POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Sastra: Nafas Panjang Kemanusiaan

Gunawan TrihantoroOleh Gunawan Trihantoro
June 18, 2025
Sastra: Nafas Panjang Kemanusiaan
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Gunawan Trihantoro
Ketua Satupena Kabupaten Blora dan Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah

Di tengah kecanggihan teknologi dan ledakan informasi, sastra sering dianggap usang.
Padahal, ia bukan sekadar pelipur lara, melainkan detak nurani peradaban.

Ilmu pengetahuan mengajari kita cara menciptakan dan mengubah.
Namun sastra mengajarkan kita untuk memahami dan merasa.

Jika sains bertanya bagaimana dunia bekerja, maka sastra bertanya untuk siapa dunia bekerja.
Pertanyaan ini menuntun manusia menemukan makna, bukan sekadar hasil.

Kita bisa membangun gedung pencakar langit dan menciptakan robot cerdas.
Tapi tanpa sastra, siapa yang akan mengingat perasaan dalam sunyi dan cinta yang tertinggal?

Sastra bukan hanya catatan kata, tapi percikan batin manusia yang paling jujur.
Dalam setiap cerita, ia menyimpan luka sejarah dan harapan masa depan.

Puisi Sapardi mengajarkan keheningan yang bermakna.
Cerpen Pramoedya menampar kesadaran bangsa yang terlena.

Ahmad Tohari dengan Lasi-nya menyuarakan hati kaum terpinggirkan.
Sastra bukan hanya refleksi sosial, tapi juga protes halus yang elegan.

Orang sering menganggap sastra tak sepraktis matematika atau biologi.
Namun sastra menawarkan yang tak dimiliki ilmu eksakta, yakni empati.

Ilmuwan mungkin menemukan vaksin, tapi sastrawan menciptakan kesadaran moral.
Ketika data berhenti menjelaskan, sastra datang memeluk dan merangkul.

Di saat tragedi melanda, sastra menjadi nyala lilin di kegelapan.
Ia menyimpan cerita, mengabadikan rasa, dan menumbuhkan harapan.

Sastra adalah jembatan antar zaman dan antar jiwa.
Ia menyatukan masa lalu, kini, dan masa depan dalam satu narasi.

📚 Artikel Terkait

Aksi Sosial Murid SD Negeri 8 Baktya Barat di Jum’at Berkah Menjelang Ramadhan

UJIAN NASIONAL dan Surat Cinta Kepada IKN – Puisi- Puisi Safri Naldi

Menembus Pelosok Desa Dengan 1000 Sepeda dan Kursi Roda

TEKNIK MENULIS KARYA ILMIAH

Kita tahu cinta abadi dari puisi Rumi dan perjuangan dari syair Chairil Anwar.
Sastra menyimpan hikmah yang terus hidup, meski zaman silih berganti.

Dalam dunia pendidikan, sastra bukan sekadar pelajaran Bahasa Indonesia.
Ia adalah pelajaran hidup, tentang toleransi, keadilan, dan kasih sayang.

Sastra mengajarkan kita mendengar sebelum menilai, memahami sebelum memutuskan.
Dalam narasi tokoh, kita belajar menyelami batin yang berbeda.

Pemimpin besar tak jarang adalah pembaca sastra yang tekun.
Karena dari situlah mereka belajar bijak, berempati, dan berimajinasi.

Bung Karno gemar mengutip puisi dalam pidatonya yang menggugah.
Ia tahu bahwa logika butuh disandingkan dengan rasa.

Di era digital, sastra tetap relevan dan bahkan semakin penting.
Cerita menyentuh hati jauh lebih dalam dibanding angka dan grafik.

Sastra dan ilmu pengetahuan tidak perlu dipertentangkan.
Keduanya harus bersinergi demi kemajuan yang berkeadaban.

Teknologi mempercepat langkah, sastra memperdalam jejak.
Sains menembus luar angkasa, sastra menembus hati manusia.

Dunia masa depan butuh lebih dari sekadar kecerdasan buatan.
Ia butuh manusia yang tetap utuh, rasional sekaligus emosional.

Sastra menjaga kita agar tidak kehilangan arah dan nurani.
Ia mengingatkan bahwa hidup bukan sekadar pencapaian, tapi juga penghayatan.

Dalam lanskap sastra modern Indonesia, hadir Denny JA dengan terobosannya.
Ia melahirkan Puisi Esai, genre baru yang memadukan fakta dan rasa.

Puisi Esai kini telah menjelajah ke manca negara.
Sebuah bukti bahwa sastra Indonesia tak hanya hidup, tapi mendunia.

Melalui puisi esai, Denny JA mengajak kita berpikir reflektif sekaligus faktual.
Sastra pun menjadi alat perjuangan dan perubahan yang transformatif.

Membaca puisi, mendengar cerita, dan menulis esai bukan kemunduran.
Itu adalah bentuk perlawanan halus terhadap dunia yang semakin kaku.

Mari, kita rangkul kembali sastra di tengah riuh kehidupan modern.
Agar dunia tak hanya berkembang, tapi juga menjadi lebih berperasaan.

Sastra adalah nafas panjang kemanusiaan yang tak boleh terputus.
Dalam sunyi kata, kita menemukan gema jiwa dan arah hidup. (*)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Mengenal Tito Karnavian yang Memutasi Empat Pulau ke Sumut

Begitu Susahnya Tito Minta Maaf pada Rakyat Aceh

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00