Negeri kita yang kaya raya raya, dengan sumber alam yang melimpah, hingga semua kini terus dijarah secara legal dan ilegal. Ada tambang emas legal dan bertaburan pula tambang emas illegal. Ada penebangan kayu yang legal, tidak sedikit pula yang menggundulkan hutan secara ilegal. Alasannya sederhana, pemanfaatan sumber daya alam secara maksimal, walau fakta membuktikan pemanfaatan yang di luar batas.
Tidak heran kalau negeri ini sudah tercatat sebagai negeri pelanggan bencana. Bencana yang terjadi pun merupakan bencana yang datang berulang. Misalnya langganan banjir, ada harian, bulanan dan bahkan tahunan. Banjir bandang juga demikian, selalu saja mencatat sejarah luka.
Apa lagi? Di musim kemarau, kita pelanggan tetap kebakaran hutan dan bahkan menjadi negara pengekspor asap ke negara tetangga. Eh, belum selesai itu, di negeri ini juga ada wilayah yang menjadi kawasan rawan gempa, bahkan berada dalam ancaman Mega thrust, seperti di Sumatera yang mulai dari Aceh hingga Lampung serta menjalar ke pulau Jawa. Begitu besar ancaman itu mengintai setiap saat.
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Bio NarasiTabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulaiaktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yangkebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan”Aktif terlibat dalammembangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak.Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh
Diskusi