Senin, April 20, 2026

Sesosok Ayah

Sesosok Ayah - a893eb10 02bd 479f 86a5 05a69c460b16 | Ayah | Potret Online
Ilustrasi: Sesosok Ayah

Oleh Isya Fakhriani

Taruni SMK Negeri 1 Jeunieb, Bireun

Tentang cinta yang diam-diam menjaga.
Tidak semua cinta di dunia ini tampil dalam bentuk kata-kata. Ada cinta yang bekerja dalam diam—tanpa banyak bicara, tanpa banyak mengeluh—namun terasa dari setiap tindakannya. Itulah cinta seorang ayah. Selayaknya dinukil dalam sebuah tulisan di hari ayah.

Hari Ayah bukan sekadar perayaan tahunan. Ia adalah pengingat bahwa di balik setiap langkah percaya diri yang kita ambil hari ini, ada sosok yang dulu menuntun kita pelan-pelan, mengajarkan cara berdiri, berjalan, hingga berani menghadapi dunia.

Ayah mungkin bukan orang yang paling pandai mengekspresikan perasaannya. Kadang caranya mencintai terasa kaku, bahkan dingin. Namun kita belajar seiring waktu bahwa setiap nasihat yang ia ucapkan, setiap teguran yang terdengar keras, hingga setiap usaha kecil yang tidak pernah dipamerkan—semuanya adalah bentuk perhatian yang tulus.

Kita ingat bagaimana ia pulang dengan langkah lelah, tetapi tetap tersenyum saat melihat kita. Kita ingat bagaimana ia berpura-pura kuat, bahkan ketika dunia terasa berat di pundaknya. Ayah selalu ingin kita melihatnya sebagai tempat yang aman, bukan seseorang yang rapuh.

Kini, ketika usia kita bertambah, barulah kita menyadari bahwa ayah pun manusia. Ia pernah takut, pernah bimbang, pernah khawatir tentang masa depan kita. Namun ia tetap berdiri di garis depan, menjadi perisai yang tidak pernah meminta ucapan terima kasih.

Hari Ayah adalah kesempatan bagi kita untuk mengatakan hal-hal yang mungkin selama ini tertahan:
“Terima kasih, Ayah.”
Terima kasih untuk segala peluh, doa yang tak terdengar, dan cinta yang kau titipkan dalam tindakan kecil yang sering tak kami sadari.

Jika ayahmu masih ada, peluklah ia lebih lama hari ini. Jika jarak memisahkan, teleponlah. Jika yang tersisa hanyalah kenangan, kirimkan doa terbaikmu. Cinta seorang ayah tidak pernah benar-benar pergi—ia hidup dalam keberanian, kebaikan, dan keteguhan yang kini ada dalam diri kita.

Selamat Hari Ayah.
Untuk semua ayah, calon ayah, dan sosok yang hadir sebagai ayah. Terima kasih karena telah menjadi rumah yang tak pernah runtuh.

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Artikel terbaru untuk dibaca

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist