Dengarkan Artikel
Oleh Rivaldi
Dulu kita percaya: Aceh itu istimewa. Istimewa karena luka panjangnya, karena darah dan air mata yang tumpah demi satu kata: keadilan. MoU Helsinki menjadi janji suci di hadapan dunia—bahwa konflik bisa berhenti, bahwa damai bisa dibangun, dan bahwa Aceh akan punya ruang otonomi yang nyata. Tapi kini, semua itu tinggal jargon basi yang dikangkangi kepentingan.
Hari ini kita harus bicara jujur—Aceh tak lagi istimewa!
Istimewa yang dulu diperjuangkan dengan darah dan nyawa, kini dihancurkan oleh keserakahan dan pengkhianatan. MoU Helsinki, perjanjian yang seharusnya menjadi batu fondasi perdamaian dan keadilan, telah dikangkangi secara brutal!
Apa arti sebuah MoU jika isi pasalnya diludahi oleh para pemangku kuasa?
Apa guna otonomi khusus jika kekuasaan pusat tetap mengendalikan napas kita (Aceh)?
Apa makna keistimewaan jika rakyat Aceh sendiri tetap miskin di atas tanah yang kaya raya?
📚 Artikel Terkait
Apa kabar kekhususan Aceh? Apa kabar pasal-pasal sakral di dalam MoU? Otonomi hanya jadi stempel palsu. Pemerintah pusat seenaknya intervensi terhadap Aceh, sedangkan pemerintah daerah sibuk berebut proyek dan kursi. Rakyat? Hanya ditonton ketika musim pemilu tiba. Ketika suara dibutuhkan, mereka disapa dielu-elukan dijanji-janjikan bak angin surga, setelah itu dilupakan.
Lembaga Wali Nanggroe dibungkam fungsinya. Dana Otsus jadi bancakan elit. Qanun-Qanun lokal dicabut atau dicampakkan. MoU yang seharusnya menjadi pedoman, kini hanya kertas kusam yang tak lagi dianggap suci. Ironis, para penandatangan damai dulu kini diam, seolah tak ingin mengganggu kenyamanan sendiri.
Aceh hari ini lebih sibuk mempertontonkan kekuasaan, bukan keadilan. Padahal, istimewa itu bukan soal simbol dan jabatan apa lagi jargon, tapi bagaimana rakyat bisa hidup layak, berdaulat atas tanahnya, dan merdeka dalam menentukan arah daerahnya.
Aceh tak butuh simbol kosong.
Aceh tak butuh bendera kalau tak ada kedaulatan.
Aceh tak butuh label ‘istimewa’ kalau rakyatnya tetap jadi objek, bukan subjek.
Aceh tak lagi istimewa. Karena istimewa tak bisa hidup dalam kebohongan. MoU sudah dikangkangi. Dan selama itu dibiarkan, kita bukan lagi daerah damai—kita hanya daerah diam.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






