• Latest
Bujang Ganong: Menyambut Masa Pengenalan Lingkungan Budaya Sekolah

Bujang Ganong: Menyambut Masa Pengenalan Lingkungan Budaya Sekolah

Juli 15, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Bujang Ganong: Menyambut Masa Pengenalan Lingkungan Budaya Sekolah

Luhur Susiloby Luhur Susilo
Juli 15, 2025
Reading Time: 2 mins read
Bujang Ganong: Menyambut Masa Pengenalan Lingkungan Budaya Sekolah
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook


Oleh Luhur Susilo

SMPN 1 Sambong dan Pengurus Satupena Blora

Pagi itu, langit Sambong merekah cerah saat 595 siswa baru menapakkan langkah pertama mereka di gerbang SMPN 1 Sambong. Suasana MPLS pun dibuka bukan hanya dengan upacara, tetapi juga dengan irama budaya yang menggugah nurani: Bujang Ganong.

Dengan langkah lincah dan topeng merah yang menyala, empat penari Bujang Ganong menyulap halaman sekolah menjadi panggung perayaan identitas. Bukan sekadar atraksi, mereka adalah duta semangat—mengajak generasi baru memasuki sekolah bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi ruang hidup kebudayaan.

Bujang Ganong, patih muda yang cerdik dan sakti, tidak hanya hadir sebagai hiburan. Ia adalah simbol—bahwa keberanian bisa dibalut kelincahan, kecerdasan dapat disampaikan lewat jenaka, dan kesaktian tak harus bertaring.

Di balik tawa para siswa menyaksikan aksi kocak para penari, tersimpan pesan bahwa pendidikan bukan hanya soal angka dan teori. Pendidikan adalah proses membentuk karakter, merawat akar, dan menumbuhkan jiwa bangsa.

Penampilan seni tradisi ini menjadi bagian dari narasi transformatif: MPLS bukan sekadar pengenalan fisik sekolah, melainkan upaya menggugah kesadaran akan budaya sebagai penanda jati diri. Inilah pendidikan yang mengakar—berpijak pada bumi, bermimpi menembus langit.

Bujang Ganong bukan hanya penari, ia adalah guru yang menyamar. Ia mengajarkan bahwa keberanian tak harus galak, kecerdasan tak selalu kaku, dan kekuatan sejati adalah kesetiaan terhadap nilai luhur.[]

Maka tak berlebihan bila di momen MPLS ini kita juga meneguhkan kembali pentingnya menetapkan 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan. Karena bangsa besar adalah bangsa yang merawat ingatannya sendiri, melalui tradisi yang ditanamkan sejak masa sekolah.

Tari-tarian, batik, bahasa daerah—semuanya adalah wajah dari yang lebih dalam: etika, filosofi hidup, cara memandang semesta. Pendidikan budaya adalah pendidikan hati, tempat di mana ilmu bertemu nurani.

Dalam gemuruh musik dan sorakan siswa, kami menangkap denyut masa depan yang berakar kuat pada sejarah. Generasi ini akan tumbuh, dan semoga mereka tak kehilangan arah karena telah diperkenalkan pada siapa diri mereka sejak hari pertama.

Selamat datang, para siswa baru SMPN 1 Sambong. Sambutlah perjalanan ini dengan semangat Bujang Ganong: jenaka namun bijak, cekatan sekaligus setia, berani tanpa kehilangan hormat kepada tradisi.

Semoga setiap langkahmu kelak bukan hanya menuju prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari peradaban. Karena dari halaman sekolah inilah, ruh budaya kita hidup kembali—tak sekadar dipertontonkan, tapi dijalani.

Baca Juga

76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
8ebfa6ab-7ef6-4c91-be8a-443b7a9d1588

Ramadan, Rindu dan Gema Takbir di Negeri Seribu Menara

Maret 26, 2026
Lebaran di Kampung yang Sunyi

Lebaran di Kampung yang Sunyi

Maret 23, 2026

Rumah Tua, 14 Juli 2025

ADVERTISEMENT

[] https://id.wikipedia.org/wiki/Bujang_Ganong#:~:text=Bujang%20Ganong%20(Ganongan)%20(aksara,cerdik%2C%20jenaka%2C%20dan%20sakti.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Ada Apa dengan Kampus itu?

Aceh Lon Sayang: Cinta yang Luka atau Kebanggaan yang Terpendam?"

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com