Dengarkan Artikel
2028
Karya :Ilhamdi Sulaiman
(Lihat aku baik-baik!)
Aku pohon.
Dulu.
Sekarang aku bernomor.
Ada yang memotretnya.
lihat!
angka di tubuhku!
viral katanya.
Tapi tak satu pun
memotret
siapa yang menuliskannya.
Aku menunggu setahun.
Kenapa?
Karena pemilu.
Karena rakyat harus sibuk.
Karena backing belum pasti.
Aku disimpan
seperti dosa
yang belum waktunya dibuka.
Saat hujan datang aku jatuh.
Aku dorong apa pun
di depanku.
Lalu kalian bertanya:
“Kenapa bisa begini?”
Karena kalian menebang
lalu pura-pura lupa.
Karena kalian memberi nomor
agar tak perlu menyebut nama.
Aku minta maaf
atas nyawa.
Tapi kalian
harus minta maaf
atas sistem.
Karena aku hanya kayu.
Sedangkan kalian
tahu betul
apa yang sedang kalian lakukan.
30 Desember 2025.
2028
Karya : Ilhamdi Sulaiman.
Aku pohon yang kehilangan nama
lalu diberi angka
agar mudah diberi harga.
📚 Artikel Terkait
Setahun aku rebah di bukit
tak bernama
disembunyikan peta
menunggu musim yang tak bisa direkayasa
menunggu pemilu selesai pemenangnya.
Ketika janji sudah dikunyah
ketika sorak berubah jadi lupa ketika rakyat lengah
aku akan dihanyutkan ke samudra
sebagai komoditi kantong penguasa.
Kini aku dibiarkan
seperti tanah retak tanpa doa.
Dengan cat merah tubuhku
diberi angka netizen bersuara
lalu viral sebentar saja sebab tertimbun gosip tumbler yang membalikan priuk petugas kereta.
Aku jatuh ke sungai
bukan karena ingin,
melainkan karena akar
sudah dicabut dari makna.
Jika aku menghantam rumah
karena aku didorong waktu.
Jika aku menelan nyawa
karena aku terlalu lama dipaksa menunggu.
kalian bernama
Badanku diberi angka
aku bersalah
kalian permasalah.
5 Desember 2025
2028
Karya : Ilhamdi Sulaiman
Aku tidak tumbang.
Aku ditidurkan.
Setahun penuh
di perbukitan
tanpa akar,
tanpa makan,
tanpa hak bertanya buat apa.
“Jangan angkut dulu,
Tunggu pemilu selesai.”
Aku menunggu
spanduk diturunkan
janji dilipat
rakyat disibukkan.
Aku menunggu
siapa yang membeking nanti
Siapa yang berani
menarikku keluar
tanpa takut kamera.
Di badanku
ada nomor.
Lalu hujan turun
tanpa izin.
Bukit yang kalian lubangi
menyerah.
Aku meluncur.
Ribuan orang mati.
Dan aku disebut biang.
Padahal aku hanya barang bukti
yang terlalu lama
disembunyikan.
Aku bernomer
karena kalian tak mau
menyebut nama
siapa yang menebang.
18 Desember 2025
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






