POTRET Budaya

Padangpanjang: ANGIN MENAMPAR SEPI DAN NYERI

Januari 2024
Oleh: Redaksi

Karya: Sulaiman Juned

 

kabut
menggantung di kaki Marapi. Angin
membelai pucuk rambut—debu vulkanik
mengembara ke pucuk-pucuk ranting. Lenguh kerbau mengetarkan
hati.

: orang-orang pergi
mengikat cinta—pulang
membawa rindu.

kabut
menggantung di kaki Marapi. Deru
hujan mendera bersama kapundan memutihkan nagari dan kota-kota. Sujud
dalam tahajud.

: aku sedang
memungut gerimis
yang tempias ke pipi.

Ah!
-Padangpanjang, 14 Januari 2024-

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir