POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Bernafas Dalam Lumpur

Tabrani YunisOleh Tabrani Yunis
January 26, 2017
🔊

Dengarkan Artikel

 
Salam Redaksi POTRET 80

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini semakin pesat dan mendorong semakin cepatnya perubahan dalam berbagai sector kehidupan. Perubahan dalam berbagai hal semakin tak terbendung dan tak dapat dihindari. Banyak produk teknologi informasi dan komunikasi yang dulu canggih dan terkesan mewah, kini tinggal kenangan. Satu contoh saja adalah pesawat telpon yang dahulu hanya menjadi milik orang-orang (kalangan) tertentu, kini sudah tidak dipakai lagi. Penggantinya lebih canggih, yakni berbagai macam jenis telepon selualar yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, asal ada layanan internet. Semua informasi ada di tangan, semua ruang bisa dijangkau dalam waktu yang sangat cepat. Ruang semakin sempit dalam genggaman globalisasi.

Karena, dengan satu klick, semua informasi ada di genggaman kita. Tak dapat dipungkiri bahwa penyampaian dan penyebaran informasi bisa berjalan dalam hitungan detik dengan cara yang paling mudah dan semakin murah. Orang-orang mengatakan, ini zaman digital.

Benar kan? Dulu, orang-orang yang mencari sebuah berita tentang sebuah peristiwa yang terjadi di belahan bumi atau dunia sana, harus menunggu waktu satu hari untuk mendapatkan beritanya. Mengapa demikian? Ya, karena harus menunggu berita surat kabar harian. Sehingga, peristiwa yang terjadi hari ini, baru bisa dibaca keesokan harinya. Pembaca pasti ingat tentang bencana gempa bumi yang melanda Pidie jaya, Aceh. Berita tersebar begitu cepat. Inilah bukti kecepatan berita itu, bisa langsung dibaca dengan tersedianya jaringan internet. Tidak harus menunggu terbitnya koran besok atau koran sore. Apalagi menunggu berita dari majalah mingguan, maupun bulanan. Pasti bukan zamannya lagi.

📚 Artikel Terkait

Padangpanjang: ANGIN MENAMPAR SEPI DAN NYERI

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan

Hakam Naja : Government Leadership, Kunci Utama Pengembangan Ekonomi Keuangan Syariah Indonesia

Malam Layar Puisi Anak Muda 2025

Nah, sejalan dengan cepat dan kencangnya perubahan tersebut, di sector media cetak, banyaknya media yang dahulu menjadi andalan kini, mulai ditinggalkan, walau tidak seluruhnya hilang dengan tiba-tiba. Namun membaca gelagat yang ada saat ini, banyak fakta yang membuktikan bahwa banyak media cetak, baik surat kabar, bulletin, maupun majalah yang selama ini menjadi pilihan untuk dibaca atau diakses, kini satu per satu, media tersebut tumbang, gulung tikar atau mati. Tidak percaya? Silakan diidentifikasi media yang ada di sekitar kita.

Bagi kami, tidak perlu jauh-jauh menengadah ke atas, atau melihat ke bawah, di antara sekian banyak media yang sulit untuk bangkit dan berkembang, majalah POTRET adalah salah satu contoh yang mengalami kesulitan itu. Keberadaan majalah POTRET bagai kerakap tumbuh di batu. Ya, hidup enggan bahkan susah, namun tak mau mati. Nasibnya juga bagikan bernafas di dalam lumpur. Ya, sangat sulit. Kesulitan itu sebenarnya bersumber pada kemampuan finansial, berupa biaya yang harus dikeluarkan setiap kali terbit. Kekuatan finansial sebuah media, bersumber dari dukungan iklan. Iklan menjadi nafas bagi sebuah media untuk terbit, sementara hasil penjualan adalah pendukung kedua, karena pada tataran penjualan, sangat ditentukan oleh seberapa besar jumlah pembeli dan pelanggan sebuah media. Majalah POTRET, sejak awal, miskin iklan, miskin dukungan, baik perusahaan maupun pemerintah daerah. Namun, alhamdulilah bisa bertahan hingga 14 tahun, hingga kini. Kekuatan yang ada hanyalah sebuah idelisme dan komitmen untuk tetap terbit, walau terbirit-birit. Sebagai contoh, edisi 80 ini yang seharusnya terbit beberapa bulan lalu, namun karena terkendala dana, tidak ada iklan atau pariwara seperti yang dipasang oleh pemerintah local di media tertentu, team POTRET harus berusaha dan berdoa untuk mendapatkan dukungan dana, paling tidak sebagai biaya cetak saja.

Lalu, mengapa tetap terbit? Jawabnya sederhana. Impian untuk membangun budaya literasi, sebegaimana pada awal penerbitan ini, masih belum selesai. Upaya membangun budaya baca, budaya menulis dan meningkatkan daya baca di kalangan masyarakat kelas bawah, kelas miskin dan perempuan, masih belum tercapai. Sementara kini keinginan menulis para remaja, perempuan yang mulai tumbuh, membutuhkan media untuk menampung aspirasi dan karya mereka. Kondisi ini juga membuat hati terenyuh dan bertekat tetap terbit, walau tidak teratur sebagaimana yang direncanakan. Walau bagai bernafas dalam lumpur, Alhamdulilah, POTRET edisi 80 ini kini bisa ada di tangan anda. Terima kasih kepada pihak yang sudah berkontribusi.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 140x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 128x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 92x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tabrani Yunis

Tabrani Yunis

Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
165
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Surat Pembaca Potret Edisi 80

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00