POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Essay

INDONESIA GLOWING

Redaksi by Redaksi
Maret 22, 2025
in Essay, Indonesia
0
INDONESIA GLOWING - db002c5c fbd2 4cf6 95ba 47240fcaf373 | Essay | Potret Online

Oleh Agung Marsudi

DIBANDING propaganda “Indonesia Gelap”, sebelum Indonesia Terang, dan Indonesia Emas, saya memilih kata yang paling disukai kaum Hawa, bebas usia, yaitu “glowing”. Sebab kini produk-produk “glowing” lagi “booming”.

Glowing lebih dari sekadar terang, ia cerah, cetar, berkilau.

6f3acc64-e0de-4825-85f2-eb3b1cbd9198
Baca Juga
Artikel
Indonesia dalam Pusaran Dua Kekuatan Dunia: Amerika Serikat dan Rusia
07 Jun 2026

Meski terasa, program efisiensi yang dilakukan pemerintah misalnya, kini mirip telpon genggam yang sedang diatur “mode gelap” karena batereinya mau habis.

Propaganda sosial yang kini berseliweran dengan diksi gelap, penanda ada kelompok yang memang sengaja menggunakan “gelap” sebagai tools politik. Meminjam istilah geopolitik, isu, tema, skema. Targetnya mudah dibaca, seperti nonton film India.

INDONESIA GLOWING - IMG_2760 | Essay | Potret Online
Baca Juga
English Article
Friend Karina and Dianda: Camping at the Backyard
11 Jan 2025

Siapa, dimana, bagaimana, dapat apa, berapa, semua sudah diangkakan (dipetabutakan). Pemerintahan Prabowo, mirip plot lakon wayang kulit. Ketika Petruk dadi ratu, tak ada yang bisa mengalahkan. Kecuali Bagong.

Sayang, di pidato politiknya, Bagong justru dengan bangga meneriakkan yel, “Hidup Petruk!” Bukan “Hidup Rakyat!”.

INDONESIA GLOWING - 4F46B09C 208A 4A87 ABB4 8D66B61F26AA | Essay | Potret Online
Baca Juga
Artikel
40 Jam
22 Feb 2022

Jargon timbul tenggelam bersama rakyat, tersangkut di pagar laut. Justru di laut kita menang, “Jales Veva Jaya Mahe” digoyang “Satyam Eva Jayate”.

Tapi, usai melihat berita demo dan mendengar narasi-narasi tendesius, melodius di televisi, untuk meramaikan gejolak di kubu “Satyam Eva Jayate”, saya menirukan tembang jaman doeloe, “Pak Pung Pak Mustape!”

Lalu bus, “Trans Jogya” bergambar kartun punakawan yang glowing berhenti di jalan Kaliurang, menaikkan penumpang. Tapi tak satupun yang terdengar menirukan teriakan, “Hidup Petruk!”

Sebab Semar selalu mengingatkan, anak-anaknya untuk selalu meneriakkan, “Hiduplah Indonesia Raya!”.

(Bukan yang lain).

Yogya, 22 Maret 2025

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Next Post

HABA Si PATok

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah