POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Barsela Dalam Catatan Sejarah, Kawasan Kaya Rempah Abad 18 dan Abad 19

RedaksiOleh Redaksi
May 11, 2025
Barsela Dalam Catatan Sejarah, Kawasan Kaya Rempah Abad 18 dan Abad 19
🔊

Dengarkan Artikel

.

Oleh Assauti Wahid S. Hum. MA.

Peneliti Sejarah, Arkeologi dan Keramologi di Barsela

Setelah saya mengamati langsung di kawasan barsela, mengikuti seminar, membaca buku mengenai barsela dan diskusi bersama-sama rakan-rakan di warung kopi serta juga mendengar para pakar ekonomi. Kemudian membawa saya pertanyaan bagaimana kawasan barsela pada masa lalu di abad 18 dan abad 19 masehi.

Untuk melihat itu semua, saya membaca buku sejarah, artikel, jurnal dan laporan penelitian. Hal ini sebutkan di dalam beberapa buku seperti. Buku Aceh Sepanjang Abad, Seuneubok Lada, Uleebalang, dan Kumpeni; Perkembangan Sosial Ekonomi Di Daerah Batas Aceh Timur, 1840–1942 dan Singkel: Sejarah, Etnisitas dan Dinamika Sosial. Menunjukkan bahwa kawasan pantai barat dan selatan Aceh mulai menunjukkan geliat ekonominya pada awal abad ke-18 dan mencapai puncak kejayaan ekonomi pada awal abad ke-19 melalui perdagangan rempah dalam kurun dua abad, pantai barat Aceh dikenal sebagai kawasan penghasil lada terbesar. Kondisi ini seiring dengan pemudaran pengaruh Kerajaan Aceh Darussalam.

Ini membuktikan bahwa dengan adanya beberapa pelabuhan ekspor rempah dari Singkel hingga ke Teunom Aceh Jaya dan ditambahkan lagi kemunculan Kerajaan Trumon sebagai penghasilan terbesar, menandakan terjadi pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pantai Barat Aceh Pantai Barat Aceh yaitu kawasan pesisir barat dan selatan di Provinsi Aceh. Yang meliputi beberapa kabupaten/kota: Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Simeulue, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, dan Kotamadya Subulussalam.

Ini bisa dilacak dari runtunan catatan sejarah Aceh yang tertulis di dalam buku, laporan penelitian dan jurnal. Menunjukkan bahwa sangat kawasan barsela memiliki peranan luar biasa dan pengaruh sebagai produsen dan pengekspor rempah yang bernilai tinggi serta rempah-rempah kualitas nomor one ketika itu mulai dari kamper, lada, cengkih, kayu manis, gaharu, rotan saga hingga pala.

Macam-macam peristiwa sejarah telah terjadi di Barsela, negara-negara luar mulai berdatangan ke barsela untuk berniaga dan mengajak kerja-sama bisnis dan diplomasi politik . dari negara Portugis dan Belanda hingga penyerangan Bandar Kuala Batu oleh Kapal Potomac Amerika Serikat pada awal abad ke-19. Ini Mendeskripsikan bagaimana aktivitas jual-beli rempah, perdagangannya berlangsung sangat pesat dan ketat dengan peraturan-peraturan serta perjanjian-perjanjian bisnis di kawasan barsela. Ada beberapa Bandar atau pelabuhan-pelabuhan rempah penting yang pernah muncul dalam catatan sejarah di kawasan barsela Aceh, di antaranya; Singkel Lama, Trumon, Susoh, Kuala Batu, Peureumbu, dan Bandar di kawasan Meureuhom Daya.

Di dalam buku karya H. Mohammad Said judul bukunya Aceh Sepanjang Abad disebutkan bahwa Lebai Dapha adalah perwakilan Aceh di kawasan barsela yang ingin kebebasan berdagang dengan kapal Amerika yang bervolume tinggi. Ia menguasai Pelabuhan Pantai Barat dan Selatan Aceh: Singkel, Ayam Dammah, Terumon, Ramong, Selucat, Susoh, dan Kuala Batu. Saat itu, jumlah penduduk di Pantai Barat mencapai 27.750 jiwa. Dari Susoh saja, setiap tahun berhasil diangkut produksi lada seharga $ 240.000 oleh kapal Amerika. Pada saat yang sama, Inggris juga menginginkan posisi perdagangan tersebut.

📚 Artikel Terkait

Patah Kaki, Tak Surutkan Langkah Durar Umami Harumkan Banda Aceh

BENGKEL OPINI RAKyat

Ia Terpaksa Ngesot Mengais Rezeki Untuk Sehari-hari

Satu Kayuhan bisa Mengubah Dunia Mereka

Perang Dagang


Dalam catatan sejarah perdagangan rempah di Barsela, ada tiga negara yang berperan aktif dan berebut wilayah penghasil rempah-rempah seperti negara Inggris, Belanda, dan Amerika. Bahkan, Inggris pernah memperingati Aceh: tidak berkenan jika kapal Prancis memasuki Pelabuhan Aceh. Ketegasan Inggris sangat beralasan mengingat konflik Inggris dan Amerika, sementara Prancis dipandang sebagai sekutu Amerika (Cincotta 2004).

