🔊
Dengarkan Artikel
Puisi Religi: Karya Juni Ahyar
Kamu berjalan di atas punggungku,
Menapak sombong, melupa yang Satu.
Di setiap langkah, aku berbisik lirih,
“Wahai manusia, dunia ini bukan milikmu.”
Aku bumi, saksi dari semua nafsu,
Air mataku adalah hujan yang menetes pilu.
Aku menanti, bukan untuk membalas dendam,
Tapi untuk mengingatkan: hidup ini hanya persinggahan malam.
Ingatlah, pada akhirnya, kamu di perutku,
Aku dekap tubuhmu dalam sunyi yang bisu.
Tak ada harta, tak ada kuasa, tak ada nama,
Semua luluh, menjadi debu bersama.
Kullu nafsin zaikatul maut,
Tiap jiwa akan meneguk takdir maut.
Saat waktu berhenti, saat nafas terhenti,
Hanya amalmu yang menuntunmu pergi…
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📚 Artikel Terkait
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.






