• Latest
Sepucuk Surat Yang Kuterima bersama Bingkisan dan THR Untuk Lebaran Tahun Ini - 96702e2a 05af 4cbb 87f6 21959e7921a5 | Aktivis | Potret Online

Sepucuk Surat Yang Kuterima bersama Bingkisan dan THR Untuk Lebaran Tahun Ini

Maret 22, 2025
Sepucuk Surat Yang Kuterima bersama Bingkisan dan THR Untuk Lebaran Tahun Ini - 1001377472_11zon 1 | Aktivis | Potret Online

Ketika Sungai Mengalirkan Lebih dari Sekadar Air

April 20, 2026

Dialektika Dalam Seni, Sastra, Pendidikan, dan Pageant.

April 20, 2026
56b8b820-aa0d-4796-86af-eee26b4e8bbc

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

April 20, 2026
93f22f86-ef8e-40bd-be7a-654413740c48

Pasar, Telur, dan Sebuah Catatan Kebudayaan dari Pundensari

April 20, 2026
7bf2ddcd-f2b6-4ca2-97c0-0cc808683181

Sigupai Mambaco Gelar “Mahota Buku” April di Abdya, Diskusikan Peran Perempuan hingga Kritik Sosial

April 20, 2026
Sepucuk Surat Yang Kuterima bersama Bingkisan dan THR Untuk Lebaran Tahun Ini - IMG_9514 | Aktivis | Potret Online

Aceh Tak Butuh Senjata untuk Merdeka

April 20, 2026
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Sepucuk Surat Yang Kuterima bersama Bingkisan dan THR Untuk Lebaran Tahun Ini

Jacob Ereste by Jacob Ereste
Maret 22, 2025
in Aktivis, Refleksi
Reading Time: 2 mins read
0
Sepucuk Surat Yang Kuterima bersama Bingkisan dan THR Untuk Lebaran Tahun Ini - 96702e2a 05af 4cbb 87f6 21959e7921a5 | Aktivis | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Jacob Ereste

Aktivis itu pilihan sikap….bukan pekerjaan yang menghitung untung dan rugi, maka itu aktivis cenderung terkesan gembel, miskin karena berani berkorban untuk kepentingan dirinya sendiri….

Tapi juga tidak berarti bahwa aktivis itu tak pandai membuat kalkulasi ekonomi, misalnya aktivis Yudha dari Cilengsi datang ke Jakarta hanya untuk mengikuti aksi yang dia anggap urgen untuk dilakukan….jelas ongkos dan jajan makan dan minum sudah dia hitung agar dapat dia atasi agar tidak sampai kafiran atau keleleran…

Lalu nilai apa yang bisa dia dapat dari kalkulasi ekonomi, kecuali nilai-nilai sosial yang mengekspresikan tanggung jawab moral dan sosialnya sebagai warga bangsa (bukan warga negara) yang sangat mungkin tidak banyak dilakukan secara sadar oleh semua orang, termasuk mereka yang terlanjur latah mengklaim dirinya sebagai aktivis…

catatan kaki :


Mulanya surat yang kuterima bersama bingkisan dan THR Lebaran tadi pagi, kukira bagian dari Lailatul qodar dalam wujud yang lain.

Sehingga sempat ingin kusebut semacam “Puisi Esai” seperti genre sastra yang ada di kebun Denny JA dan kawan-kawan yang telah membangun semangat dan elan vital kreativitas serta etos dari kerja sastra yang tak hendak menyerah atau mati sia-sia di tengah perseteruan politik yang terus gaduh, seakan mengimbangi kebisingan ekonomi Indonesia yang semakin mencemaskan.

Seperti catatan kaki dari tulisan terlampir di atas, sekaligus hendak membuktikan bahwa semua terus bergerak dan berubah, meski seperti keong sawah atau reaksi terhadap kritik dari rakyat yang paling keras sekalipun, tapi tetap tak mengubah pilihan dan kebijakan untuk mendapat keuntungan dari kesempatan apapun.

Sebab untuk seorang pejabat yang pernah menduduki posisi penting di negeri ini akan dianggap sial atau bahkan bodoh masih mau hidup dalam pola kesederhanaan dan kebersahajaan. Apalagi sampai tidak memiliki villa pribadi di hutan lindung Puncak Bogor.

Jadi aktivis dan kesederhanaan itu adalah pilihan sikap yang tidak perlu diubah semacam pelampiasan dendam terhadap kemiskinan yang sesungguhnya tidak perlu menjadi beban hidup. Juga tidak perlu untuk disesumbarkan kepada orang lain. Sebab pilihan sikap yang kukuh dan tak tergoyahkan itu bagian dari ketangguhan dan kecerdasan spiritual yang nyata, tapi acap dianggap oleh banyak orang sebagai sesuatu yang ghaib.

Banten, 22 Maret 2025

Share234SendTweet146Share
Jacob Ereste

Jacob Ereste

Next Post

BENGKEL OPINI RAKyat

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com