baca, budaya menulis dan meningkatkan daya baca di kalangan masyarakat kelas bawah, kelas miskin dan perempuan, masih belum tercapai. Sementara kini keinginan menulis para remaja, perempuan yang mulai tumbuh, membutuhkan media untuk menampung aspirasi dan karya mereka. Kondisi ini juga membuat hati terenyuh dan bertekat tetap terbit, walau tidak teratur sebagaimana yang direncanakan. Walau bagai bernafas dalam lumpur, Alhamdulilah, POTRET edisi 80 ini kini bisa ada di tangan anda. Terima kasih kepada pihak yang sudah berkontribusi.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 361x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 320x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 214x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet147
Tabrani Yunis

Tabrani Yunis

Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Baca Juga

Bernafas Dalam Lumpur - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Salam Redaksi | Potret Online
Artikel

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Next Post

Surat Pembaca Potret Edisi 80

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com