POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Politik Waras

RedaksiOleh Redaksi
May 3, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Arif Afandi

Jujur saya agak risau dengan diskursus politik yang terjadi belakangan ini. Karena yang di permukaan lebih banyak diskursus yang saling mengancam. Dengan bahasa kasar.

Bagi generasi yang pernah mengalami masa Orde Baru, suasana semacam ini pasti mencemaskan? Mengapa reformasi politik tak berhasil membangun peradaban politik yang lebih baik? Bahkan kembali ke masa sebelumnya.

Indonesia, sebagai negara dengan warisan budaya luhur dan falsafah Pancasila, seharusnya menjadikan politik sebagai ajang adu gagasan. Bukan ajang saling mengintimidasi. 

Sayang, retorika kekerasan justru kian dianggap wajar. Bahkan dijustifikasi atas nama perjuangan atau pembelaan terhadap tokoh dan identitas politik tertentu. 

Ini jelas tak hanya mencederai semangat demokrasi. Tapi juga mengikis fondasi peradaban kita: rasa hormat, gotong royong, dan kesantunan.

Bahasa itu cermin jiwa bangsa. Saat bahasa politik dipenuhi caci maki dan ancaman, maka yang rusak bukan hanya moral para pelakunya. Tapi juga persepsi publik tentang politik itu sendiri. 

📚 Artikel Terkait

Apa Kabar? November!

Lelaki yang Mencintai Bunga-Bunga

Meriam Portugis di Anjungan Aceh Timur

Wanti dan Di: Identitas yang Dikubur Sejarah, Martabat Wangsa yang Dirampas dari Sejarah Aceh

Kits bisa tak lagi melihat politik sebagai jalan mulia. Tapi medan konflik yang kotor dan berbahaya. Ini krisis yang diam-diam mematikan harapan kolektif akan masa depan politik yang lebih dewasa dan bermartabat.

Saatnya elemen bangsa—elite politik, media, tokoh masyarakat, dan warga biasa—merevitalisasi ruang publik dengan semangat peradaban. Kritik tetap penting. Perbedaan tetap sah. Tapi harus dalam bahasa yang membangun. Bukan meruntuhkan. 

Demokrasi yang sehat tidak anti-konflik. Tapi menempatkan konflik dalam koridor etika dan hukum. Bukan intimidasi dan kekerasan.

Membangun peradaban tidak dimulai dari mimbar besar. Tapi dari kesadaran kecil dalam memilih kata, menyikapi lawan, dan merawat perbedaan. 

Politik bukan soal siapa yang paling keras. Bukan siapa yang paling lantang. Bukan siapa yang mampu mengerahkan masa. 

Politik adalah soal siapa yang paling beradab. Soal siapa yang masih tetap waras. Di tengah arus deras berbagai kegilaan yang ada.

Ayo lurrrr….kembali waras. (Arif Afandi)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Kulepas Asaku di Taman Seribu Lampu Cepu

Kulepas Asaku di Taman Seribu Lampu Cepu

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00