Artikel

Pahit Kopi Kembali Manisnya

Oleh Redaksi
December 10, 2025
0

Oleh Abdul Aziz Ali cawan kopi hanyut di bumi sumaterapahit di rasa,tertumpah simpatiterasa di hati hanya seberkas doa untukmu, sumatera...

Baca SelengkapnyaDetails
#Cerpen

Air Mata Aceh

Oleh Redaksi
December 10, 2025
0

Karya Rasya RamadhaniSiswa SMAN 1 LHOKSEUMAWE Hujan terus mengguyur, membasahi bumi Serambi Mekah yang kini berubah menjadi lautan luas. Sungai-sungai...

Baca SelengkapnyaDetails
Artikel

Sebatas Usia

Oleh Redaksi
December 9, 2025
0

Rositah IbrahimJenjaromMalaysia Sebatas Usia Garing petangAngin melayah, liukDaun-daun luruhAda yang mencatat namamu. Hidup lelah-payahKini ternoktahPada garis takdir. Ruang ingatan kamiMemeta...

Baca SelengkapnyaDetails
Essay

Dari Kesulitan untuk Menyongsong Masa Depan dan Cita-cita

Oleh Redaksi
December 9, 2025
0

Oleh: Kang Thohir Ketika kita sedang kesulitan kita akan mengalami berbagai tantangan, yaitu meminta, berharap ingin diberi, dan hilang kesabarannya....

Baca SelengkapnyaDetails
  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    164 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    155 shares
    Share 62 Tweet 39
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    145 shares
    Share 58 Tweet 36
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Aceh Lon Sayang: Cinta yang Luka atau Kebanggaan yang Terpendam?”

RivaldiOleh Rivaldi
July 15, 2025
Ada Apa dengan Kampus itu?
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rivaldi

Aceh, lon sayang. Kalimat itu bukan sekadar ungkapan, tapi jeritan batin yang penuh luka sekaligus harapan. Ada dua sisi dari rasa sayang ini—dua kutub yang terus tarik-menarik: antara sayang karena terlalu sering dikhianati oleh negara yang katanya “ibu pertiwi”, atau sayang karena rasa bangga atas tanah kelahiran yang berani, yang pernah mencatat sejarah sebagai bangsa besar.

Dari sisi luka, Aceh telah berkali-kali berjuang, berdarah, dan berdamai. Tapi sampai hari ini, perdamaian itu sering terasa seperti formalitas. MoU Helsinki yang seharusnya jadi jembatan menuju keadilan, justru banyak dilanggar secara diam-diam. Kekhususan yang dijanjikan tinggal jadi simbol di atas kertas.

Pemerintah daerah sibuk berebut proyek, bukan memperkuat marwah. Rakyat Aceh kerap diposisikan sebagai penerima belas kasihan, bukan sebagai pemilik hak. Maka tak salah jika banyak anak muda Aceh hari ini bertanya: “Apakah kemerdekaan itu cuma mimpi yang diikat janji kosong?”

📚 Artikel Terkait

Begitu Susahnya Tito Minta Maaf pada Rakyat Aceh

DPR Sekolah, Cara Unik Menyaingi Gawai

Puncak Kesesatan

Perempuan Dengan Ember Hitam

Namun, di sisi lain, ada rasa bangga yang tak bisa dipadamkan. Aceh adalah tanah para syuhada, tanah para pejuang. Dari Cut Nyak Dhien hingga Hasan Tiro, dari kerajaan Islam pertama hingga perlawanan modern, Aceh tak pernah diam terhadap ketidakadilan. Budaya, adat, dan identitas Aceh adalah warisan mahal yang tak bisa digantikan oleh proyek atau uang. Bangsa Aceh adalah bangsa yang tahu harga dirinya. Dan dalam keheningan, kita masih menyimpan bara semangat untuk berdiri tegak di tengah dunia.

Jadi ketika kita bilang “Aceh lon sayang”, itu bukan cinta buta. Itu cinta yang sadar, yang tahu luka dan tahu kekuatan. Kita sayang karena kita sedih—karena dikhianati. Tapi kita juga sayang karena kita bangga—karena kita berasal dari tanah yang keras kepala melawan penjajahan.

Sayang yang sempurna itu, mungkin, adalah gabungan dari keduanya. Aceh, lon sayang… karena aku tahu engkau tak pernah menyerah, meski terus dipatahkan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 66x dibaca (7 hari)
Keriuhan Media Sosial atas Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Keriuhan Media Sosial atas Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
2 Oct 2025 • 61x dibaca (7 hari)
Harmony with Nature: A Global and Islamic Perspective
Harmony with Nature: A Global and Islamic Perspective
29 Nov 2025 • 54x dibaca (7 hari)
Hancurnya Sebuah Kemewahan
Hancurnya Sebuah Kemewahan
28 Feb 2025 • 51x dibaca (7 hari)
Hari Ampunan
Hari Ampunan
1 Mar 2025 • 44x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Rivaldi

Rivaldi

Rivaldi Ketua umum HMI komisariat FKIP USK, Banda Aceh

Please login to join discussion
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025
#Sumatera Utara

Sengketa Terpelihara

Oleh Tabrani YunisJune 5, 2025
Puisi

Eleği Negeriku  Yang Gelap Gulita

Oleh Tabrani YunisJune 3, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    164 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    155 shares
    Share 62 Tweet 39
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    145 shares
    Share 58 Tweet 36
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    51 shares
    Share 20 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Bulan Oktober 2025

Oleh Redaksi
October 7, 2025
Postingan Selanjutnya
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah

Hidup dalam Sunyi, Belajar dalam Hening: Refleksi Seorang Pencinta Ilmu di Tengah Dunia yang Bising

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Facebook
Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00