POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Catatan Perjalanan

Menunggu Jubel (kembali) Berjubel

Redaksi by Redaksi
Mei 13, 2025
in Catatan Perjalanan, Lingkungan, Ramah Lingkungan
0


Catatan Paradoks; Wayan Suyadnya

Denpasar pagi ini seperti bangun dari mimpi yang tenang. Udara dingin lembut, menyusup di sela-sela dedaunan yang menunduk memanggul embun.

Tanah basah, seperti baru saja diciumi hujan semalam. Wangi tanah menyembur dari sela-sela rerumputan, membungkus tubuh dengan kesejukan yang ganjil.

Baca Juga
  • Menunggu Jubel (kembali) Berjubel - 3520c459 a7d6 4820 bcc2 768804aa67ef | Catatan Perjalanan | Potret Online
    Artikel
    Haji dan Dua Kota Suci: Miniatur Perjalanan Kehidupan
    09 Mei 2025
  • 02
    Banda Aceh
    Aminullah Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan dan Keindahan Kota
    12 Okt 2018

Tak ada yang istimewa sebenarnya, hanya desir angin dan cahaya matahari yang malu-malu menari di tembok rumah, namun entah kenapa, tiba-tiba ingat jubel, klipes, dan capung.

Di kampung dulu, ketika musim tanam tiba, dunia terasa penuh. Sawah baru diairi, pematang basah, dan muncullah makhluk-makhluk kecil yang menandai musim sebagai sesuatu yang hidup.

Baca Juga
  • Menunggu Jubel (kembali) Berjubel - A28C9197 6C9E 4ABC B2BE F128D90FA7F8 scaled | Catatan Perjalanan | Potret Online
    Aceh
    Rakernas IGI Banda Aceh 2023: Museum Aceh dan Kuliner Kopi
    12 Apr 2023
  • 02
    Banda Aceh
    Sosialisasi Pembatasan Penggunaan Kantong Plastik
    12 Jun 2021

Jubel, sejenis ulat sawah yang gemuk dan kenyal sebesar klingking orang dewasa bisa didapat dengan mudah.

Tak perlu mencarinya, cukup beli saja dari pedagang keliling. Dibungkus daun, direbus dengan kunyit, dan dimakan hangat-hangat dengan sambal terasi. Rasanya? Nikmat.

Baca Juga
  • Menunggu Jubel (kembali) Berjubel - 2C5FD0E5 8148 40C8 AC93 49EF6F7D63EB | Catatan Perjalanan | Potret Online
    Lingkungan
    Gerakan Aksi Baik, Selamatkan Penyu
    04 Mar 2023
  • Menunggu Jubel (kembali) Berjubel - 3e2f8fdc fe37 4b2c b142 76fa8f398ae1 | Catatan Perjalanan | Potret Online
    Artikel
    Pagi Buta; Menelisik Realita di Balik Kemajuan Masa
    19 Okt 2025

Tak bisa ditandingi masakan restoran mana pun. Khas, tak ditemukan juga di tempat lain.

Klipes pun demikian. Serupa, namun berbeda. Bentuknya lain, tapi berasal dari tempat yang sama: pematang sawah.

Mereka saudara dalam satu habitat, hidup di sela-sela basah tanah pematang yang menghidupi banyak hal. Dari situ juga capung lahir.

Jubel suatu hari bermetamorfosis menjadi capung, begitu juga klipes sejenis itu.

Dulu, saat masih anak-anak, mengejar capung adalah hiburan paling mengasyikkan. Lidi diberi getah nangka, lalu mengintai capung di antara rumput.

Jika yang tertangkap capung kauk—yang besar, bersayap lebar seperti bayangan kerbau di langit—itu seperti menemukan harta karun. Sorak gembira melebihi tendangan goal sepak bola.

Hidup dulu sederhana, namun terasa lengkap. Tak ada uang saku, tak ada mainan mahal, tapi dunia menyediakan semuanya. Dari makanan sampai hiburan, dari sawah sampai senyum.

Kini, semua itu seperti dongeng. Beberapa waktu lalu pulang kampung. Menanyakan jubel dan klipes, dijawab tawa sinis. Pemukiman di belakang kampung telah menggantikan sawah. Pematang tempat capung terbang sudah jadi jalan rabat beton.

Padi masih tumbuh, tapi tanpa kehidupan kecil yang dulu menjadikannya utuh. Pestisida dan pupuk buatan telah menggusur kehidupan mikro yang dulu begitu akrab.

Capung pun nyaris tak tampak, padahal dulu jenisnya beragam: capung jaum seperti jarum, capung klitikan, capung pajeng, capung bencot, capung bincung dan tentu saja capung kauk.

Inilah paradoks yang menyakitkan. Dunia yang katanya maju justru kehilangan yang paling mendasar: keintiman dengan alam.

Kemajuan mencabut akar, dan menyisakan beton. Namun ada harapan. Di Bali kini, gaung pertanian organik mulai menggema kembali.

Katanya, jika tanah kembali bersih dari racun, maka jubel akan kembali berjubel, klipes akan tak akan apes, dan capung akan kembali melayang di atas pematang yang rindang.

Mungkin dunia bisa berputar kembali, meski tak persis seperti dulu.

Mungkin, suatu pagi, di Denpasar atau kampung mana pun, kita akan kembali mencium wangi tanah basah dan melihat capung kauk melintas perlahan di langit, membawa kenangan yang tak lekang.

Denpasar, 13 Mei 2025

Previous Post

Pendidikan Karakter dalam Bermedsos: Menyemai Etika, Menuai Cahaya

Next Post

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Next Post
Menunggu Jubel (kembali) Berjubel - 2025 05 06 19 58 43 | Catatan Perjalanan | Potret Online

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah