• Latest

Ketika Dedikasi Seorang Guru Bertemu Tanggung Jawab Kepala Sekolah

November 5, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Ketika Dedikasi Seorang Guru Bertemu Tanggung Jawab Kepala Sekolah

Redaksiby Redaksi
November 5, 2025
Reading Time: 3 mins read
592
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh: Hariya Haldin, S.Pd., M.Pd.

Perkenankan, saya Hariya Haldin. Seringkali, saat saya berdiri di depan cermin, saya melihat dua bayangan. Satu adalah Guru, memegang spidol dengan semangat mengajar yang membara, yang kedua adalah Plt. Kepala Sekolah, yang memegang kunci dengan tanggung jawab kepemimpinan yang menghimpit.

Mendapat anugerah sebagai Juara Terbaik 2 Kategori Dedikatif Guru SMA dalam Apresiasi GTK 2025 Tingkat Provinsi Aceh yang digelar Balai Guru dan Tenaga Kependidikan adalah sebuah simpulan manis bagi perjuangan yang sungguh-sungguh berganda. 

Ini bukan sekadar kemenangan pribadi, namun pengakuan bahwa dua peran yang saya jalankan, yang kerapkali terasa saling tarik-menarik, akhirnya bisa berjalan beriringan.

Jika mengajar adalah jantung saya, maka memimpin sekolah, meski hanya sebagai pelaksana tugas adalah napas saya.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Sebagai seorang Guru, saya menemukan kedamaian sejati. Melihat wajah-wajah ingin tahu, merancang modul ajar yang inovatif, dan memastikan setiap materi pelajaran ‘menyentuh’ hati dan pikiran anak-anak. 

Dedikasi saya murni tercurah pada fasilitasi ilmu dan pembentukan karakter. Saya harus tetap menjadi guru yang dekat, yang menginspirasi, dan yang paling penting yang selalu ada di saat mereka membutuhkan.

Tapi, saat jam pelajaran usai, saya harus beralih peran. Menjadi Plt. Kepala Sekolah. Tumpukan adminitrasi, rapat koordinasi, dan lainnya, hingga memastikan sarana prasarana berfungsi dengan baik. Waktu yang seharusnya saya gunakan untuk menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dan mengevaluasi tugas siswa, sering terpotong untuk mengurus administrasi dan kebijakan sekolah.

Ada masa-masa frustrasi. Saya merasa terpecah. “Apakah saya sudah maksimal sebagai guru? Apakah sekolah sudah saya urus dengan baik?” Pertanyaan itu menjadi melodi harian yang tak pernah berhenti.

Justru dari keterbatasan waktu inilah, lahir inovasi yang memaksa saya menjadi lebih efisien dan terstruktur. Kategori “Dedikatif” ini sesungguhnya adalah dedikasi terhadap manajemen waktu dan energi.

Saya belajar mengintegrasikan Kepemimpinan ke dalam Kelas untuk menerapkan ide-ide dari ruang rapat langsung ke dalam praktik mengajar, menjadikannya ‘laboratorium’ hidup. 

Mendelegasikan dengan hati serta mempercayai rekan guru lain untuk mengambil peran, dan menggunakan peran Plt Kepala Sekolah untuk mendukung penuh dedikasi mereka.

Semua ini adalah bagian dari portofolio yang saya bawa ke hadapan dewan juri Apresiasi GTK 2025. Saya tidak hanya memamerkan metode mengajar yang unik, namun juga bagaimana kepemimpinan dedikatif dapat menciptakan ekosistem sekolah yang mendukung penuh semangat guru.

Malam pengumuman itu, setiap detiknya terasa seperti bertahun-tahun. Saat nama saya disebut, Hariya Haldin, S.Pd., M.Pd., Juara Terbaik 2 Kategori Dedikatif Guru SMA, rasa syukur itu bercampur dengan sebuah realisasi besar.

Dedikasi sejati bukan tentang memilih salah satu peran, tetapi tentang bagaimana kita dapat mendedikasikan diri secara total pada setiap peran yang diberikan.

ADVERTISEMENT

Penghargaan ini bukan hanya untuk guru yang saya cintai, tapi juga untuk Plt. Kepala Sekolah yang tak kenal lelah, yang berusaha menjaga perahu pendidikan ini tetap berlayar di tengah badai. Ini adalah hadiah dari Provinsi Aceh, yang mendorong saya untuk terus menjadi guru yang memimpin dengan hati, dan pemimpin yang mengajar dengan jiwa.

Terima kasih, anak – anak hebatku. Kalian adalah alasan saya menjadi guru. Terima kasih, rekan sejawat. Kalian adalah alasan saya menjadi pemimpin.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Ekopolitik Neurokultur

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com