• Latest

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
IMG_0532

Minimarket Koperasi Desa, Bukan Minimarket Biasa

Maret 29, 2026

Menolak Perang, Menimbang Keadilan: Eropa di Antara Moralitas, Ketakutan Strategis, dan Pergeseran Tatanan Dunia

Maret 29, 2026
img-0531_11zon

Mengingat Masa Lalu, Menentukan Arah Masa Depan

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Lomba Menulis Agustus 2025

Redaksi by Redaksi
Juli 31, 2025
in Haba Mangat
Reading Time: 2 mins read
0
671
SHARES
3.7k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

“Pengetahuan adalah kekuatan,” kata Francis Bacon. Maka merdeka, dalam pandangannya, adalah ketika manusia bebas dari kegelapan prasangka dan takhayul, merdeka untuk mengetahui, menyelidiki, dan membentuk dunianya sendiri melalui rasionalitas.

Namun bagi Jacques Derrida, merdeka tidak pernah mutlak. Ia terurai dalam teks, dalam bahasa yang senantiasa mengguncang makna. Merdeka bukan sesuatu yang selesai, tapi selalu menunda dirinya. Maka, merdeka adalah dekontruksi atas apa yang dianggap pasti.

Nietzsche datang dengan palunya. Ia menghancurkan berhala moral palsu dan menyeru pada kemerdekaan kehendak untuk berkuasa. Merdeka, baginya, adalah menjadi individu yang mampu menciptakan nilai sendiri, bukan tunduk pada narasi dominan.

Hegel memandang kemerdekaan sebagai proses dialektika sejarah: dari ketidaksadaran menuju kesadaran-diri. Merdeka adalah rekonsiliasi antara individu dan masyarakat, antara kehendak pribadi dan akal universal.

Heidegger menyoal lebih dalam: apakah kita benar-benar ada dalam kebebasan, atau justru terjebak dalam kejatuhan (fallenness) dalam dunia yang memperbudak? Merdeka adalah keberanian untuk menjadi otentik, untuk merengkuh keberadaan yang sejati, bukan sekadar hidup mengikuti arus.

Dan Ali Shariati, dari ranah perlawanan, berseru: merdeka adalah pembebasan manusia dari penindasan struktural, dari kolonialisme, kapitalisme, dan juga dogma keagamaan yang menumpulkan kesadaran. Merdeka adalah tauhid sosial, sebuah perjuangan menuju keadilan.

Baca Juga

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Desember 5, 2025

Lalu bagaimana Anda memaknai merdeka. Tuliskan opini dan pendapat Anda dalam bentuk esai populer, opini kritis, atau refleksi filosofis-naratif. Dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Panjang tulisan: 700–1000 kata.

2. Orisinal bukan plagiat.

3. Bukan karya AI

4. Belum pernah dipublikasikan di media manapun.

5. Tidak mengandung unsur SARA.

6. Dan lomba terbuka untuk pelajar, mahasiswa serta umum.

Adapaun tema lomba menulis bulan Agustus 2025 adalah; “Merdeka adalah Merdeka”. Anda dapat mengirimkan naskah terbaik Anda melalui whatsapp redaksi, email redaksi maupun kolom kirim tulisan. Anda dapat mengirimkan lebih dari satu naskah. Sertakan hastag #bulanmerdeka #potretonline #lombamenulisagustus di akhir tulisan Anda. Tulisan dapat dikirim mulai 1 Agustus sampai 25 Agustus.

Pemenang akan diumumkan pada 31 Agustus 2025. 3 naskah terbaik akan mendapatkan kaos ekslusif dari potretonline.com. Kaos akan dikirimkan ke alamat penulis bagi yang berdomisili di luar Banda Aceh dan Aceh Besar. Selamat menulis dan salam literasi.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 288x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 257x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 220x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 205x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 166x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare268Tweet168
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541
#Cerpen

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818
Esai

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888
Catatan Perjalanan

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
Next Post

Sisi Gelap Belajar di Era Digital - Ulasan Artikel

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com