Jiwa yang Terpanggil Menjadi Anggota Relima ( Relawan Literasi Masyarakat)

Oleh Mayani Aman Sam
Berdomisili di Gayo Lues, Aceh
Semuanya berawal dari niat yang tulus. Pada suatu hari, saya mendaftarkan diri menjadi bagian dari Relima – Relawan Literasi Masyarakat. ( di mana Relima itu)? Silakan tambahkan.
Relima itu merupakan program dari pusat/ perpustakaan republik Indonesia yang dibuat untuk meningkatkan literasi masyarakat.
Saya datang dengan tangan kosong, hanya membawa keinginan sederhana: ingin berbagi, ingin mengabdi, dan ingin mendekatkan cahaya ilmu serta budaya membaca kepada orang-orang di sekitar.
Kemampuan literasi di lingkungan masyarakat di kawasan ini masih tergolong rendah. Literasi di sini masih manual, namun anak-anak atau masyarakat setempat datang berkunjung keperpustakaan desa yang telah disediakan dan sesuai jadwal kunjungan yang telah dibuat .
Keberadaan perpustakaan sangat membantu kami. Sehingga kondisinya sekarang Alhamdulillah semakin membaik semenjak adanya perpustakaan dengan fasilitas yang telah disediakan. Walaupun kondisinya mungkin masih susah dijangkau oleh masyarakat luar. Perpustakaan ini hanya bisa dijangkau oleh masyarakat setempat.
Nah, berangkat dari kondisi itu saya terpanggil untuk menjadi anggota relawan . Dengan menjadi relawan, saya bisa mencari pengalaman dan wawasan yang luas untuk mengembangkan minat baca anak-anak khususnya di tempat saya. Ini jugasekaligus mendapatkan teman baru.
Bagi saya, menjadi anggota Relima bukan sekadar tugas biasa. Ini adalah kesempatan untuk menjadi jembatan, di mana saya bisa membantu anak-anak mengenal dunia lewat halaman buku, membantu warga menemukan jawaban atas rasa ingin tahunya, dan menjadikan perpustakaan sebagai rumah kedua yang penuh manfaat.
Oleh sebab itu dengan mengucapkan “Alhamdulillah”, rekrutmen Relima tahun 2026 pun resmi dibuka pada tanggal 7 hingga 29 Maret 2026. Dalam pendaftaran tersebut, tercatat sebanyak 497 orang yang mendaftar dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, 5 orang di antaranya berasal dari Kabupaten Gayo Lues, termasuk saya yang berkesempatan mengikuti seluruh rangkaian proses seleksi ini. Artinya, proses perekrutan berjalan sangat selektif dan kompetitif.
Peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi kemudian mengikuti tahap berikutnya, yaitu seleksi wawancara yang dilaksanakan pada tanggal 19 hingga 24 April 2026. Setelah melalui penilaian yang ketat dan objektif, akhirnya ditetapkan sebanyak 360 orang peserta yang resmi dinyatakan lolos dan diterima menjadi anggota Relima.
Para peserta ini kemudian ditempatkan dan bertugas di 133 kabupaten yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk kami yang berasal dari Kabupaten Gayo Lues, sehingga dapat mengabdi langsung di daerah masing-masing.
Sebagai relawan, saya mengikuti arahan dari panitia, baik itu untuk perencanaan ke depannya, dan untuk saat ini belum begitu banyak yang saya bisa lakukan.
Oleh sebab itu, saya mengikuti bimtek untuk menggali informasi dan ilmu yang lebih dalam untuk disalurkan bagi peliterasi nantinya. Dan rencana saya nanti ke depannya saya lebih aktif lagi mengajak anak-anaknya khususnya di Gayo Lues untuk lebih meningkatkan minat bacanya menggunakan kegiatan -kegiatan yang menarik supaya mereka tertarik membaca buku. Saya yakin, kemampuan literasi anak-anak akan semakin meningkat dengan terus memotivasi mereka membaca. Semakin sering mereka mengunjungi perpustakaan dan melakukan aktivitas membaca, insya Allah akan membawa perubahan baru dalam kehidupan masyarakat Gayo Lues.












