POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Indonesia Raya dan Mercusuar Perdamaian Dunia

Anies SeptivirawanOleh Anies Septivirawan
October 24, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

‎
‎
‎Puisi Anies Septivirawan
‎
‎Seperti sepasang arwah dan jasad
‎Tubuhku adalah Indonesia
‎Indonesia adalah rumah besar
‎Bagi inspirasi, inovasi, kreasi, motivasi, dan intuisi
‎yang  datang dari ruang sepi
‎
‎Seperti sepasang arwah dan jasad
‎Aku telah jatuh cinta
‎Kepada Indonesia, aku telah
‎Memadu kasih asmara dengan Indonesia
‎
‎Aku selalu menjadi dokter penyembuh bagi tubuhku dengan obat -obat sajak  dalam ramuan puisi
‎
‎Aku selalu menjadi polisi pengaman
‎bagi niat-niat jahat yang bersemayam
‎Di dalam otak dan beranda hati
‎Hanya demi tubuh yang bernama Indonesia 
‎
‎Aku selalu berdoa bagi kesehatan tubuh
‎Setiap selepas subuh
‎Agar bermanfaat bagi diri dan semesta raya, Indonesia untuk dunia
‎
‎Sepetti sepasang arwah dan jasad
‎Aku adalah arwah
‎Tubuhku adalah Indonesia
‎Yang telah menikah dan beranak – pinak
‎Mereka bernama keberagaman
‎
‎Rasa cinta ini semakin dalam
‎Kepadamu, wahai Indonesia dan keberagaman
‎Kata orang, keberagaman
‎Adalah anugerah dari Tuhan
‎: indah dan cantik, sexy dipandang,
‎namun kadang pahit dirasakan
‎
‎Karena  pahit getir yang terkandung
‎Dalam keberagaman itu
‎Kadang kita rasakan
‎Ketika hujan tidak adil menyiram bumi
‎Ketika para petani mengeluh
‎Tentang mahalnya harga pupuk
‎Dan panen padi tak sesuai ekspektasi
‎
‎
‎Karena pahit getir yang terkandung
‎Dalam keberagaman itu
‎Menumbuhkan tunas – tunas kecewa dan luka
‎
‎Karena pahit getir yang terkandung dalam keberagaman itu selalu
‎Melahirkan anak-anak sungai air mata
‎
‎Anak-anak sungai itu
‎Tulus menghanyutkan sampah – sampah mimpi,  angan, dan harapan – harapan
‎Menuju samudera raya
‎Yang di tengahnya berdiri kokoh
‎Mercusuar perdamaian bagi dunia
‎
‎
‎
‎Situbondo, 23 Oktober 25
‎

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Dorong Kolaborasi Menuju Pemulihan Pendidikan

Tjoet Nja’ Dhien Sosok Inspiratif bagi Generasi Milenial

Floods and Landslides in Sumatra as Man-Made Disasters: The Affective State, Corruption, and Ecological Ruin

Kyai Tiga Kitab

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Anies Septivirawan

Anies Septivirawan

Anies Septivirawan adalah penikmat tulisan seni sastra dan budaya. Ia gemar menulis puisi sejak tahun 1995 sampai saat ini. Ia bergabung dengan himpunan penulis penyair dan pengarang nusantara (HP3N) Kota Batu dan SATUPENA Jawa Timur. Anies Lahir di kelurahan Dawuhan, Situbondo, Jawa Timur. Aktivitasnya sehari-hari sebagai wartawan media online. Baginya, menulis adalah upaya mengusir ion -ion negatif di dalam tubuh agar tetap sehat dan panjang umur. Ia sudah menulis 3 buku antologi puisi tunggal dan puisi-puisinya juga menyemarakkan sejumlah buku antologi bersama. Puisinya dan tulisan lainnya juga pernah satu buku dengan Gol A Gong. Buku antologi puisi tunggalnya yang pertama berjudul "Luka dan Kota Sepi Literasi", yang kedua adalah "Menimang Rindu Senja Kala" dan buku yang ketiga berjudul "Dua Senja Menyulam Damai"

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Spirit Nyi Eroh dan Terowongan Geureutee

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00