Pahit Kopi Kembali Manisnya
Oleh Abdul Aziz Ali cawan kopi hanyut di bumi sumaterapahit di rasa,tertumpah simpatiterasa di hati hanya seberkas doa untukmu, sumatera...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Abdul Aziz Ali cawan kopi hanyut di bumi sumaterapahit di rasa,tertumpah simpatiterasa di hati hanya seberkas doa untukmu, sumatera...
Baca SelengkapnyaDetailsKarya Rasya RamadhaniSiswa SMAN 1 LHOKSEUMAWE Hujan terus mengguyur, membasahi bumi Serambi Mekah yang kini berubah menjadi lautan luas. Sungai-sungai...
Baca SelengkapnyaDetailsRositah IbrahimJenjaromMalaysia Sebatas Usia Garing petangAngin melayah, liukDaun-daun luruhAda yang mencatat namamu. Hidup lelah-payahKini ternoktahPada garis takdir. Ruang ingatan kamiMemeta...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Kang Thohir Ketika kita sedang kesulitan kita akan mengalami berbagai tantangan, yaitu meminta, berharap ingin diberi, dan hilang kesabarannya....
Baca SelengkapnyaDetails
S. Sigit Prasojo, lahir di Ponorogo, 25 Juli 2001. Aktif di Himpunan Penulis Mahasiswa STKIP PGRI Ponorogo dan menjabat sebagai Wakil Ketua HMPS Pendidikan Bahasa Jawa. Pernah menjadi Ketua Panitia Diwangkara Gumelar 2025 dan tergabung dalam komunitas sastra seperti Partey Penulis Puisi dan Aksara Malaysia. Karyanya dimuat di Erakini.id, Jernih.co, dan media lainnya, dengan puisi-puisi yang dikenal simbolik dan sarat sejarah..
Sekumpulan Puisi Karya: S. Sigit Prasojo Aku menghambur di jalan binatang—tempat matahari mengerut seperti puntungdan tanah lebih setia memeluk bangkai....
Pernah Menjadi Seseorang Pernah ada hariketika namaku disebut seperti doa: penuh harap, meski tak selalu sampai. Pernah aku percaya—bahwa jadi seseorangadalah perkara...
Oleh Abdul Aziz Ali cawan kopi hanyut di bumi sumaterapahit di rasa,tertumpah simpatiterasa di hati hanya seberkas doa untukmu, sumatera...
Baca SelengkapnyaDetailsKarya Rasya RamadhaniSiswa SMAN 1 LHOKSEUMAWE Hujan terus mengguyur, membasahi bumi Serambi Mekah yang kini berubah menjadi lautan luas. Sungai-sungai...
Baca SelengkapnyaDetailsRositah IbrahimJenjaromMalaysia Sebatas Usia Garing petangAngin melayah, liukDaun-daun luruhAda yang mencatat namamu. Hidup lelah-payahKini ternoktahPada garis takdir. Ruang ingatan kamiMemeta...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Kang Thohir Ketika kita sedang kesulitan kita akan mengalami berbagai tantangan, yaitu meminta, berharap ingin diberi, dan hilang kesabarannya....
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com