POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Smokol: Tafsir Feminis di Negeri Para Sultan

RedaksiOleh Redaksi
September 26, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh ReO Fiksiwan

Perempuan dalam cerpen-cerpen ini tidak hadir sebagai objek naratif, melainkan sebagai subjek yang mengolah makna, menggugat norma, dan menata ulang dunia.” — Rocky Gerung(66), Smokol: Cerpen Pilihan Kompas 2008(2009).

Smokol bukan sekadar kata. Ia adalah jejak lidah, memori tubuh, dan nalar lokal yang hidup dalam percakapan sehari-hari masyarakat Maluku. 

Dalam cerpen berjudul Smokol(2009) karya Nukila Amal(54), sastrawati asal Maluku Utara, kata ini menjelma menjadi pintu masuk menuju dunia yang lebih dalam: dunia perempuan, dunia ingatan, dunia yang tak tunduk pada logika kekuasaan maskulin. 

Cerpen tersebut dimuat dalam antologi cerpen Kompas dan diberi  prolog oleh Rocky Gerung, filsuf publik yang dalam banyak kesempatan menggugat nalar dominan dengan ironi dan ketajaman.

Smokol, sebagai sarapan pagi, bukan hanya aktivitas biologis, tetapi juga tindakan sosial yang menyimpan makna kultural. 

Ia adalah ruang transisi antara malam dan siang, antara domestik dan publik, antara sunyi dan riuh. 

Dalam cerpen Nukila ini, smokol menjadi metafora tentang bagaimana perempuan mengolah waktu, ruang, dan tubuhnya sendiri di tengah dunia yang sering kali tak memberinya suara. 

Ia bukan hanya makan pagi, tetapi juga perlawanan halus terhadap struktur yang membungkam.

Dalam dialog podcast Tumbuh Institute(https://youtu.be/JqkL75h0QB4?si=znnPe2mujyLHFTOv) antara Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda(43) —perempuan pertama yang memimpin negeri para Sultan—dan Rocky Gerung, smokol menjelma menjadi wacana politik. 

Sherly tidak hanya hadir sebagai pemimpin administratif, tetapi sebagai representasi tubuh perempuan yang menembus benteng patriarki. 

Ia tidak datang dengan retorika kekuasaan, tetapi dengan bahasa keseharian, dengan gestur yang akrab, dengan nalar yang membumi. 

Rocky, dalam kapasitasnya sebagai filsuf publik, tidak mendominasi, tetapi membuka ruang tafsir.  

📚 Artikel Terkait

🚩🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Pengemis dan Strategi Bertahan Hidup

RAYAKAN HARI IBU, DPPPA ACEH DAN BALAI SYURA ACEH GELAR PERLOMBAAN “D0 KU DA IDI”

Soeharto Pahlawan? Jangan Hina Akal Sehat Kami, Kawan.

Dialog mereka bukan debat, melainkan smokol intelektual: sarapan gagasan yang mengandung gizi reflektif.

Dalam kerangka ekofeminisme Julia Kristeva(84), sebagaimana diuraikan dalam Powers of Horror: An Essay on Abjection(1983; Terjemahan 2022), tubuh perempuan adalah locus dari abject—yang ditolak, yang diasingkan, yang dianggap mengganggu tatanan simbolik. Tapi justru dari tubuh itulah lahir kekuatan untuk menggugat. 

Konsep abjection—pengusiran atau penolakan terhadap sesuatu yang mengganggu batas identitas dan makna, seperti tubuh, darah, atau kematian—dan menjadi landasan penting dalam kajian ekofeminisme, kritik sastra, dan teori budaya. 

Kristeva menyusun kerangka bahwa horor bukan sekadar rasa takut, tetapi pengalaman eksistensial yang mengguncang batas antara diri dan dunia.

Smokol, sebagai praktik tubuh, menjadi simbol dari kekuatan yang tak bisa direduksi oleh logika maskulin.  

Ia adalah horor bagi sistem yang ingin mengatur segalanya, karena ia tak bisa dikendalikan, tak bisa diklasifikasikan, tak bisa dijinakkan.

Betty Friedan(1921-2006) dalam The Feminine Mystique(1963) menolak domestikasi perempuan sebagai “malaikat rumah tangga.” 

Tapi dalam smokol, kita melihat bahwa ruang domestik bukanlah penjara, melainkan laboratorium. 

Perempuan tidak hanya memasak, tetapi meracik wacana. Ia tidak hanya menyajikan makanan, tetapi menyusun narasi. 

Smokol menjadi tindakan epistemologis: cara perempuan memahami dan mengubah dunia dari dapur, dari meja makan, dari percakapan pagi yang tampak remeh tapi sesungguhnya revolusioner.

Di tengah dominasi patriarkal dalam politik kekuasaan, smokol adalah jeda. 

Ia bukan seruan perang, tetapi bisikan yang mengganggu. Ia tidak hadir di podium, tetapi di sela-sela. Ia tidak memaksa, tetapi mengendap. Dan justru karena itu, ia bertahan. 

Dalam cerpen Nukila Amal, dalam kepemimpinan Sherly Tjoanda, dan tentu dalam dialog bersama Rocky Gerung, smokol menjadi nalar feminis yang tak perlu berteriak untuk didengar. Ia cukup hadir, cukup menghidang, cukup menjadi.

Smokol adalah filsafat yang dimasak perlahan. Dan dari kepulan uapnya, kita mencium ars aromatum perubahan.

#coverlagu: „Moloku Kie Raha” versi Yochen, Galih, & Mario dirilis sekitar 12 Januari 2013 dan dipublikasikan melalui YouTube. Lagu ini merupakan adaptasi dari karya asli Amry, yang pertama kali dinyanyikan oleh M. Samadi, dan kemudian menjadi sangat populer di kalangan generasi muda Maluku Utara.

Lagu ini bermakna  “Empat Gunung Maluku”, merujuk pada empat kesultanan besar di Maluku Utara: Ternate – Alam Makolano; Tidore – Kie Makolano; Bacan – Dehe Makolano; Jailolo – Jiko Makolano.

Lagu ini bukan hanya pujian terhadap keindahan alam dan sejarah, tetapi juga seruan persatuan. Seperti frase  “Mari Moi Ngone Foturu” mengandung makna ajakan untuk menjaga kerukunan dan kebersamaan antar masyarakat empat kesultanan, berlandaskan adat dan budaya lokal.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Masalah Utama Palestina, Amerika Serikat

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00