• Latest

Catatan Ringkas Sejarawan dan Fiksiwan Dari NDC Manado

November 15, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Catatan Ringkas Sejarawan dan Fiksiwan Dari NDC Manado

Redaksiby Redaksi
November 15, 2025
Reading Time: 4 mins read
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh ReO Fiksiwan

“Artefak kebudayaan adalah teks yang harus dibaca; ia menyimpan makna historis dan hermeneutik yang menyingkap cara hidup manusia masa lalu.” — Jacob Sumardjo(83), Arkeologi Budaya Indonesia: Pelacakan Hermeneutis-Historis Terhadap Artefak-Artefak Kebudayaan Indonesia (2002)

Perhelatan kegiatan Pembinaan Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan Daerah Kota Manado Tahun 2025 yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado di bawah kepemimpinan Kadis Peter K. B. Assa, ST., M.Sc., Ph.D., menjadi ruang apresiasi yang mempertemukan lintasan sejarah dan kebudayaan.

Berlokasi di pesisir utara teluk Manado, Nusantara Diving Club(NDC) — sebelumnya, NDC dibangun oleh penyelam asal Surabaya, mendiang Lock Herlambang di selatan Malalayang Pante sekitar awal 1990 — perhelatan ini menghadirkan dua sosok(RR) alumni Fakultas Ilmu Budaya Unsrat(dulu Fakultas Sastra) yang menandai perbedaan sekaligus keterhubungan disiplin.

Duo RR, mereka ini: Roger Kembuan(44) SS., MHum, sejarawan yang menekuni historiografi kritis, dan Reiner Emyot Ointoe(67) alias ReO, fiksiwan yang mengolah kebudayaan melalui imajinasi sastra.

Roger Kembuan, putra mendiang Mener Kembuan—dosen bahasa Perancis alumni Universitas Lyons (1977)—menapaki jalur sejarah sejak S1 hingga pascasarjana di UGM dengan tesis Sejarah Eksil Kiyai Modjo(2015).

Ketajamannya dalam memanfaatkan data sejarah, khususnya lanskap kota Manado, ditopang oleh metode heuristik dan hermeneutik.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Ia memaparkan detail sejarah kota dengan kesabaran seorang peneliti yang percaya bahwa setiap artefak, dokumen, dan jejak masa lalu adalah pintu menuju pemahaman identitas kolektif.

Sejarawan seperti Roger menegaskan bahwa sejarah bukan sekadar catatan peristiwa, melainkan tafsir kritis atas perjalanan manusia dalam ruang dan waktu.

Berbeda jalur, ReO memilih jalan kebudayaan melalui sastra. Alumni Sastra Jerman Unsrat dan penerima beasiswa(Stipendiaten) DAAD di Universitas Otto Friedrich Bamberg Jerman(1990) ini menulis dengan semangat fiksiwan yang menghidupkan kebudayaan lewat imajinasi.

Setelah pensiun dini dari dunia akademik pada 2009, ia menekuni ilmu kebudayaan secara otodidak, dalam tradisi Jerman disebut Geistwissenschaft oleh Dilthey.

William Dilthey(1833-1911), dalam Einleitung in die Geisteswissenschaften(1883), menekankan bahwa ilmu-ilmu tentang manusia, kebudayaan, dan sejarah tidak bisa dipahami dengan metode eksperimental semata.

Ia menulis: “Wir erklären die Natur, wir verstehen das Seelenleben.”(Kita menjelaskan alam, tetapi kita memahami kehidupan jiwa).

Kutipan ini menjadi dasar hermeneutika historis: artefak kebudayaan, teks, dan sejarah harus ditafsirkan (hermeneutik), bukan sekadar diukur atau dijelaskan secara mekanis.

Dengan demikian, Geisteswissenschaft adalah ilmu yang berusaha memahami makna hidup manusia dalam konteks sejarah dan kebudayaan.

