Puisi Religi: Karya Juni Ahyar
Kamu berjalan di atas punggungku,
Menapak sombong, melupa yang Satu.
Di setiap langkah, aku berbisik lirih,
“Wahai manusia, dunia ini bukan milikmu.”
Aku bumi, saksi dari semua nafsu,
Air mataku adalah hujan yang menetes pilu.
Aku menanti, bukan untuk membalas dendam,
Tapi untuk mengingatkan: hidup ini hanya persinggahan malam.
Ingatlah, pada akhirnya, kamu di perutku,
Aku dekap tubuhmu dalam sunyi yang bisu.
Tak ada harta, tak ada kuasa, tak ada nama,
Semua luluh, menjadi debu bersama.
Kullu nafsin zaikatul maut,
Tiap jiwa akan meneguk takdir maut.
Saat waktu berhenti, saat nafas terhenti,
Hanya amalmu yang menuntunmu pergi…
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 309x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 272x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 235x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 222x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 180x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.




















