Dengarkan Artikel
Oleh Geubrina
Selama dua hari, yakni tanggal 24–26 Juni 2025 — Jaringan Komunitas Masyarakat Adat (JKMA) Aceh bersama lembaga Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Surabaya menggelar pelatihan peningkatan kapasitas bagi perempuan pengrajin rotan dan bambu di wilayah hutan adat Mukim Kunyet, Banda Aceh.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kolaboratif yang didukung oleh The Asia Foundation (TAF), dengan tujuan memperkuat peran perempuan dalam ekonomi komunitas adat berbasis sumber daya lokal.
Sebanyak lima orang perempuan dari Kelompok Ladang Kunyet, yang merupakan kelompok dampingan JKMA, mengikuti pelatihan selama tiga hari penuh, mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Muktar, Field Officer PUPUK dari Surabaya, pada acara pembukaan membuka acara dan kemudian pada hari Penutian ditutup pulanoleh Maifa Yetti, Koordinator Wilayah JKMA Pidie.
📚 Artikel Terkait
Para peserta merasa bahagia dan terbantu, karena selama pelatihan, para peserta dibimbing oleh fasilitator utama, Ibu Suriati dari toko suvenir Atikarya Rotan, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar.
Hasil pelatihan sangat membanggakan: para perempuan ini berhasil memproduksi empat jenis anyaman, yakni tudung saji, tempat buah, tempat parcel, dan pot bunga, dengan total 20 buah hasil karya yang dihasilkan dari praktik langsung.
Direktur JKMA, Zulfikar Arma, turut hadir mendukung penuh kegiatan ini sebagai bagian dari strategi penguatan kapasitas perempuan adat, pelestarian hutan, dan pengembangan ekonomi kreatif yang ramah lingkungan.
Program ini menunjukkan keberhasilan kolaborasi antara JKMA dan PUPUK dalam memberdayakan komunitas lokal melalui pendekatan yang partisipatif, berkelanjutan, dan berakar pada nilai-nilai kearifan lokal Aceh.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






