• Latest
Air Bersih yang Terabaikan di Aceh Utara

Air Bersih yang Terabaikan di Aceh Utara

Januari 4, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Air Bersih yang Terabaikan di Aceh Utara

Hanif Arsyad by Hanif Arsyad
Januari 4, 2026
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
0
Air Bersih yang Terabaikan di Aceh Utara
595
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh: Hanif Arsyad.

Bencana banjir bandang di Aceh Utara sebulan lalu belum benar-benar berakhir. Air memang telah surut, tetapi krisis justru menetap dalam bentuk yang lebih sunyi dan berkepanjangan: genangan lumpur, sumur warga yang tercemar, dan trauma kolektif yang terus dipelihara oleh kelambanan negara.

Dua hari lalu, bersama relawan Yayasan Askar Ramadhan, kami mengunjungi sejumlah desa di kawasan Jambo Aye, Aceh Utara. Sepanjang jalan desa, parit dan saluran air masih penuh lumpur. Akibatnya, air terus tergenang di depan rumah-rumah warga. Setiap hujan turun, genangan itu berubah menjadi simulasi banjir bandang—air bercampur lumpur yang datang tiba-tiba, menghidupkan kembali ingatan pahit bencana sebulan lalu. Trauma warga pun tak pernah benar-benar reda.

Masalah paling mengkhawatirkan adalah kondisi air bersih. Hampir seluruh sumur warga tidak lagi layak konsumsi. Air berwarna hitam, berbau, dan jelas tercemar. Secara ekologis, ini dapat dijelaskan: tanah yang jenuh air dan lumpur kehilangan daya serapnya. Kontaminasi pun merembes ke sumber air tanah. Dalam kondisi seperti ini, sumur bukan lagi solusi, melainkan sumber risiko kesehatan.

Ironisnya, hingga fase pascabencana ini, belum terlihat kehadiran alat berat dari pemerintah daerah untuk membersihkan saluran, mengeruk lumpur, atau memulihkan sistem drainase. Negara seolah berhenti bekerja setelah status tanggap darurat dicabut. Padahal, justru pada fase pascabencana inilah kebutuhan masyarakat paling mendasar—air bersih, sanitasi, dan rasa aman—harus dijamin secara serius.

Penanganan yang lamban ini terasa semakin menyakitkan karena bencana di Aceh Utara nyaris tak terdengar gaungnya di media sosial. Ia tidak viral. Terjadi di pelosok. Tidak menghadirkan visual dramatis yang mengundang empati warganet. Akibatnya, penderitaan warga seolah tak cukup penting untuk dipercepat penanganannya.

Perlu ditegaskan, dampak banjir bandang ini bagi masyarakat setempat sangat luar biasa. Dalam banyak aspek kehidupan—kehilangan mata pencaharian, rusaknya sumber air, dan ketidakpastian masa depan—dampaknya dirasakan lebih panjang dan lebih kompleks dibandingkan bencana besar sekalipun, termasuk tsunami 2004 yang kala itu ditangani dengan respons nasional dan internasional yang masif.

Pemerintah daerah Aceh Utara tidak bisa terus mengandalkan distribusi air bersih melalui mobil tangki yang datang seminggu dua kali. Bantuan semacam itu bersifat darurat, bukan solusi. Yang dibutuhkan adalah langkah berkelanjutan: pengerukan lumpur secara menyeluruh, normalisasi saluran air, rehabilitasi sumur warga, pembangunan sumber air bersih alternatif, serta pendampingan kesehatan masyarakat untuk mencegah wabah penyakit berbasis air.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026

Lebih dari itu, negara harus hadir secara nyata, bukan simbolik. Kehadiran itu diwujudkan melalui kebijakan cepat, alokasi anggaran yang memadai, dan kerja lapangan yang terlihat oleh warga. Tanpa itu, narasi pemulihan hanyalah slogan administratif yang tidak menyentuh realitas.

Air bersih adalah hak dasar warga negara. Ketika hak itu diabaikan, terutama setelah bencana, maka yang terjadi bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan kegagalan moral dan kebijakan. Aceh Utara tidak membutuhkan simpati sesaat, tetapi keberpihakan yang nyata dan berkelanjutan.

Jika negara terus abai hanya karena penderitaan ini tidak viral, maka kita patut bertanya: untuk siapa sebenarnya negara ini bekerja?

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 298x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 248x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 238x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare238Tweet149
Hanif Arsyad

Hanif Arsyad

Hanif Arsyad adalah lulusan Magister Pendidikan Bahasa Inggris USK, berpengalaman sebagai dosen, penulis akademik, dan pengembang konten literasi. Saya aktif menulis di bidang pendidikan karakter, pengembangan SDM, serta kajian kebahasaan dan sosial. Saat ini, saya mengajar di Universitas Malikussaleh dan Hanna English School sebagai owner yang berlokasi di Aceh Utara. Saya juga menjabat sebagai Koordinator Yayasan Askar Ramadhan di Aceh yang bergerak di bidang sosial, serta dipercaya sebagai Kepala Sekolah Akademi Berbagi untuk klaster Aceh Utara dan Lhokseumawe. Keahlian saya mencakup penulisan ilmiah, editing, dan pendampingan riset.

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post

🚩🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

HABA Mangat

Responden Terpilih

Maret 14, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com