Lebih dari 30 buku kebudayaan telah lahir dari tangan ReO, termasuk novel sejarah Manado 1830(2017) dan karya terbaru Tuhan dan Senjakala Kebudayaan(2025).

Dalam tulisannya, kebudayaan dipahami sebagai medan pergulatan nilai, simbol, dan makna yang terus bergerak, bukan sekadar warisan statis.

Meski berbeda disiplin, sejarawan dan fiksiwan ini bertemu dalam satu titik: sejarah kritis atas perkembangan kebudayaan.

Roger menekankan pentingnya data dan metode, sementara ReO menekankan imajinasi dan refleksi.

Keduanya, Duo(RR) ini, saling melengkapi, karena kebudayaan tidak bisa dilepaskan dari sejarah, dan sejarah tidak bisa dipahami tanpa kebudayaan.

Mereka mengungkapkan kerangka filsafat kebudayaan pragmatisme holistik White Morton(1917-2001), dalam A Philosophy of Culture: The Scope of Holistic Pragmatism(1990), dikutip:

“Kita tidak dapat memisahkan sains dari etika atau seni dari politik; budaya adalah jaringan yang tak terputus.”

Sementara filsafat sejarah Hegel, mereka menegaskan bahwa kebudayaan adalah dialektika antara fakta dan makna, antara struktur dan imajinasi.

Dalam kuliah-kuliah ini, Vorlesungen über die Philosophie der Geschichte(edisi pertama 1837) disusun oleh muridnya Eduard Gans, Hegel(1770-1831), menegaskan bahwa sejarah adalah proses dialektis roh(Geist) menuju kebebasan.

Ia menulis:
“Die Weltgeschichte ist der Fortschritt im Bewusstsein der Freiheit.”(Sejarah dunia adalah kemajuan dalam kesadaran akan kebebasan).

Dengan kata lain, inti filsafat sejarah Hegel: sejarah bukan sekadar rangkaian peristiwa, melainkan gerak rasional menuju kebebasan universal.

ADVERTISEMENT

Tinjauan atas sejarah kebudayaan mutakhir Kota Manado pun tidak berhenti pada narasi lokal.

Ia dapat dikritik dan diperkaya melalui referensi seperti Arkeologi Budaya Indonesia: Pelacakan Hermeneutis-Historis Terhadap Artefak-Artefak Kebudayaan Indonesia(2002) dan IMAJINASINUSANTARA: Budaya Lokal dan Pengetahuan Tradisional dalam Masyarakat Indonesia Kontemporer(2021) karya Arif Susanto dkk.

Dari sana, terlihat bahwa kebudayaan Manado adalah bagian dari mosaik besar kebudayaan Nusantara, yang terus bertransformasi di tengah arus globalisasi.

Sejarawan dan fiksiwan, dua jalur yang berbeda namun saling menanggapi, hadir sebagai cermin bagi generasi alumni FIB Unsrat.

Mereka menunjukkan bahwa apresiasi terhadap sejarah dan kebudayaan bukan hanya soal disiplin akademik, melainkan juga soal komitmen untuk menjaga, menafsirkan, dan menghidupkan identitas kolektif.

Dalam perhelatan kebudayaan Kota Manado 2025, keduanya menjadi simbol bahwa sejarah dan kebudayaan adalah dua wajah dari satu tubuh: tubuh masyarakat yang terus bergerak, mencari makna, dan menulis dirinya sendiri.

coverlagu: Album Ancient History dari proyek musik Symphonic Planet dirilis pada tahun 2021.

Album ini dimaknai sebagai sebuah eksplorasi musikal yang memadukan orkestrasi simfonik dengan nuansa elektronik untuk menghadirkan refleksi tentang peradaban kuno, jejak sejarah, dan kesinambungan budaya manusia.

credit foto: Jenry Koraag, Ketua Dewan Kesenian Kota Manado.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 369x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 336x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 277x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 275x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Dari Sumber Daya ke Sumber Daya Damai

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com