POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Antologi Puisi

Untaian Puisi S. Sigit Prasojo

S.Sigit Prasojo by S.Sigit Prasojo
Juli 19, 2025
in Antologi Puisi
0
Untaian Puisi S. Sigit Prasojo - 2025 06 22 08 42 36 | Antologi Puisi | Potret Online

Pernah Menjadi Seseorang

Pernah ada hari
ketika namaku disebut seperti doa:
  penuh harap,
  meski tak selalu sampai.

Pernah aku percaya—
bahwa jadi seseorang
adalah perkara mencatat jejak
di pasir yang akan pasang.

Baca Juga
Antologi Puisi
Serangkai Puisi Ai Lundeng
09 Mei 2025

Tapi kini,
tak ada yang mencariku dengan suara,
        hanya jejak digital
           yang tidak menyimpan napas._

KTP-ku masih tersimpan rapi,
     tapi aku lupa siapa yang memegang tubuh ini._

Untaian Puisi S. Sigit Prasojo - 2025 07 19 15 15 31 | Antologi Puisi | Potret Online
Baca Juga
Antologi Puisi
Puisi-Puis Kang Thohir
19 Jul 2025

Aku berjalan,
     tanpa arah, tanpa alamat.
Setiap wajah yang kutemui
    adalah pantulan dari siapa yang tak sempat jadi._

Dan kadang, di antara dinding sunyi,
aku bertanya:
        “Masihkah aku seseorang
                                    atau cuma bekas nama?”_

Untaian Puisi S. Sigit Prasojo - c80e37f9 4006 4bb0 9d7b dd5e79d9b4ab | Antologi Puisi | Potret Online
Baca Juga
Antologi Puisi
Serumpun Puisi ZEIA@1
04 Feb 2026

Ponorogo, Mei 2025

Bayang di Balik Wajah

Aku berdiri di antara cermin retak,
 mencari wajah yang kukenal,
  namun bayang itu berlari,
   menghindar dari pelukan waktu._

Diri yang kugenggam adalah debu,
 terbawa angin masa lalu,
  dan masa depan yang tak pasti
   adalah lorong tanpa ujung._

Aku bertanya pada gelap dan terang,
 yang mana aku?
  Dan mereka tertawa dalam diam—
   karena aku adalah teka-teki yang belum terpecahkan._

Ponorogo, Mei 2025

​

TATAKAN SUARA

kupahat bisu
di atas dengus
yang tak sempat jadi kata

kubakar gema
dalam tenggorokan
yang selalu dicegat jeda

kuselipkan lidah
di balik lidah
agar diam bisa berkata
tanpa disangka-sangka

Ponorogo, Juli 2025

AKU, DAN BUKAN AKU

aku
bukan aku
tapi aku yang dihapus oleh aku
aku yang bersembunyi di balik aku
dan aku yang tak bisa keluar dari tubuhku

aku bersuara seperti aku
tapi gema yang terdengar
bukan aku
melainkan
aku yang meniru aku

dan dalam lengang
aku yang aku kubur
diam-diam menyebut aku
lalu jadi bayang yang bayang pun enggan menyapaku

siapa aku?
suara yang tak bersumber
tubuh yang meraba takdir seperti abu
wajah yang pagi-pagi tak lagi menyatu
dalam cermin yang ragu
dan doa yang tak tahu
kepada siapa ia merayu

dan kini,
wahai aku yang palsu,
cukup kau bisikkan palsumu
ke liang jiwaku yang semu—
kau bukan aku,
kau cuma bau
dari luka yang membiru
dan aku…
muak padamu!

Ponorogo, 18 Juli 2025

DENYUT BUNTUNG


kubilang padam,
padahal cuma kuselipkan nyala
di sela napas yang disumpal kata.

kubiarkan redup,
padahal nyala itu kucicil
di rongga dada yang pura-pura lega.

kuketuk sunyi,
pakai detak
yang sengaja kulewati,
tapi malam ini
biar dunia tahu:
aku menyala.
utuh.
dan tak ingin disimpan lagi.

Ponorogo, Juli 2025

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Next Post
Untaian Puisi S. Sigit Prasojo - 2025 07 19 20 44 25 | Antologi Puisi | Potret Online

Beginilah Cara Menghukum Tom Lembong

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah