• Latest
Ada Apa dengan Kampus itu?

Yang Haram Hanya Babi?”

Juli 18, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Yang Haram Hanya Babi?”

Rivaldiby Rivaldi
Juli 18, 2025
Reading Time: 2 mins read
Ada Apa dengan Kampus itu?
602
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rivaldi

Di negeri yang katanya beradab ini, Indonesia, ada satu hal lucu tapi tragis: seolah-olah dosa terbesar dan satu-satunya yang haram itu cuma babi. Ya, babi! Bukan korupsi, bukan kebohongan, bukan pemerkosaan keadilan, bukan perampokan uang rakyat. Babi jadi kambing hitam, sementara tikus berdasi berpesta pora di atas kemiskinan orang kecil.

Lihat saja, orang bisa ribut berjamaah kalau ada menu mengandung babi di pojok restoran. Tapi ketika pejabat korup nyolong miliaran, tanggapan masyarakat adem kayak kipas angin mati. Ulama dadakan muncul kalau ada konser musik, tapi pada bungkam saat uang bansos dikencingi pejabat bangsat. Di warung kopi, orang bisa ceramah panjang soal najisnya daging babi, tapi gak pernah risih sama najisnya sistem hukum yang bisa dibeli kayak barang diskonan.

Ini negeri aneh.

Makan babi haram, tapi nyogok polisi? “Yah, wajar, biar urusan lancar.”

Babi haram, tapi nyolong anggaran proyek? “Itu strategi pembangunan.”

Babi haram, tapi memperkosa moral bangsa tiap detik lewat televisi dan politik? “Itu bagian dari demokrasi katanya.”

Yang lebih lucu, bahkan ada pejabat yang bisa ceramah soal moral, ngutip ayat sana-sini, tapi di belakang meja, dia tanda tanganin proyek fiktif, lobi-lobi busuk, atau sekadar nambah istri hasil selingkuh. Tapi tetap suci asal gak makan babi.

Baca Juga

Menolak Perang, Menimbang Keadilan: Eropa di Antara Moralitas, Ketakutan Strategis, dan Pergeseran Tatanan Dunia

Maret 29, 2026
img-0531_11zon

Mengingat Masa Lalu, Menentukan Arah Masa Depan

Maret 29, 2026
Melihat Perang Iran – Israel/AS Melalui Teori James C. Scott

Runtuhnya Dominasi Barat, Datangnya Keadilan? Ujian Rasionalitas Umat Muslim dalam Menyambut Tatanan Global Baru Versi Timur

Maret 28, 2026

Jadi, di Indonesia ini, haram itu bukan soal akhlak atau kejujuran. Haram itu cuma soal menu makan siang. Selama lo gak makan babi, lo masih bisa nyolong, nipu, manipulasi data, bahkan jual negara—asal lidah lo bersih dari bacon, lo tetap bisa jadi tokoh agama, caleg, bahkan pemimpin daerah.

Mungkin babi satu-satunya makhluk yang jujur: dia kotor, tapi gak munafik. Sementara manusia di negeri ini, bersih di luar, tapi najis di dalam.

Jadi, kita mau jujur atau terus pura-pura?
Karena di negeri ini, yang paling haram ternyata bukan babi, tapi kebenaran.

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Merah Putih di Dada Kami

Merah Putih di Dada Kami

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com