Selasa, April 21, 2026

Makna Kata “Uffin” Dalam Al-Quran

Makna Kata “Uffin” Dalam Al-Quran - 2025 08 06 18 21 26 | Artikel | Potret Online
Ilustrasi: Makna Kata “Uffin” Dalam Al-Quran

Oleh: Tgk Dailami, M.Pd*

Kata اف ( Uffin ) dalam Surat Al Isra ayat 23 menurut tafsir Khazin adalah sebuah kata yang mengandung makna “sesuatu yang tidak disukai/dibenci”.

Pada mulanya kalimat اف tersebut digunakan ketika misalnya debu atau tanah atau kotoran lainnya mengenai pakaian atau badan kita, lalu kita menghembusnya supaya hilang debu tersebut, ketika kita hembus akan keluar bunyi dari mulut dengan suara “uff”

Dalam tafsir Khazin isem ini terjadi dari makna fiil mudhari’ yang bermakna أتضجر (aku tidak suka, aku malas” dan makna sejenisnya.

Kemudian orang orang Arab meluaskan penyebutan kalimat uffin tersebut kepada sesuatu apapun yang di benci yang menimpa mereka sehingga disebut juga dengan اسم الفعل ( isem fiil ) yaitu isem yang berasal dari fiil, dan disebut juga dengan اسم الصوت ( isem suara ) yaitu kalimat isem yang diambil dari bunyi suara..

Ini adalah makna-makna yang menunjukkan rasa ketidaksukaan dan kekesalan sehingga terekspresi atau diekspresikan dengan mengeluarkan suara..

Misalnya ketika kita mengucapkan suatu suara yang khas untuk menggambarkan perasaan kita seperti “ihhh” ( untuk menunjukkan rasa jijik) atau “yahh” (untuk menunjukkan rasa kecewa), atau “ssstttt” (untuk menunjukkan perintah jangan ribut), atau “aahh” ( untuk menunjukkan rasa malas), atau “hahh..??”( untuk menunjukkan rasa kaget), atau “yehh” dalam bahasa Aceh ( untuk menunjukkan rasa kaget), dan lain lain.

Sepertinya semua negara dan suku bangsa punya suara khas nya masing untuk menunjukkan sebuah ekspresi perasaan.

Jadi kalimat أف dalam bahasa arab digunakan untuk mengungkapkan ekspresi rasa ketidaksukaan itu..

Maka dalam Al-Qur’an Allah melarang kita mengatakan suatu kalimat yang menunjukkan ekspresi rasa ketidaksukaan dan kekesalan kepada orang tua, dan ini tidak terbatas pada kalimat uffin dalam bahasa Arab saja, semua kalimat atau bahasa yang menunjukkan ekspresi rasa tidak suka dan kesal di larang di tunjukkan kepada orang tua..

Semoga bermanfaat

والله اعلم بالصواب
*Penulis adalah guru PAI SMAN 3 Putra Bangsa Lhoksukon.

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Artikel terbaru untuk dibaca

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist