POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Ali Hasyimi Tokoh Multitalenta

RedaksiOleh Redaksi
June 15, 2025
Ali Hasyimi Tokoh Multitalenta
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Drs. Yulsafli, M.A.

Tidak banyak manusia di muka bumi ini yang mempunyai talenta besar lebih dari satu bidang. Salah seorangnya adalah Ali Hasyimi. Beliu dilahirkan oleh Ibunya yang bernama Nyak Buleun—Ayahnya bernama Tgk. Hasyim—di Montasik, Aceh Besar pada 28 Maret 1914. Nama lengkapnya Moehammad Ali Hasyim. Kemudian lebih dikenal dengan nama Ali Hasyimi. Beliau mempunyai peranan penting dalam menentukan, merubah, dan mewarnai wajah Aceh.

Di antara sekian banyak talenta yang dilimilikinya, beliau adalah seorang politisi yang sukses. Dalam karir politiknya, Hasyimi berhasil menggemgam tampuk kekuasaan sebagai Gubernur Aceh. Pada masa pemerintahanya, Hasyimi telah mengukir sejarah besar, Hasymi berhasil membawa Tgk. Daud Bereueh “turun gunung” yang melakukan pemberontakan terhadap Negara RI. Perdamaian itu dikenal dengan Ikrar Lamteh. Hasyimi telah memainkan peran yang menentukan: membawa Aceh dari Darul Harb ke Darusslam.

Hasyimi juga dikenal sebagai Bapak pendidikan. Dalam hal ini, karya beliupun tidak kecil. Hasyimilah yang mebidani lahirnya dua universitas besar di Aceh, yaitu Universitas Syiah Kuala dan IAIN Ar-Raniry. Alumni dari dua universitas ini telah mewarnai wajah Aceh. Banyak tokoh besar dan kecil lahir dari perguruan tinggi ini. Beliau pulalah yang memberi nama Darusslam untuk tempat terletaknya kedua kampus itu. Beliau seorang tokoh besar yang mempunyai visi besar pula. 

Pembangunan haruslah diawali dengan pendidikan. Hasyimi telah meletakkan dasar itu. Hasyimi juga seorang ilmuwan. Tidak tanggung-tagung, dalam karirnya sebagai ilmuwan beliau adalah seorang Profesor. Dia mengajar dan meneliti di IAIN Ar-Raniry. Dalam hidupnya, Hasyimi telah menulis lebih dari lima puluh judul buku. Buku- bukunya tidak hanya diterbitkan di Banda Aceh, tetapi juga di Medan, Jakarta, Kuala Lumpur, dan Singapura. Di samping itu Hasyimi juga menulis karangan ilmiah di pelbagai jurnal, terutama pada majalah ilmiah yang dipimpinnya, yaitu Sinar

Darussalam. 

Beliau juga diundang ke pelbagai tempat sebagai pematri pada seminar dan pertemuan ilmiah, baik di dalam maupun luar negeri. Hasyimi seorang ulama yang disegani dan menjadi panutan umat. Beliau mempunya ilmu pengetahuan yang luas dan pengalaman yang memadai. Hasyimi belajar ilmu agama pada Perguruan Thawalib Padang Panjang. Beliau kerap menjadi khatib, dai, mengarang kitab agama, dan menulis artikel bidang agama di berbagai majalah. 

📚 Artikel Terkait

Di Ruang Makan

Menanti Status Bencana Nasional Untuk Aceh, SUMUT dan SUMBAR

TEMPAT PENGAJIANKU TERCINTA

Linda Zainal: Tsunami, Bangkrut dan Berbisnis Sebatang Kara

Dalam organisasi keagamaan , beliau pernah menjadi Ketua Mejelis Ulama Indonesia Propinsi Daerah Istimewa Aceh dan juga Anggota Dewan pertimbangan Majelis Ulama Indonesia.

Di samping talenta di atas, Hayimi juga mempunyai talenta besar dalam bidang kepengarangan. Beliau dikenal sebagai tokoh Angkatan Pujangga Baru yang dipelopori oleh Sutan Takdir Alisyahbana (STA). Hasyimi berhasil mensejajarkan namanya dengan sastrawan-sastrawan besar lainnya. Karya-karyanya menghiasi buku-buku teks pelajaran sastra Indonesia mulai dari tinggkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. 

Misalnya, puisinya yang berjudul Menyesal menjadi contoh analisis dalam modul mata kuliah sastra Universitas Terbuka Jakarta.

Karya sastra yang dihasilkannya dalam bidang prosa antara lain adalah Sayap Terkulai (1936), Bermandi Cahaya Bulan ((1938), Melalui Jalan Raya Dunia (1939), Suara Azan dan Lonceng Gereja (1940), Dewi fajar (1943), Nona Pressroom (1951), Nisar (1951), Meurah Johan (1976), Tanah Merah (1976). Kumpulan puisi yang telah diterbitkan antara lain Kisah Seorang Pengembara (1937), Dewan Sajak (1938), Rindu Bahagia (1963), Jalan Kembali (1963).

Ternyata bahwa Hasyimi juga pernah menjadi wartawan. Beliau menulis untuk majalah Pujangga Baru Jakarta, Angkatan Baru Surabaya, Pahlawan Muda Padang Panjang, Panji Islam Medan, Pajar Islam Malaya, Pahlawan Banda Aceh, Pedoman Masyarakat Medan, dan Suluh Masyarakat Medan. Beliau juga melmimpin beberapa surat kabar dan majalah seperti Aceh Simbun (1944), Harian Semangat Merdeka Banda Aceh, Harian Nusa Putra Jakarta, dan majalah Sinar Darusslam (1968).

Sebenarnya masih ada lagi talenta Ali Hasyimi lainnya yang tidak mungkin diuaraikan semuanya pada tulisan yang singkat ini. Hal lain yang luar biasa adalah Ali Hasyimi terus bekerja dan berkarya sampai usianya yang sangat lanjut. Ketika

meninggalkan dunia ini pun, beliau tidak menyusahkan sesiapapun. Beliau pergi dengan tiba-tiba setelah menghadiri satu seminar di kampus IAIN Ar-Raniry Darussalam.

Ali Hasyimi seorang tokoh besar dengan multitalenta besar yang telah menentukan, mengubah, dan mewarnai wajah Aceh dan Indonesia

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share7SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Api di Selatan, Duka di Langit

Api di Selatan, Duka di Langit

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00