• Latest

Kepemimpinan, Kecantikan, dan Penampilan Perempuan Dibentuk oleh Budaya Patriarki

November 11, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Kepemimpinan, Kecantikan, dan Penampilan Perempuan Dibentuk oleh Budaya Patriarki

Novita Sari Yahyaby Novita Sari Yahya
November 11, 2025
Reading Time: 4 mins read
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh: Novita Sari Yahya

Pandangan Awal tentang Patriarki dan Kecantikan

Saya tertarik pada hubungan antara kepemimpinan, kecantikan, dan budaya patriarki ketika menonton video Miss World 2018. Dalam video itu tergambar jelas bagaimana dunia pageant dibentuk dari sudut pandang laki-laki. Di balik gemerlap panggung dan senyum para finalis, ada warisan pandangan lama bahwa perempuan dinilai pertama-tama dari tubuhnya.

Namun, seiring waktu, saya melihat adanya perubahan. Kecantikan kini dikaitkan dengan intelektualitas, kepedulian sosial, dan misi kemanusiaan. Moto Beauty with a Purpose misalnya, menunjukkan bahwa perempuan mulai mengambil kendali atas narasi mereka sendiri. Meski demikian, bayang-bayang patriarki masih ada: standar kecantikan tetap menjadi bentuk kontrol sosial yang halus, terselubung dalam kemasan modernitas.

Ironi “Iron Lady” dan Adaptasi terhadap Patriarki

Ketertarikan saya kemudian bertambah ketika membaca tulisan yang menggambarkan bagaimana “Iron Lady” terbentuk dari adaptasi terhadap patriarki. Sosok ini sering dipuja karena tegas dan kuat, namun pada saat yang sama menjadi bukti bahwa perempuan baru diakui jika berperilaku seperti laki-laki.

Ironi ini terasa begitu nyata. Saya memahami bahwa untuk bertahan di dunia yang didominasi laki-laki, banyak perempuan terpaksa membangun ketegasan dan rasionalitas sebagai bentuk perlindungan diri. “Iron Lady” bukan gelar kehormatan yang lahir dari kemudahan, melainkan hasil dari perjuangan panjang menghadapi sistem sosial yang terus menundukkan. Ia lahir dari luka, dari keharusan menyesuaikan diri dengan tatanan yang tidak memberi ruang bagi kelembutan yang dianggap kelemahan 

Pengalaman Pribadi dan Warisan Pemikiran

Dalam perjalanan kehidupan pribadi  terutama setelah terjun ke dunia aktivisme, saya tidak bisa menolak kenyataan bahwa patriarki masih membentuk banyak hal dalam kehidupan perempuan. Pandangan pesimis tentang kemampuan perempuan membuat kami harus beradaptasi dengan situasi yang tidak adil.

Saya pribadi sering merefleksikan pemikiran kakek saya, dr. Sagaf Yahya, pendiri Partai Parindra cabang Jambi tahun 1940. Semangat nasionalismenya menekankan keberanian berpikir dan pentingnya peran sosial. Namun, saya juga menyadari bahwa keterbatasan saya sebagai perempuan membuat perjuangan itu memiliki dimensi berbeda. Bila laki-laki berjuang untuk diakui gagasannya, perempuan harus berjuang untuk diakui keberadaannya terlebih dahulu.

Perempuan sebagai “Kotak Pandora”

Pandangan filsuf Rocky Gerung yang menyebut perempuan sebagai “kotak Pandora” memberi refleksi menarik. Pandora bukan sekadar simbol misteri dan kesalahan, tetapi juga lambang kekuatan dan harapan. Dalam diri perempuan tersimpan kemampuan dan keterbatasan, kelembutan dan keteguhan, kekacauan dan kebijaksanaan.

Bagi saya, pandangan itu mengandung kebenaran yang pahit: perempuan memang menyimpan misteri kemampuan yang sering diremehkan, namun ketika muncul ke permukaan, kekuatan itu dapat mengguncang tatanan lama. Mungkin karena itulah patriarki berusaha mengekang karena takut pada daya cipta dan ketahanan yang tidak dapat dikendalikan.

Baca Juga

8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026

Kepemimpinan dan Paradoks Feminitas

Kepemimpinan perempuan kerap dipandang paradoksal. Perempuan diminta untuk kuat, tapi tetap lembut; untuk tegas, tapi tetap menyenangkan. Dalam tekanan semacam itu, banyak perempuan harus memadukan rasionalitas dengan empati agar tidak kehilangan identitas dirinya.

Tubuh, kecantikan, dan cara bicara menjadi alat ukur sosial yang mengekang kebebasan perempuan. Di sinilah satire budaya patriarki terasa nyata: sistem yang mengaku melindungi perempuan justru menuntut mereka menyesuaikan diri dengan pola yang tidak perempuan pahami.

Kesimpulan: Ketahanan sebagai Satire Patriarki.

Dari semua refleksi itu, saya belajar bahwa “Iron Lady” tidak lahir karena privilese, melainkan dari perjuangan melawan tembok yang berlapis-lapis. Ia tumbuh dari luka yang dijahit oleh ketahanan, dan dari keraguan yang diubah menjadi kekuatan.

Satire terbesar dari budaya patriarki adalah bahwa sistem yang berusaha mengendalikan perempuan justru melahirkan perempuan-perempuan yang tak lagi bisa dikendalikan. Kekuatan kami bukan pemberian, melainkan hasil dari keberanian untuk tetap berdiri di tengah tekanan, untuk berpikir di tengah pembatasan, dan untuk mencintai tanpa kehilangan diri sendiri.

Daftar Referensi

Kompas. (2019, 14 Februari). Rahasia Cantik Miss World 2018, Vanessa Ponce Bukan dari Make Up.

ADVERTISEMENT
https://entertainment.kompas.com/read/2019/02/14/181923510/rahasia-cantik-miss-world-2018-vanessa-ponce-bukan-dari-make-up

Potret Online. (2025, 7 November). Ironi Iron Lady dan Politik Identitas yang Retak.

Ironi “Iron Lady” dan Politik Identitas yang Retak

UICI. (2024). Rocky Gerung Sebut Laki-laki Berhutang pada Perempuan Selama 25 Abad.

https://uici.ac.id/rocky-gerung-sebut-laki-laki-berhutang-pada-perempuan-selama-25-abad

Jurnal Perempuan. (2016, April). Blog Arsip Isu Gender dan Representasi.

https://www.jurnalperempuan.org/blog/archives/04-2016

Novita sari yahya 

Penulis dan peneliti.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Benarkah Matematika Mata Pelajaran Horor?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com