POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Ironi Tingkat Pelecehan Seksual Anak di Aceh

RedaksiOleh Redaksi
June 12, 2017
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Awalin Ridha
Berdomisili di Banda Aceh

Sebut saja namanya melati. Seorang anak perempuan yang memiliki cita-cita setinggi langit. Mempunyai senyum seindah mentari. Gadis itu sangat periang dan aktif. Hari-hari dilalui dengan semangat. Namun, sebuah peristiwa menghancurkan masa depannya. Peristiwa yang tak pernah disangka bahkan tak pernah sedikit pun dia mengira akan terjadi seperti ini.

Gadis kecil itu harus menerima kehancuran dirinya. Ternodai oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Masa depannya pupus. Senyum riangnya pudar. Hidupnya menjadi tak semangat. Dia harus menjalani hari-hari bersama masa lalu yang suram. Masa lalu yang telah membentuk ingatan buruk. Tubuhnya mulai trauma, jiwanya terusik, mentalnya jatuh. Sungguh kasihan gadis itu.
Kisah di atas adalah sebuah ilustrasi. Gambaran kejadian yang terjadi pada anak. Malah, tidak hanya satu pelaku, bisa dua, tiga, atau sebelas. Pelaku-pelakunya tidah hanya dari orang luar. Tapi juga orang-orang yang dikenal dekat seperti, Ayah, paman, kakek dan keluarga terdekat lainnya.
Menurut KPAI, dari tahun 2013-2014 kekerasan seksual terhadap anak meningkat 100 persen, baik mereka yang menjadi korban atau pelaku. Banyak latar belakang terjadinya pelecehan seksual terhadap anak selain penyimpangan seksual. Modusnya semakin beragam dan aneh. Tidak hanya anak-anak perempuan yang menjadi target, anak laki-laki juga sudah menjadi korban pelecehan.
Di aceh, kekerasan seksulitas terhadap anak meningkat setiap tahunnya. Menurut catatan Pusat Pelayanan Terpada Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) kota Banda Aceh, angka korban pelecehan seksual terhadap anak naik 80 persen dari Tahun Sebelumnya. Pada Tahun 2014 jumlah kasus pelecehan terhadap anak hanya 25 kasus, sedangkan pada tahun 2015 naik menjadi 50 kasus, dan pada tahun 2016 naik menjadi 81 kasus.
Berdasarkan data dan kasus yang ditangani oleh Kantor Pemberdayaaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Banda Aceh, angka kekerasan seksual dalam 3 tahun ini meningkat. Pada tahun 2014 terdapat 59 kasus, tahun 2015 naik menjadi 133 kasus, sedangkan pada tahun 2016 relatif meningkat hingga januari-April 2016.
Polda Aceh sudah menangani 47 kasus kekerasan seksual anak sepanjang 2016. Semua korbannya adalah anak perempuan. Umumnya pelaku melakukan pelecehan akibat seringanya menonton video pornografi.
Data dan kasus tersebut tentu sangat mengejutkan. Sebab, Aceh yang sedang menerapkan syariat islam telah kecolongan. Banyak faktor yang mendominasi hal tersebut. Pesatnya arus globalisasi mendukung terjadinya pelecehan seksual.
Pengaruh IT dan mudahnya akses pornografi. Mendorong pelaku untuk melakukan tindakan pelecehan. Terlebih lagi, akses tersebut bisa di dapatkan di sebuah android yang dimana saja dapat diputar.
Kurangnya pengawasan orang tua dan keluarga juga menjadi fokus utama. Perlindungan terdekat datangnya dari orang tua. Akan tetapi, tak sedikit pelaku muncul dari orang yang terdekat. Butuh pencerdasan dan kedekatan relijius.
Ekonomi juga menjadi salah satu faktor maraknya kasus pelecehan seksual terhadap anak. Dengan diiming-imingi uang atau benda lainnya, korban dengan mudah terbujuk oleh pelaku.
Degradasi moral, menjadikan tabiat pelaku sangat buruk. Ketika ada kesempatan, pelaku pun akan bertindak menuruti hawa nafsunya tanpa berpikir terhadap konsekuensi yang akan terjadi.
Dampak pada korban dapat menimbulkan depresi, sindrom trauma perkosaan, disosiasi, gangguan makan, Hypoactive sexual desire disorder, dyspareunia, vaginismus serta diabetes tipe 2. Sedangkan dampak sosial, korban akan terkucilkan oleh masyarakat.
Upaya pemulihan terhadap trauma yang diderita korban, butuh waktu yang sangat lama. Karena tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh proses secara perlahan. Sebab, dampak perbuatan tersebut meninggalkan trauma yang sangat mendalam.
Selain itu, empati dan kesadaran masyarakat terhadap korban pelecehan anak harus terus dibentuk, agar korban merasa nyaman dan perlahan dapat mengurangi keguncangan jiwanya. Kemudian, mengkampanyekan Stop kekerasan seksualitas terhadap anak sebagai bentuk advokasi.
Oleh karena itu, pemerintah Aceh harus gencar dalam menangani pelecehan seksual anak. Jangan sampai generasi Aceh hancur. Pendekatan secara pengetahuan dan agama harus dimaksimalkan. Pemboikotan terhadap konten-konten dewasa harus semakin ditingkatkan lagi. Tontonan-tontonan di pertelevisian harus bisa disaring atau disensor. Ini dilakukan untuk menyelamatkan masa depan Aceh yang berlabelkan Syariat Islam.
Note: Setiap naskah lomba yang dimuat pada portal www.potretonline.com sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Setiap artikel lomba tidak melalui proses editing. 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Public Statement on the Destruction of the “Jeju Tree” in Banda Aceh

Puisi Mustiar Ar

KAUM TAK BERIMAN

Langkah” Sehat, Apis”

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

PERAN GENDER PADA PASANGAN SUAMI ISTRI DI ACEH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00