POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Yang Haram Hanya Babi?”

RivaldiOleh Rivaldi
July 18, 2025
Ada Apa dengan Kampus itu?
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rivaldi

Di negeri yang katanya beradab ini, Indonesia, ada satu hal lucu tapi tragis: seolah-olah dosa terbesar dan satu-satunya yang haram itu cuma babi. Ya, babi! Bukan korupsi, bukan kebohongan, bukan pemerkosaan keadilan, bukan perampokan uang rakyat. Babi jadi kambing hitam, sementara tikus berdasi berpesta pora di atas kemiskinan orang kecil.

Lihat saja, orang bisa ribut berjamaah kalau ada menu mengandung babi di pojok restoran. Tapi ketika pejabat korup nyolong miliaran, tanggapan masyarakat adem kayak kipas angin mati. Ulama dadakan muncul kalau ada konser musik, tapi pada bungkam saat uang bansos dikencingi pejabat bangsat. Di warung kopi, orang bisa ceramah panjang soal najisnya daging babi, tapi gak pernah risih sama najisnya sistem hukum yang bisa dibeli kayak barang diskonan.

Ini negeri aneh.

Makan babi haram, tapi nyogok polisi? “Yah, wajar, biar urusan lancar.”

📚 Artikel Terkait

Bunda Siapa Meminta – Minta?

Modus Operandi Penjajahan Baru

9 Judul Buku SatuPena Indonesia Bakal Dilaunching pada Wara Wiri Feskraf di TMII Jakarta

Masyarakat Desa Kulam Syamtalira Aron Kurban Empat Ekor Lembu

Babi haram, tapi nyolong anggaran proyek? “Itu strategi pembangunan.”

Babi haram, tapi memperkosa moral bangsa tiap detik lewat televisi dan politik? “Itu bagian dari demokrasi katanya.”

Yang lebih lucu, bahkan ada pejabat yang bisa ceramah soal moral, ngutip ayat sana-sini, tapi di belakang meja, dia tanda tanganin proyek fiktif, lobi-lobi busuk, atau sekadar nambah istri hasil selingkuh. Tapi tetap suci asal gak makan babi.

Jadi, di Indonesia ini, haram itu bukan soal akhlak atau kejujuran. Haram itu cuma soal menu makan siang. Selama lo gak makan babi, lo masih bisa nyolong, nipu, manipulasi data, bahkan jual negara—asal lidah lo bersih dari bacon, lo tetap bisa jadi tokoh agama, caleg, bahkan pemimpin daerah.

Mungkin babi satu-satunya makhluk yang jujur: dia kotor, tapi gak munafik. Sementara manusia di negeri ini, bersih di luar, tapi najis di dalam.

Jadi, kita mau jujur atau terus pura-pura?
Karena di negeri ini, yang paling haram ternyata bukan babi, tapi kebenaran.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share6SendShareScanShare
Rivaldi

Rivaldi

Rivaldi Ketua umum HMI komisariat FKIP USK, Banda Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Merah Putih di Dada Kami

Merah Putih di Dada Kami

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00