Pada tahun 1756 masehi mereka mulai membangun kubu di Barus, tetapi pada 1778 masehi patriot Barus dengan dukungan Panglima Aceh masih berhasil menghalau dan mengusir Belanda dari Barus. Hingga 1830 masehi, di puncak kejayaan lada di kawasan barsela masih bebas dari ancaman Belanda.

Kapal negara Inggris dan negara Amerika mendominasi pelayaran dan menghegemoni perdagangan lada di kawasan barsela. Para pedagang Boston dan Salem mulai berdagang dengan Pantai Barat Aceh. Di dalam buku Mohammad Said menyebutkan bahwa pada 1824, lada dari Aceh dimasukkan ke Penang sebanyak 150.000 pikul. Penang menjadi sumber pembelian lada dalam pemasaran dunia. Inggris dan Belanda ingin melemahkan pengaruh Aceh yang giat melalukan perdagangan lada dengan India (Malabar dan Koramandel).

Diperkirakan hasil produksi memang melebihi setengah dari produksi lada dunia saat itu. Meskipun demikian, hubungan Amerika dengan penduduk lokal di kawasan barsela, khususnya Kuala Batu sempat memburuk karena penyerangan yang dilakukan pada 1832 masehi dan 1839 masehi. Penyerangan Amerika ke Kuala Batu dipicu oleh pembunuhan yang dilakukan oleh warga lokal terhadap pelaut Amerika dalam konteks perdagangan lada pada 1831 masehi (Clark 2007). Memasuki pertengahan abad ke-18, dua kawasan yang dikuasai Lebai Dapha: Singkel dan Trumon defisit neraca perdagangan dan juga ketidakjelasan pendistribusian wase (pajak) ke Ibu Kota Pusat Banda Aceh.

Kemudian hasil panen produksi lada yang surplus. Sehingga membuat Trumon tampil mengokohkan diri sebagai kerajaan kecil baru di Pantai Barat dan Selatan Aceh. Beberapa catatan sejarah menyebutkan bahwa Kerajaan Trumon berhasil melakukan ekspor 40.000 pikul lada setahun, mereka mengirim langsung ke India, Pulau Pinang, Singapura, dan Jakarta. Pendapatan mencapai 100.000 ringgit Spanyol.

Dan akhir abad ke-18 dan permulaan abad ke-19, Lebai Dapha terlibat pertentangan dengan kekuasaan pusat. Dengan kekayaan melimpah ia membangun pertahanan dan tegas menolak kekuasaan Kesultanan Aceh. Lebai Dapha sebagai actor permain utama atau pelaku utama produksi lada di kawasan barsela Aceh mulai membangun hubungan networking perdagangan dengan Inggris secara langsung di Bengkulu.

Akibatnya Belanda berhasil menguasai pelabuhan di kawasan barsela Aceh dan Aceh kehilangan tiga pusat perdagangan sentral mereka, yaitu Air Bangis, Singkil, dan Nias. Pada awal abad ke-19, ketiga wilayah itu masih di bawah pengaruh Aceh dalam perdagangan rempah.

Bahwa dengan perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di suatu kawasan bahkan negara akan memicu perang dagang, menggangu stabilitas politik dan bisa mengarah peperangan hebat yang menggunakan peralatan perang canggih dan ini yang terjadi pada tempo dulu dengan perkembangan jalur rempah Nusantara sejak abad ke-17 telah mendorong bangsa Eropa dan Amerika untuk berkunjung ke sebagian wilayah Nusantara dalam rangka memburu komoditas: rempah, lada, cengkih, dan beberapa jenis rempah lain. Salah satu kawasan Nusantara yang memproduksi rempah adalah Aceh.

Salah satu komoditas rempah yang paling banyak diincar atau diperebutkan di kawasan barsela Aceh adalah lada Kuala Batu yang pernah melakukan transaksi dagang dengan para pedagang Salem, Amerika. Meskipun, pada tahun 1832 masehi kota Kuala Batu pernah diserang oleh Angkatan laut Amerika akibat setahun sebelumnya terjadi pembajakan pada salah satu kapal pengangkut lada mereka.


Mari mengembalikan lagi kejayaan rempah-rempah di kawasan barsela dengan cara menanamkan kembali rempah-rempah dan membangun relasi dengan semua pihak yang terkait baik itu local, nasional dan bahkan relasi internasional. Dikarena komoditas kawasan barsela memiliki keunggulan dan hasil melimpah. Sehingga menjadikan kawasan barsela kaya dengan hasil rempah-rempah yang diakui oleh dunia internasional dan mengurangi angka pengangguran di Aceh.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share5SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Memaknai Kekhususan Hari Jum’at

Teungku Chik Jakfar Lamjabat; Ulama, Pendidik dan Pendiri Dayah Jeurela

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00