POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Jurus Praperadilan Hasto Mentok Di Dinding Takdir

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
February 13, 2025
Jurus Praperadilan Hasto Mentok Di Dinding Takdir
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Sambil menunggu Timnas U20 vs Iran, sepertinya ada yang seru. Praperadilan Hasto, pendekar banteng merah, mentok alias ditolak hakim. Yok kita bahas lebih dalam dunia perpolitikan negeri inim

Di belantara persilatan hukum Nusantara, di mana para pendekar politik kerap mengadu ilmu dan menguji keberuntungan, sebuah duel dahsyat kembali terjadi. Kali ini, Hasto Kristiyanto, mencoba mengayunkan jurus sakti Praperadilan Pemutus Nasib.

Namun, di hadapan hakim sakti Djuyamto, jurus itu seketika melemah, kehilangan tenaga dalam, lalu jatuh terkulai seperti daun kering diterpa angin musim gugur. Dengan satu ayunan palu, hakim menebas asa, memukul meja, dan menggetarkan jagat persilatan dengan kalimat petaka, “Permohonan ini tidak jelas!”

Seisi pengadilan mendadak sunyi. Para juru bicara politik tersedak kopi, para pakar hukum mendadak lupa pasal-pasal, dan para pengamat politik terpana. Ini seakan baru saja menyaksikan jurus baru yang tak tertulis dalam kitab hukum mana pun.

📚 Artikel Terkait

RELASI MAKNA DALAM BAHASA ACEH

Raudhah Ramadan

Wirausaha dan Sosial Media

Menjadi Petani Adalah Pilihan Nekat

Hasto, sang pendekar yang telah menempuh perjalanan panjang melewati badai fitnah dan topan tuduhan, kini harus menerima kenyataan pahit. Status tersangkanya tetap sah! Bagai seorang petualang yang telah mengarungi tujuh samudra dan mendaki puncak gunung tertinggi, hanya untuk diberitahu oleh sang resi di puncak. “Lanjut saja perjalananmu, anak muda. Takdir sudah tertulis.”

Dalam keheningan yang dramatis, para pengikutnya mencoba memahami makna di balik keputusan ini. Adakah ini sebuah ujian bagi sang pendekar? Sebuah cobaan untuk menguji ketangguhan hatinya? Atau ini sekadar isyarat dari para dewa hukum bahwa pertarungan ini masih panjang?

Sementara itu, di kedai-kedai kopi, para rakyat jelata bersorak atau mengelus dada, tergantung padepokan mana yang mereka dukung. Ada yang tertawa, ada yang berbisik, dan ada pula yang mengangguk-angguk sambil berkata bijak, “Beginilah dunia persilatan. Kadang menang, kadang kalah. Yang jelas, pertarungan belum usai.”

Sang pendekar pun meninggalkan arena, mungkin dengan dada berdebar, mungkin dengan pikiran melayang, atau mungkin sudah siap meramu jurus baru. Tapi satu hal pasti, panggung persilatan hukum masih jauh dari kata selesai. Sebab, dalam dunia ini, satu keputusan hanyalah awal dari seribu babak berikutnya.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Kontribusi Umat Islam Terhadap Peradaban Dunia

Etika Menyikapi Khilafiyah Dalam Islam

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00