POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Bujang Ganong: Menyambut Masa Pengenalan Lingkungan Budaya Sekolah

Luhur SusiloOleh Luhur Susilo
July 15, 2025
Bujang Ganong: Menyambut Masa Pengenalan Lingkungan Budaya Sekolah
🔊

Dengarkan Artikel


Oleh Luhur Susilo

SMPN 1 Sambong dan Pengurus Satupena Blora

Pagi itu, langit Sambong merekah cerah saat 595 siswa baru menapakkan langkah pertama mereka di gerbang SMPN 1 Sambong. Suasana MPLS pun dibuka bukan hanya dengan upacara, tetapi juga dengan irama budaya yang menggugah nurani: Bujang Ganong.

Dengan langkah lincah dan topeng merah yang menyala, empat penari Bujang Ganong menyulap halaman sekolah menjadi panggung perayaan identitas. Bukan sekadar atraksi, mereka adalah duta semangat—mengajak generasi baru memasuki sekolah bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi ruang hidup kebudayaan.

Bujang Ganong, patih muda yang cerdik dan sakti, tidak hanya hadir sebagai hiburan. Ia adalah simbol—bahwa keberanian bisa dibalut kelincahan, kecerdasan dapat disampaikan lewat jenaka, dan kesaktian tak harus bertaring.

Di balik tawa para siswa menyaksikan aksi kocak para penari, tersimpan pesan bahwa pendidikan bukan hanya soal angka dan teori. Pendidikan adalah proses membentuk karakter, merawat akar, dan menumbuhkan jiwa bangsa.

Penampilan seni tradisi ini menjadi bagian dari narasi transformatif: MPLS bukan sekadar pengenalan fisik sekolah, melainkan upaya menggugah kesadaran akan budaya sebagai penanda jati diri. Inilah pendidikan yang mengakar—berpijak pada bumi, bermimpi menembus langit.

📚 Artikel Terkait

SMAN 2 Simbar Kampiun Turnamen Futsal Antar Pelajar se-Kabupaten Simeulue

Prahara Dua Angsa Jawa

SENJA DI PULAU PENYENGAT

Seluk Beluk Sanubari

Bujang Ganong bukan hanya penari, ia adalah guru yang menyamar. Ia mengajarkan bahwa keberanian tak harus galak, kecerdasan tak selalu kaku, dan kekuatan sejati adalah kesetiaan terhadap nilai luhur.[]

Maka tak berlebihan bila di momen MPLS ini kita juga meneguhkan kembali pentingnya menetapkan 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan. Karena bangsa besar adalah bangsa yang merawat ingatannya sendiri, melalui tradisi yang ditanamkan sejak masa sekolah.

Tari-tarian, batik, bahasa daerah—semuanya adalah wajah dari yang lebih dalam: etika, filosofi hidup, cara memandang semesta. Pendidikan budaya adalah pendidikan hati, tempat di mana ilmu bertemu nurani.

Dalam gemuruh musik dan sorakan siswa, kami menangkap denyut masa depan yang berakar kuat pada sejarah. Generasi ini akan tumbuh, dan semoga mereka tak kehilangan arah karena telah diperkenalkan pada siapa diri mereka sejak hari pertama.

Selamat datang, para siswa baru SMPN 1 Sambong. Sambutlah perjalanan ini dengan semangat Bujang Ganong: jenaka namun bijak, cekatan sekaligus setia, berani tanpa kehilangan hormat kepada tradisi.

Semoga setiap langkahmu kelak bukan hanya menuju prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari peradaban. Karena dari halaman sekolah inilah, ruh budaya kita hidup kembali—tak sekadar dipertontonkan, tapi dijalani.

Rumah Tua, 14 Juli 2025

[] https://id.wikipedia.org/wiki/Bujang_Ganong#:~:text=Bujang%20Ganong%20(Ganongan)%20(aksara,cerdik%2C%20jenaka%2C%20dan%20sakti.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Luhur Susilo

Luhur Susilo

Luhur Susilo Luhur Susilo adalah seorang penulis kelahiran Blora tahun 1970. Ia merupakan alumnus IKIP N Yogyakarta dan Universitas Negeri Yogyakarta yang mulai menulis sejak kuliah profesi. Antologi puisi Sajak dari Belantara (2020), Blandhong (2021), dan beberapa karya mulai terbit di media online. Luhur mulai aktif di komunitas penulisan, termasuk Satupena. Ia juga menulis di bidang sastra, sosiohistoris, dan humaniora.

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Ada Apa dengan Kampus itu?

Aceh Lon Sayang: Cinta yang Luka atau Kebanggaan yang Terpendam?"

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00