POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Catatan Ringkas Sejarawan dan Fiksiwan Dari NDC Manado

RedaksiOleh Redaksi
November 15, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh ReO Fiksiwan

“Artefak kebudayaan adalah teks yang harus dibaca; ia menyimpan makna historis dan hermeneutik yang menyingkap cara hidup manusia masa lalu.” — Jacob Sumardjo(83), Arkeologi Budaya Indonesia: Pelacakan Hermeneutis-Historis Terhadap Artefak-Artefak Kebudayaan Indonesia (2002)

Perhelatan kegiatan Pembinaan Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan Daerah Kota Manado Tahun 2025 yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado di bawah kepemimpinan Kadis Peter K. B. Assa, ST., M.Sc., Ph.D., menjadi ruang apresiasi yang mempertemukan lintasan sejarah dan kebudayaan.

Berlokasi di pesisir utara teluk Manado, Nusantara Diving Club(NDC) — sebelumnya, NDC dibangun oleh penyelam asal Surabaya, mendiang Lock Herlambang di selatan Malalayang Pante sekitar awal 1990 — perhelatan ini menghadirkan dua sosok(RR) alumni Fakultas Ilmu Budaya Unsrat(dulu Fakultas Sastra) yang menandai perbedaan sekaligus keterhubungan disiplin.

Duo RR, mereka ini: Roger Kembuan(44) SS., MHum, sejarawan yang menekuni historiografi kritis, dan Reiner Emyot Ointoe(67) alias ReO, fiksiwan yang mengolah kebudayaan melalui imajinasi sastra.

Roger Kembuan, putra mendiang Mener Kembuan—dosen bahasa Perancis alumni Universitas Lyons (1977)—menapaki jalur sejarah sejak S1 hingga pascasarjana di UGM dengan tesis Sejarah Eksil Kiyai Modjo(2015).

Ketajamannya dalam memanfaatkan data sejarah, khususnya lanskap kota Manado, ditopang oleh metode heuristik dan hermeneutik.

Ia memaparkan detail sejarah kota dengan kesabaran seorang peneliti yang percaya bahwa setiap artefak, dokumen, dan jejak masa lalu adalah pintu menuju pemahaman identitas kolektif.

Sejarawan seperti Roger menegaskan bahwa sejarah bukan sekadar catatan peristiwa, melainkan tafsir kritis atas perjalanan manusia dalam ruang dan waktu.

Berbeda jalur, ReO memilih jalan kebudayaan melalui sastra. Alumni Sastra Jerman Unsrat dan penerima beasiswa(Stipendiaten) DAAD di Universitas Otto Friedrich Bamberg Jerman(1990) ini menulis dengan semangat fiksiwan yang menghidupkan kebudayaan lewat imajinasi.

Setelah pensiun dini dari dunia akademik pada 2009, ia menekuni ilmu kebudayaan secara otodidak, dalam tradisi Jerman disebut Geistwissenschaft oleh Dilthey.

William Dilthey(1833-1911), dalam Einleitung in die Geisteswissenschaften(1883), menekankan bahwa ilmu-ilmu tentang manusia, kebudayaan, dan sejarah tidak bisa dipahami dengan metode eksperimental semata.

Ia menulis: “Wir erklären die Natur, wir verstehen das Seelenleben.”(Kita menjelaskan alam, tetapi kita memahami kehidupan jiwa).

Kutipan ini menjadi dasar hermeneutika historis: artefak kebudayaan, teks, dan sejarah harus ditafsirkan (hermeneutik), bukan sekadar diukur atau dijelaskan secara mekanis.

📚 Artikel Terkait

Tradisi Merantau Laki-Laki di Pidie

Abu Muhammad Zamzami; Ulama Kharismatik Aceh Besar yang Istiqamah

SDIT MUHAMMADIYAH MANGGENG PEDULI KELUARGA YATIM

Rindu

Dengan demikian, Geisteswissenschaft adalah ilmu yang berusaha memahami makna hidup manusia dalam konteks sejarah dan kebudayaan.

Lebih dari 30 buku kebudayaan telah lahir dari tangan ReO, termasuk novel sejarah Manado 1830(2017) dan karya terbaru Tuhan dan Senjakala Kebudayaan(2025).

Dalam tulisannya, kebudayaan dipahami sebagai medan pergulatan nilai, simbol, dan makna yang terus bergerak, bukan sekadar warisan statis.

Meski berbeda disiplin, sejarawan dan fiksiwan ini bertemu dalam satu titik: sejarah kritis atas perkembangan kebudayaan.

Roger menekankan pentingnya data dan metode, sementara ReO menekankan imajinasi dan refleksi.

Keduanya, Duo(RR) ini, saling melengkapi, karena kebudayaan tidak bisa dilepaskan dari sejarah, dan sejarah tidak bisa dipahami tanpa kebudayaan.

Mereka mengungkapkan kerangka filsafat kebudayaan pragmatisme holistik White Morton(1917-2001), dalam A Philosophy of Culture: The Scope of Holistic Pragmatism(1990), dikutip:

“Kita tidak dapat memisahkan sains dari etika atau seni dari politik; budaya adalah jaringan yang tak terputus.”

Sementara filsafat sejarah Hegel, mereka menegaskan bahwa kebudayaan adalah dialektika antara fakta dan makna, antara struktur dan imajinasi.

Dalam kuliah-kuliah ini, Vorlesungen über die Philosophie der Geschichte(edisi pertama 1837) disusun oleh muridnya Eduard Gans, Hegel(1770-1831), menegaskan bahwa sejarah adalah proses dialektis roh(Geist) menuju kebebasan.

Ia menulis:
“Die Weltgeschichte ist der Fortschritt im Bewusstsein der Freiheit.”(Sejarah dunia adalah kemajuan dalam kesadaran akan kebebasan).

Dengan kata lain, inti filsafat sejarah Hegel: sejarah bukan sekadar rangkaian peristiwa, melainkan gerak rasional menuju kebebasan universal.

Tinjauan atas sejarah kebudayaan mutakhir Kota Manado pun tidak berhenti pada narasi lokal.

Ia dapat dikritik dan diperkaya melalui referensi seperti Arkeologi Budaya Indonesia: Pelacakan Hermeneutis-Historis Terhadap Artefak-Artefak Kebudayaan Indonesia(2002) dan IMAJINASINUSANTARA: Budaya Lokal dan Pengetahuan Tradisional dalam Masyarakat Indonesia Kontemporer(2021) karya Arif Susanto dkk.

Dari sana, terlihat bahwa kebudayaan Manado adalah bagian dari mosaik besar kebudayaan Nusantara, yang terus bertransformasi di tengah arus globalisasi.

Sejarawan dan fiksiwan, dua jalur yang berbeda namun saling menanggapi, hadir sebagai cermin bagi generasi alumni FIB Unsrat.

Mereka menunjukkan bahwa apresiasi terhadap sejarah dan kebudayaan bukan hanya soal disiplin akademik, melainkan juga soal komitmen untuk menjaga, menafsirkan, dan menghidupkan identitas kolektif.

Dalam perhelatan kebudayaan Kota Manado 2025, keduanya menjadi simbol bahwa sejarah dan kebudayaan adalah dua wajah dari satu tubuh: tubuh masyarakat yang terus bergerak, mencari makna, dan menulis dirinya sendiri.

coverlagu: Album Ancient History dari proyek musik Symphonic Planet dirilis pada tahun 2021.

Album ini dimaknai sebagai sebuah eksplorasi musikal yang memadukan orkestrasi simfonik dengan nuansa elektronik untuk menghadirkan refleksi tentang peradaban kuno, jejak sejarah, dan kesinambungan budaya manusia.

credit foto: Jenry Koraag, Ketua Dewan Kesenian Kota Manado.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Dari Sumber Daya ke Sumber Daya Damai

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00