Dengarkan Artikel
Oleh Rosli K. Matari
Malaysia
I.
kita sudah melupakan
indah-indah kenangan,
di sungai
bayang bertam
jernih terendam
daun dan angin, buai-buai
kiambang, teratai
sudah lama susup-sasap pergi,
bagai luluh mimpi
II
kita dewasa, tua
meninggalkan pokok kelapa,
sagu, nipah, rembia
tidak bermain, renang, mandi
menaut lampan, ruan, keli
di sungai lagi
semua itu, seperti
kita melupakan huruf jawi
kitab tua, tak terbaca lagi
III
di pinggir, ketompok rumah batu
seperti kelompok kelakatu
menghurung lampu
📚 Artikel Terkait
aur di tebing sudah lama
tiada,
hanya tinggal peribahasa
di sana, zon industri
dengan pelan, rajah ekonomi
kapitalis untung setiap hari
IV
asap dari cerobong berkelabut
toksik ke laut
sampah berduyun, ikut ke laut
bersuara rimba di hulu,
apa lagi tinggal untukku
balak dipunggah ke kota maju
akhir sekali sungai mengeluh
untukmu, ambillah
petaka bah dan air yang keruh
V
lupakanlah, tidak ada lagi
nyiur oleng-oleng pergi,
membawa mimpi
benih yang baik jatuh
ke laut, ke mana jauh
akhir tumbuh
terdampar
tabah, sabar
bersama pulau, membesar
VI
semua tenang, indah
kusimpan di celah-celah
resah dan desah
aku akan terus mengalir
lewat batu, pasir
selagi aku belum berakhir
mengalir panjang
walau tidak ada jerning bayang,
gerdap-gedip bintang
- Rosli K. Matari
28 Nov 25
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






