• Latest
Prahara Rumah Tangga Akibat Putusan MK - IMG 20250225 WA0006 | #Mahkamah Konstitusi | Potret Online

Prahara Rumah Tangga Akibat Putusan MK

Februari 25, 2025
93f22f86-ef8e-40bd-be7a-654413740c48

Pasar, Telur, dan Sebuah Catatan Kebudayaan dari Pundensari

April 20, 2026
7bf2ddcd-f2b6-4ca2-97c0-0cc808683181

Sigupai Mambaco Gelar “Mahota Buku” April di Abdya, Diskusikan Peran Perempuan hingga Kritik Sosial

April 20, 2026
Prahara Rumah Tangga Akibat Putusan MK - IMG_9514 | #Mahkamah Konstitusi | Potret Online

Aceh Tak Butuh Senjata untuk Merdeka

April 20, 2026
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Prahara Rumah Tangga Akibat Putusan MK

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Februari 25, 2025
in #Mahkamah Konstitusi, Bingkai Utama, Cerita Mini
Reading Time: 2 mins read
0
Prahara Rumah Tangga Akibat Putusan MK - IMG 20250225 WA0006 | #Mahkamah Konstitusi | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Rosadi Jamani

Di rumah mewah yang megah, di dalam kompleks elite yang dijaga lebih ketat dari kantor KPU, sepasang suami istri tengah bertengkar hebat.

“Aku sudah susah payah gerakkan kepala kampung, kumpulin mereka, kasih wejangan, kasih harapan, kasih… ya, begitulah!” teriak Yandro, sang Menteri Kampung, dengan wajah merah padam. “Tapi kamu? Ah, kamu itu ceroboh, Tutku! Satu kerjaan kecil aja nggak becus! Ngejaga biar nggak ketahuan aja nggak bisa!”

Tutku, sang calon Bupati Meriang yang baru saja di-PSU-kan oleh MK, tak mau kalah. Dengan mata berkaca-kaca dan napas tersengal-sengal penuh emosi, ia membalas, “Oh, jadi sekarang aku yang disalahkan? Aku? Hah? Emang aku yang nyuruh kepala kampung ngumpul terang-terangan gitu? Emang aku yang suruh mereka bikin video pernyataan dukungan? Itu kan kerjaan orang-orangmu, tim suksesmu, koneksimu di pusat! Katanya kamu punya link ke mana-mana, kenapa nggak bisa atur hakim MK sekalian?!”

Suasana makin panas. AC ruangan 16 derajat tak mampu mendinginkan hawa di antara mereka.

“Aku ini sudah keluarin banyak duit, Tutku! Banyak!” Yandro mengangkat tangan, menunjuk ke langit-langit, seolah angka rupiah yang ia keluarkan bisa terukir di plafon. “Kamu tahu nggak berapa yang sudah aku gelontorkan buat kampanye? Buat bikin baliho segede gaban? Buat nyiapin nasi kotak buat massa? Bahkan aku sudah sewa konsultan dari luar negeri! Kamu tahu mereka bilang apa? Mereka bilang ini win-win solution! Hasilnya? Win apanya? Yang ada malah PSU! Duit melayang. Untung jabatanku belum hilang. Tapi, malu..istri sendiri saja tak mampu dimenangkan!”

Tutku mengibaskan rambutnya dengan gerakan dramatis. “Oh, kamu malu punya istri macam aku ya. Jangan banyak alasan, Yandro! Kamu tuh yang terlalu percaya diri! Aku kan udah bilang, kita harus pakai strategi yang lebih halus, lebih rapi. Jangan pakai gaya kampungan begitu. Udah kayak lagi bagi-bagi undangan kawinan aja!”

“Aku ini Menteri Kampung! Ya jelas yang kudekati kepala kampung! Masa aku dekati menteri lain?!” bentak Yandro.

“Tapi lihat sekarang, aku yang malu! Aku yang jadi bahan tertawaan orang-orang! Coba lihat berita! ‘Calon Bupati didiskualifikasi karena suami terlalu overacting!’ Aku ini jadi bahan meme di mana-mana, Yandro! Bahkan anak kita nggak mau ngaku aku ibunya!”

Yandro diam. Bukan karena merasa bersalah, tapi karena kehabisan kata-kata.

Akhirnya, keputusan pun diambil.

Malam itu, mereka pisah ranjang. Yandro terpaksa tidur di sofa ruang tengah, menggigil tanpa selimut, menatap langit-langit rumahnya dengan kosong. Duit miliaran melayang, jabatan istri raib, dan kini ranjang pun harus direlakan.

Sementara di kamar utama, Tutku menangis terisak sambil menggulirkan berita di ponselnya. Di salah satu portal berita, ada meme baru, foto dirinya dengan tulisan besar, “Cinta Bisa Buta, Tapi MK Tidak.”

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Share234SendTweet146Share
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Next Post
Prahara Rumah Tangga Akibat Putusan MK - IMG 20250225 WA0008 | #Mahkamah Konstitusi | Potret Online

Puisi-Puisi Rifa

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com