Dengarkan Artikel
Tanjak di Singgahsana, Lumpur di Rakyat
Pada balai bertiang pidato
para pembesar mengira langit patuh
kata mereka: negeri ini teguh
mampu berdiri tanpa tongkat dunia
sementara bumi di Aceh ternganga
menelan rumah, doa dan tulang
lumpur jadi kitab tak terbaca
jerit rakyat jadi nota kaki
wahai negara bertanjak megah
apakah engkau mendengar dari singgahsana
atau hanya dari graf dan angka
seribu nyawa bukan retorik
dua ratus hilang bukan statistik
anak-anak tidur di khemah angin
ibu menyusu dengan air mata
kemandirian apakah ini
jika bantuan ditimbang maruah
sedang maut tidak menunggu mesyuarat
Alkhair Aljohore@ 1
Malaysis
16.12.25
——-^^^^——
Terkendali Menurut Lumpur
📚 Artikel Terkait
Aku lihat peta mencair di meja
Jakarta menjadi mulut bercermin
berkata: terkendali, terkendali
sementara Aceh menjelma paru-paru
tercekik lumpur dan janji
mikrofon tumbuh jadi menara
suara rakyat jatuh ke longkang
angka-angka berarak seperti hantu
1030 nisan berjalan
206 bayang belum pulang
khemah-khemah bernafas ketakutan
rumah berubah mimpi buruk
politik menari di atas lumpur
nasionalisme pakai kasut bersih
aku bertanya pada air keruh
siapa cepat siapa lambat
negara besar atau negara gagah
jawabnya;
tenggelam bersama harapan
Lekas turun ke lapangan.
Alkhair Aljohore@2
Malaysia
16.12.25
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






