Cara Mudah Merawat Logika
Oleh Heri Iskandar
–β————β————————————
Sabtu, 22/3/2025 (Edisi 1340)
"Ada perkembangan terkini dari kasus judi Sambung Ayam di Way Kanan Lampung tidak Bib?"
"Katanya oknum TNI sudah mengaku telah menembak mati ketiga Polisi dari Polsek setempat."
"Itu bukan berita baru, semua koran juga menulisi itu!"
"Yang Bang JAGo maksud berita apa juga?"
"Isu pemerasan Polisi di balik alasan penggerebekan arena judi tersebut benar tidak?"
"Isu yang beredar di luar sana memang begitu!"
"Berarti Polisi yang mati tertembak kena batunyalah. Pantas banyak pihak yang tidak memberi simpati sewajarnya ke mereka."
"Aku juga tidak tahu persis masalah itu Bang. Hanya saja dari Kapendam Sriwijaya bilang lapak judi tersebut sudah ada sejak setahun lalu dan sudah diketahui oleh orang di luar Lampung sekali pun."
"Kenapa Polisi yang kena door itu baru menggerebek setelah menjadi arena besar?"
"Katanya dana haram tadi sudah rutin mengalir ke Polsek hingga Koramil. Dari situ bisa disimpulkan penggerebekan tersebut bukan karena alasan untuk tegaknya hukum tapi karena faktor kepentingan lainnya."
"Makanya aku tanya kau tadi benar tidak ada isu minta jatah di balik tragedi lapak judi tersebut?"
"Tafsir sendiri sajalah. Aku cuma mencatat satu hal saja yang mestinya menjadi renungan bagi petinggi Polri."
"Catatan apa..?"
"Nama dan citra mereka sudah begitu tidak baik di tengah-tengah masyarakat."
"Terus..?"
"Tragedi berdarah di lahan judi Way Kanan contohnya, betapa kita sedih."
"Sedih kenapa..?"
"Sekiranya saja ketiga Polisi yang tertembak itu benar-benar datang ke arena untuk menegakkan kebenaran masyarakat tetap apriori."
"Apriori apa..?"
"Bahwa Polisi datang ke sana mau memeras atau karena setoran bagi mereka tidak lancar."
"O pasti itu kawan!"
"Bayangkan, apa jadinya Polisi kalau pandangan publik sudah sehina itu?"“Ya, benar kata kau. Kasian institusinya kalau tidak segera dibersihkan sebersih-bersihnya..!”
πHeri Iskandar






