• Latest
Hidupkan Tradisi Meugang, Lumbung Ternak Wakaf Hadirkan Daging Terjangkau Untuk Masyarakat Prasejahtera - D76E4240 210F 4B46 AC15 7336C9D8E32C | ACT Aceh | Potret Online

Hidupkan Tradisi Meugang, Lumbung Ternak Wakaf Hadirkan Daging Terjangkau Untuk Masyarakat Prasejahtera

April 1, 2022
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Hidupkan Tradisi Meugang, Lumbung Ternak Wakaf Hadirkan Daging Terjangkau Untuk Masyarakat Prasejahtera - 1001348646_11zon | ACT Aceh | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari CĂłrdoba

April 21, 2026
Hidupkan Tradisi Meugang, Lumbung Ternak Wakaf Hadirkan Daging Terjangkau Untuk Masyarakat Prasejahtera - 1001353319_11zon | ACT Aceh | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Hidupkan Tradisi Meugang, Lumbung Ternak Wakaf Hadirkan Daging Terjangkau Untuk Masyarakat Prasejahtera - 1001361361_11zon | ACT Aceh | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Hidupkan Tradisi Meugang, Lumbung Ternak Wakaf Hadirkan Daging Terjangkau Untuk Masyarakat Prasejahtera

Redaksi by Redaksi
April 1, 2022
in ACT Aceh, Banda Aceh, POTRET Budaya
Reading Time: 3 mins read
0
Hidupkan Tradisi Meugang, Lumbung Ternak Wakaf Hadirkan Daging Terjangkau Untuk Masyarakat Prasejahtera - D76E4240 210F 4B46 AC15 7336C9D8E32C | ACT Aceh | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Furqan

Meugang merupakan tradisi masyarakat Aceh yang telah berlangsung sejak Abad ke-17 di masa Kejayaan Sultan Iskandar Muda. Pada momen ini semua masyarakat Aceh akan membeli daging untuk kemudian dihidangkan menjadi makanan sebelum Ramadhan tiba. Tak hanya itu setiap orang yang memiliki kemampuan lebih atau kategori mampu, ia akan senantiasa menyisihkan sebagian hartanya untuk berbagi meugang untuk para fakir miskin. Bisa dikatakan, pada moment meugang, masyarakat saling bersuka cita dengan berbagi dan menyantap daging secara bersamaan.

Baca Juga
  • CINTAKU BERLABUH DI BANYUASIN
  • Melati Pustaka

Ironisnya, pada setiap moment meugang, harga daging melonjak naik selaras dengan naiknya permintaan. Jika pada hari biasanya berkisar dengan harga Rp.110.000 – Rp. 150.000 perkilogram, tetapi memasuki meugang bisa menyentuh harga Rp.200.000/kilogram daging sapinya.

(Kamis, 31/03/2022), ACT Aceh melalui program Lumbung Ternak Wakaf (LTW) yang di dukung oleh Bank Permata Syariah menyambut Meugang Hari ini dengan menyediakan daging terbaik dengan harga sangat terjangkau. Kegiatan ini dilakukan di Desa Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh.

Baca Juga
  • Puisi-Puisi Ramadhan Zulkifli Abdy
  • Guru

“Kami menyambut baik dukungan Bank Permata Syariah, yaitu menyediakan daging dengan harga sangat terjangkau untuk masyarakat prasejahtera, skema yang kami lakukan yaitu kami mendatangkan domba-domba terbaik dari Lumbung Ternak Wakaf di lembah Barbatee yang merupakan wakaf dari Bank Permata Syariah, domba ini telah melewati masa penggemukan dan memiliki bobot serta kualitas daging terbaik. Selanjutnya ACT mensubsidi setiap paket daging yang dijual kepada masyarakat prasejahtera,” Jelas Ryanda Saputra, Kepala Cabang ACT Aceh.

Lumbung Ternak Wakaf (LTW) Barbatee yang terletak di Desa Ie Suum, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar ini merupakan salah satu upaya untuk menjawab kegelisahan masyarakat terkait mahalnya daging meugang. Dengan skema pengembangan peternakan secara terpadu, dan mendayagunakan semangat ummat pada asset produktif seperti wakaf tunai untuk penggemukan sapi, domba, tanah sebagai tempat peternakan dan pertanian, akhirnya akan membuat biaya produksi dan harga jual produk yang dihasilkan akan sangat terjangkau.

Baca Juga
  • Budaya Nongkrong di Tanah Rencong
  • Senyuman Bu Khadijah di Blangpadang dan Cahaya Kehidupan

“LTW Barbatee ini merupakan wakaf dari beberapa pengusaha local di Aceh dan juga  Bank Permata Syariah, kita berharap semangat berwakaf pada asset produktif khususnya dalam program keamanan pangan yang kita inisiasi dalam bentuk LTW ini terus berkembang dalam menyebar luaskan manfaat bagi masyarakat prasejahtera,”Kata Ryanda Saputra.

Salah satu masyarakat yang berbahagia dalam momen ini adalah Ibu Halimah(58 Tahun). Beliau Ibu Rumah Tangga yang baru saja sembuh dari penyakit strok beberapa bulan lalu. Ia memiliki 3 orang anak yang bekerja serabutan untuk bertahan hidup.  

“Setiap hari meugang saya selalu teringat dengan almarhum suami yang menenteng daging untuk di masak dan disantap bersama anak-anak. Karena itu hari ini saya bersyukur, walaupun almarhum tidak ada lagi, saya masih bisa membawa daging meugang untuk anak-anak dirumah,” Ujar Bu Halimah dengan raut wajah yang antara sedih dan senang.

Kisah lain juga datang dari Ibu Rojiati (56 tahun), sudah lama menjanda kini ia berjuang seorang diri dengan berjualan sayur keliling dari satu rumah ke rumah yang lain. Saat ini ia menghidupi seorang anaknya yang sedang menempuh pendidikan di salah satu pesantren. Tak mau bersedih, ia juga tetap berusaha menyediakan daging meugang untuk putri tercintanya.

“Kalau anak orang lain bisa menikmati daging meugang, anak saya juga harus bisa mencicipinya walaupun tidak banyak, saya tidak akan membiarkan anak saya bersedih, orangtua mana yang sanggup melihat anaknya duduk disudut rumah sedangkan teman-temannya penuh kegembiraan menyantap daging meugang yang dibawa oleh orangtuanya”, Tutup Bu Rojiati sambil menenteng daging meugang yang baru saja ia dapatkan di kegiatan ini.

Penulis :

Furqan

(Marketing Communication ACT Aceh)

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Hidupkan Tradisi Meugang, Lumbung Ternak Wakaf Hadirkan Daging Terjangkau Untuk Masyarakat Prasejahtera - E1FB8C5C ED9B 47D5 9347 4BE721833F84 | ACT Aceh | Potret Online

Festival Dosa Di India Yang Mengagetkan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com