• Latest
Ali Hasyimi Tokoh Multitalenta

Ali Hasyimi Tokoh Multitalenta

Juni 15, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Ali Hasyimi Tokoh Multitalenta

Redaksiby Redaksi
Juni 15, 2025
Reading Time: 3 mins read
Ali Hasyimi Tokoh Multitalenta
607
SHARES
3.4k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Drs. Yulsafli, M.A.

Tidak banyak manusia di muka bumi ini yang mempunyai talenta besar lebih dari satu bidang. Salah seorangnya adalah Ali Hasyimi. Beliu dilahirkan oleh Ibunya yang bernama Nyak Buleun—Ayahnya bernama Tgk. Hasyim—di Montasik, Aceh Besar pada 28 Maret 1914. Nama lengkapnya Moehammad Ali Hasyim. Kemudian lebih dikenal dengan nama Ali Hasyimi. Beliau mempunyai peranan penting dalam menentukan, merubah, dan mewarnai wajah Aceh.

Di antara sekian banyak talenta yang dilimilikinya, beliau adalah seorang politisi yang sukses. Dalam karir politiknya, Hasyimi berhasil menggemgam tampuk kekuasaan sebagai Gubernur Aceh. Pada masa pemerintahanya, Hasyimi telah mengukir sejarah besar, Hasymi berhasil membawa Tgk. Daud Bereueh “turun gunung” yang melakukan pemberontakan terhadap Negara RI. Perdamaian itu dikenal dengan Ikrar Lamteh. Hasyimi telah memainkan peran yang menentukan: membawa Aceh dari Darul Harb ke Darusslam.

Hasyimi juga dikenal sebagai Bapak pendidikan. Dalam hal ini, karya beliupun tidak kecil. Hasyimilah yang mebidani lahirnya dua universitas besar di Aceh, yaitu Universitas Syiah Kuala dan IAIN Ar-Raniry. Alumni dari dua universitas ini telah mewarnai wajah Aceh. Banyak tokoh besar dan kecil lahir dari perguruan tinggi ini. Beliau pulalah yang memberi nama Darusslam untuk tempat terletaknya kedua kampus itu. Beliau seorang tokoh besar yang mempunyai visi besar pula. 

Pembangunan haruslah diawali dengan pendidikan. Hasyimi telah meletakkan dasar itu. Hasyimi juga seorang ilmuwan. Tidak tanggung-tagung, dalam karirnya sebagai ilmuwan beliau adalah seorang Profesor. Dia mengajar dan meneliti di IAIN Ar-Raniry. Dalam hidupnya, Hasyimi telah menulis lebih dari lima puluh judul buku. Buku- bukunya tidak hanya diterbitkan di Banda Aceh, tetapi juga di Medan, Jakarta, Kuala Lumpur, dan Singapura. Di samping itu Hasyimi juga menulis karangan ilmiah di pelbagai jurnal, terutama pada majalah ilmiah yang dipimpinnya, yaitu Sinar

Darussalam. 

Beliau juga diundang ke pelbagai tempat sebagai pematri pada seminar dan pertemuan ilmiah, baik di dalam maupun luar negeri. Hasyimi seorang ulama yang disegani dan menjadi panutan umat. Beliau mempunya ilmu pengetahuan yang luas dan pengalaman yang memadai. Hasyimi belajar ilmu agama pada Perguruan Thawalib Padang Panjang. Beliau kerap menjadi khatib, dai, mengarang kitab agama, dan menulis artikel bidang agama di berbagai majalah. 

Dalam organisasi keagamaan , beliau pernah menjadi Ketua Mejelis Ulama Indonesia Propinsi Daerah Istimewa Aceh dan juga Anggota Dewan pertimbangan Majelis Ulama Indonesia.

Di samping talenta di atas, Hayimi juga mempunyai talenta besar dalam bidang kepengarangan. Beliau dikenal sebagai tokoh Angkatan Pujangga Baru yang dipelopori oleh Sutan Takdir Alisyahbana (STA). Hasyimi berhasil mensejajarkan namanya dengan sastrawan-sastrawan besar lainnya. Karya-karyanya menghiasi buku-buku teks pelajaran sastra Indonesia mulai dari tinggkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. 

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Misalnya, puisinya yang berjudul Menyesal menjadi contoh analisis dalam modul mata kuliah sastra Universitas Terbuka Jakarta.

Karya sastra yang dihasilkannya dalam bidang prosa antara lain adalah Sayap Terkulai (1936), Bermandi Cahaya Bulan ((1938), Melalui Jalan Raya Dunia (1939), Suara Azan dan Lonceng Gereja (1940), Dewi fajar (1943), Nona Pressroom (1951), Nisar (1951), Meurah Johan (1976), Tanah Merah (1976). Kumpulan puisi yang telah diterbitkan antara lain Kisah Seorang Pengembara (1937), Dewan Sajak (1938), Rindu Bahagia (1963), Jalan Kembali (1963).

Ternyata bahwa Hasyimi juga pernah menjadi wartawan. Beliau menulis untuk majalah Pujangga Baru Jakarta, Angkatan Baru Surabaya, Pahlawan Muda Padang Panjang, Panji Islam Medan, Pajar Islam Malaya, Pahlawan Banda Aceh, Pedoman Masyarakat Medan, dan Suluh Masyarakat Medan. Beliau juga melmimpin beberapa surat kabar dan majalah seperti Aceh Simbun (1944), Harian Semangat Merdeka Banda Aceh, Harian Nusa Putra Jakarta, dan majalah Sinar Darusslam (1968).

Sebenarnya masih ada lagi talenta Ali Hasyimi lainnya yang tidak mungkin diuaraikan semuanya pada tulisan yang singkat ini. Hal lain yang luar biasa adalah Ali Hasyimi terus bekerja dan berkarya sampai usianya yang sangat lanjut. Ketika

meninggalkan dunia ini pun, beliau tidak menyusahkan sesiapapun. Beliau pergi dengan tiba-tiba setelah menghadiri satu seminar di kampus IAIN Ar-Raniry Darussalam.

ADVERTISEMENT

Ali Hasyimi seorang tokoh besar dengan multitalenta besar yang telah menentukan, mengubah, dan mewarnai wajah Aceh dan Indonesia

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Api di Selatan, Duka di Langit

Api di Selatan, Duka di Langit

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com