• Latest
Aceh, Satu Data untuk Siapa? - d6db2182 ca53 431e 824f bb36773324da | # Ironi | Potret Online

Aceh, Satu Data untuk Siapa?

April 29, 2025
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Aceh, Satu Data untuk Siapa? - 1001348646_11zon | # Ironi | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Aceh, Satu Data untuk Siapa? - 1001353319_11zon | # Ironi | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Aceh, Satu Data untuk Siapa? - 1001361361_11zon | # Ironi | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
de2293cc-7c03-4d26-8a68-a4db3f4d65b4

Sinergi Fiskal Syariah: Navigasi Zakat Perdagangan di Era Mata Uang Modern

April 21, 2026
Selasa, April 21, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Aceh, Satu Data untuk Siapa?

Redaksi by Redaksi
April 29, 2025
in # Ironi
Reading Time: 2 mins read
0
Aceh, Satu Data untuk Siapa? - d6db2182 ca53 431e 824f bb36773324da | # Ironi | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS


Oleh: TM Zulfikar

Pemerhati Sosial dan Lingkungan Aceh/Dosen Universitas Serambi Mekkah

Dalam kerangka reformasi birokrasi dan percepatan pembangunan berbasis bukti, inisiatif “Satu Data Aceh” sejatinya merupakan langkah progresif. Ia berangkat dari kebutuhan mendesak akan integrasi, sinkronisasi, dan standardisasi data lintas sektor. Namun pertanyaan fundamental yang mesti diajukan adalah: apakah implementasi Satu Data Aceh benar-benar ditujukan untuk kepentingan publik luas, atau justru tersandera dalam ruang elitis birokrasi?

Baca Juga
  • Gara-gara Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akhirnya KPK Minta Maaf
  • 🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Teori pembangunan modern menekankan bahwa data yang valid, terbuka, dan dapat diverifikasi adalah prasyarat utama bagi pembuatan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Tanpa data yang inklusif dan akuntabel, proses pengambilan keputusan berisiko menjadi spekulatif, tidak efektif, bahkan kontra-produktif. Di konteks Aceh, kebutuhan akan satu data yang kredibel semakin urgen, mengingat kompleksitas persoalan sosial-ekonomi pasca-konflik dan pasca-tsunami yang masih berlapis hingga hari ini.

Sayangnya, praktik di lapangan menunjukkan bahwa Satu Data Aceh masih jauh dari ideal. Alih-alih mendorong transparansi dan partisipasi publik, data justru kerap dikomodifikasi sebagai aset eksklusif birokrasi. Permintaan terhadap data strategis, mulai dari angka kemiskinan aktual, peta kerentanan bencana, hingga status alih fungsi hutan, sering kali dibatasi dengan alasan “prosedur,” “keamanan data,” atau bahkan “kewenangan sektoral.”

Baca Juga
  • 🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH
  • Gelap yang Tak Juga Usai: Jerit Sunyi Rakyat di Era Kabinet Baru

Fenomena ini menciptakan paradoks: mengklaim satu data, namun mempraktikkan banyak kebenaran. Ketidakselarasan antar sumber data resmi mengindikasikan lemahnya mekanisme verifikasi dan harmonisasi. Ketika data kemiskinan dari satu instansi berbeda dengan data hasil sensus nasional, atau ketika data tata ruang pemerintah daerah tidak konsisten dengan peta nasional, publik berhak mempertanyakan integritas dari proyek Satu Data itu sendiri.

Secara epistemologis, data seharusnya menjadi sarana demokratisasi pengetahuan. Di bawah prinsip open government, data publik wajib dapat diakses oleh siapa saja, kecuali yang menyangkut rahasia negara secara ketat. Namun di Aceh, pengelolaan data acapkali dikelola secara oligarkis — menjadi sumber kekuasaan terselubung, bukan alat kontrol sosial.

Baca Juga
  • Di Depan Pintu yang Tak Pernah Terbuka
  • HABA Si PATok

Konsekuensinya sangat serius. Tanpa keterbukaan data, ruang publik kehilangan instrumen untuk melakukan pengawasan. Tanpa akses data yang utuh, masyarakat sipil, akademisi, jurnalis, hingga legislatif akan lumpuh dalam fungsi kontrolnya. Pembangunan pun berjalan tanpa kritik yang sehat, mengarah pada potensi ketidakadilan distribusi program, pemborosan anggaran, dan kegagalan mencapai target-target kesejahteraan.

Dalam konteks ini, “Satu Data” seharusnya tidak dipahami sekadar sebagai proyek digitalisasi atau portal online. Ia adalah kontrak sosial baru antara negara dan rakyat — di mana negara berkomitmen menyajikan informasi yang benar, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Aceh perlu menyadari bahwa modernitas pemerintahan tidak diukur dari jumlah aplikasi yang dikembangkan atau dashboard yang dipamerkan, melainkan dari sejauh mana data yang dikumpulkan dapat memperbaiki kehidupan masyarakat secara nyata.

Jika Satu Data Aceh gagal menjadi instrumen demokratisasi informasi, maka pada hakikatnya ia hanyalah alat kosmetik administratif — membangun citra tanpa substansi, menutupi defisit kepercayaan publik dengan gincu statistik.

Maka pertanyaan itu tetap sah untuk diajukan, dengan nada yang semakin tajam:
Satu Data untuk siapa? Untuk rakyat, atau untuk membentengi kuasa?

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Aceh, Satu Data untuk Siapa? - IMG 20250429 WA0028 | # Ironi | Potret Online

Norsan dan Kekuatan Politik Tingkat Dewa

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com