POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Essay

INDONESIA GLOWING

Redaksi by Redaksi
Maret 22, 2025
in Essay, Indonesia
0
INDONESIA GLOWING - db002c5c fbd2 4cf6 95ba 47240fcaf373 | Essay | Potret Online

Oleh Agung Marsudi

DIBANDING propaganda “Indonesia Gelap”, sebelum Indonesia Terang, dan Indonesia Emas, saya memilih kata yang paling disukai kaum Hawa, bebas usia, yaitu “glowing”. Sebab kini produk-produk “glowing” lagi “booming”.

Glowing lebih dari sekadar terang, ia cerah, cetar, berkilau.

INDONESIA GLOWING - IMG 20250610 WA0001 | Essay | Potret Online
Baca Juga
Artikel
Membangun Kesadaran Biopori Buatan dan Biopori Alami
10 Jun 2025

Meski terasa, program efisiensi yang dilakukan pemerintah misalnya, kini mirip telpon genggam yang sedang diatur “mode gelap” karena batereinya mau habis.

Propaganda sosial yang kini berseliweran dengan diksi gelap, penanda ada kelompok yang memang sengaja menggunakan “gelap” sebagai tools politik. Meminjam istilah geopolitik, isu, tema, skema. Targetnya mudah dibaca, seperti nonton film India.

Baca Juga
Essay
Maradona, Italia dan Rektor
24 Jul 2021

Siapa, dimana, bagaimana, dapat apa, berapa, semua sudah diangkakan (dipetabutakan). Pemerintahan Prabowo, mirip plot lakon wayang kulit. Ketika Petruk dadi ratu, tak ada yang bisa mengalahkan. Kecuali Bagong.

Sayang, di pidato politiknya, Bagong justru dengan bangga meneriakkan yel, “Hidup Petruk!” Bukan “Hidup Rakyat!”.

INDONESIA GLOWING - 8584e910 8395 4c74 8036 e957c62e0fdc 2 | Essay | Potret Online
Baca Juga
Essay
Detik-detik STY, Dipecat atau Tidak
06 Jan 2025

Jargon timbul tenggelam bersama rakyat, tersangkut di pagar laut. Justru di laut kita menang, “Jales Veva Jaya Mahe” digoyang “Satyam Eva Jayate”.

Tapi, usai melihat berita demo dan mendengar narasi-narasi tendesius, melodius di televisi, untuk meramaikan gejolak di kubu “Satyam Eva Jayate”, saya menirukan tembang jaman doeloe, “Pak Pung Pak Mustape!”

Lalu bus, “Trans Jogya” bergambar kartun punakawan yang glowing berhenti di jalan Kaliurang, menaikkan penumpang. Tapi tak satupun yang terdengar menirukan teriakan, “Hidup Petruk!”

Sebab Semar selalu mengingatkan, anak-anaknya untuk selalu meneriakkan, “Hiduplah Indonesia Raya!”.

(Bukan yang lain).

Yogya, 22 Maret 2025

Next Post

HABA Si PATok

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah