POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Menunggu Jubel (kembali) Berjubel

RedaksiOleh Redaksi
May 13, 2025
🔊

Dengarkan Artikel


Catatan Paradoks; Wayan Suyadnya

Denpasar pagi ini seperti bangun dari mimpi yang tenang. Udara dingin lembut, menyusup di sela-sela dedaunan yang menunduk memanggul embun.

Tanah basah, seperti baru saja diciumi hujan semalam. Wangi tanah menyembur dari sela-sela rerumputan, membungkus tubuh dengan kesejukan yang ganjil.

Tak ada yang istimewa sebenarnya, hanya desir angin dan cahaya matahari yang malu-malu menari di tembok rumah, namun entah kenapa, tiba-tiba ingat jubel, klipes, dan capung.

Di kampung dulu, ketika musim tanam tiba, dunia terasa penuh. Sawah baru diairi, pematang basah, dan muncullah makhluk-makhluk kecil yang menandai musim sebagai sesuatu yang hidup.

Jubel, sejenis ulat sawah yang gemuk dan kenyal sebesar klingking orang dewasa bisa didapat dengan mudah.

Tak perlu mencarinya, cukup beli saja dari pedagang keliling. Dibungkus daun, direbus dengan kunyit, dan dimakan hangat-hangat dengan sambal terasi. Rasanya? Nikmat.

Tak bisa ditandingi masakan restoran mana pun. Khas, tak ditemukan juga di tempat lain.

Klipes pun demikian. Serupa, namun berbeda. Bentuknya lain, tapi berasal dari tempat yang sama: pematang sawah.

Mereka saudara dalam satu habitat, hidup di sela-sela basah tanah pematang yang menghidupi banyak hal. Dari situ juga capung lahir.

📚 Artikel Terkait

Rakyat Dilarang Miskin

Serakah Teguk Derita

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Kacabdindik Aceh Timur Bersama Gudep SMAN 1 Ranto Peureulak Tanam Pohon

Jubel suatu hari bermetamorfosis menjadi capung, begitu juga klipes sejenis itu.

Dulu, saat masih anak-anak, mengejar capung adalah hiburan paling mengasyikkan. Lidi diberi getah nangka, lalu mengintai capung di antara rumput.

Jika yang tertangkap capung kauk—yang besar, bersayap lebar seperti bayangan kerbau di langit—itu seperti menemukan harta karun. Sorak gembira melebihi tendangan goal sepak bola.

Hidup dulu sederhana, namun terasa lengkap. Tak ada uang saku, tak ada mainan mahal, tapi dunia menyediakan semuanya. Dari makanan sampai hiburan, dari sawah sampai senyum.

Kini, semua itu seperti dongeng. Beberapa waktu lalu pulang kampung. Menanyakan jubel dan klipes, dijawab tawa sinis. Pemukiman di belakang kampung telah menggantikan sawah. Pematang tempat capung terbang sudah jadi jalan rabat beton.

Padi masih tumbuh, tapi tanpa kehidupan kecil yang dulu menjadikannya utuh. Pestisida dan pupuk buatan telah menggusur kehidupan mikro yang dulu begitu akrab.

Capung pun nyaris tak tampak, padahal dulu jenisnya beragam: capung jaum seperti jarum, capung klitikan, capung pajeng, capung bencot, capung bincung dan tentu saja capung kauk.

Inilah paradoks yang menyakitkan. Dunia yang katanya maju justru kehilangan yang paling mendasar: keintiman dengan alam.

Kemajuan mencabut akar, dan menyisakan beton. Namun ada harapan. Di Bali kini, gaung pertanian organik mulai menggema kembali.

Katanya, jika tanah kembali bersih dari racun, maka jubel akan kembali berjubel, klipes akan tak akan apes, dan capung akan kembali melayang di atas pematang yang rindang.

Mungkin dunia bisa berputar kembali, meski tak persis seperti dulu.

Mungkin, suatu pagi, di Denpasar atau kampung mana pun, kita akan kembali mencium wangi tanah basah dan melihat capung kauk melintas perlahan di langit, membawa kenangan yang tak lekang.

Denpasar, 13 Mei 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Puisi Kosong di Ujung Senja

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00