• Latest
Aceh Selatan: Kaya Potensi, Tapi Terjebak dalam Ketertinggalan yang Sistemik

Aceh Tak Lagi Istimewa, MoU Dikangkangi, Rakyat Ditinggalkan

Juli 10, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Aceh Tak Lagi Istimewa, MoU Dikangkangi, Rakyat Ditinggalkan

Rivaldiby Rivaldi
Juli 10, 2025
Reading Time: 2 mins read
Aceh Selatan: Kaya Potensi, Tapi Terjebak dalam Ketertinggalan yang Sistemik
601
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rivaldi

Dulu kita percaya: Aceh itu istimewa. Istimewa karena luka panjangnya, karena darah dan air mata yang tumpah demi satu kata: keadilan. MoU Helsinki menjadi janji suci di hadapan dunia—bahwa konflik bisa berhenti, bahwa damai bisa dibangun, dan bahwa Aceh akan punya ruang otonomi yang nyata. Tapi kini, semua itu tinggal jargon basi yang dikangkangi kepentingan.

Hari ini kita harus bicara jujur—Aceh tak lagi istimewa!


Istimewa yang dulu diperjuangkan dengan darah dan nyawa, kini dihancurkan oleh keserakahan dan pengkhianatan. MoU Helsinki, perjanjian yang seharusnya menjadi batu fondasi perdamaian dan keadilan, telah dikangkangi secara brutal!

Apa arti sebuah MoU jika isi pasalnya diludahi oleh para pemangku kuasa?
Apa guna otonomi khusus jika kekuasaan pusat tetap mengendalikan napas kita (Aceh)?
Apa makna keistimewaan jika rakyat Aceh sendiri tetap miskin di atas tanah yang kaya raya?

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Apa kabar kekhususan Aceh? Apa kabar pasal-pasal sakral di dalam MoU? Otonomi hanya jadi stempel palsu. Pemerintah pusat seenaknya intervensi terhadap Aceh, sedangkan pemerintah daerah sibuk berebut proyek dan kursi. Rakyat? Hanya ditonton ketika musim pemilu tiba. Ketika suara dibutuhkan, mereka disapa dielu-elukan dijanji-janjikan bak angin surga, setelah itu dilupakan.

Lembaga Wali Nanggroe dibungkam fungsinya. Dana Otsus jadi bancakan elit. Qanun-Qanun lokal dicabut atau dicampakkan. MoU yang seharusnya menjadi pedoman, kini hanya kertas kusam yang tak lagi dianggap suci. Ironis, para penandatangan damai dulu kini diam, seolah tak ingin mengganggu kenyamanan sendiri.

Aceh hari ini lebih sibuk mempertontonkan kekuasaan, bukan keadilan. Padahal, istimewa itu bukan soal simbol dan jabatan apa lagi jargon, tapi bagaimana rakyat bisa hidup layak, berdaulat atas tanahnya, dan merdeka dalam menentukan arah daerahnya.

Aceh tak butuh simbol kosong.
Aceh tak butuh bendera kalau tak ada kedaulatan.
Aceh tak butuh label ‘istimewa’ kalau rakyatnya tetap jadi objek, bukan subjek.

Aceh tak lagi istimewa. Karena istimewa tak bisa hidup dalam kebohongan. MoU sudah dikangkangi. Dan selama itu dibiarkan, kita bukan lagi daerah damai—kita hanya daerah diam.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Hegemoni Dalam Budaya Aceh - Ulasan Artikel

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com